Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Strategi Alpine Bangkit di Formula 1 2026
Pierre Gasly di Formula 1 Grand Prix China 2026 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Alpine melakukan restrukturisasi manajemen di bawah Flavio Briatore dan merekrut Steve Nielsen untuk membawa stabilitas serta menyiapkan tim menghadapi regulasi Formula 1 2026.
  • Tim beralih menggunakan unit tenaga dan transmisi Mercedes hingga 2030, langkah strategis yang diharapkan meningkatkan performa mobil demi mencapai target finis keenam klasemen.
  • Alpine mempertahankan desain suspensi pullrod pada mobil A526 dan mengandalkan Pierre Gasly serta Franco Colapinto dalam pengujian intensif guna memperkuat kesiapan menuju musim 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Alpine mengakhiri Formula 1 2025 di posisi terbawah. Sebab, mereka menghadapi berbagai pergantian kepemimpinan sepanjang musim. Flavio Briatore mengambil alih tugas operasional setelah Oliver Oakes mengundurkan diri.

Alpine pun memusatkan seluruh pengembangan untuk mempersiapkan regulasi Formula 1 2026. Mereka menargetkan posisi finis keenam dalam klasemen akhir. Untuk mencapai target itu, Alpine mempertahankan duet Pierre Gasly dan Franco Colapinto.

1. Alpine merombak struktur manajemen untuk mencapai target

Alpine mengumpulkan 22 poin di Formula 1 2025. Mereka terpaut 48 poin dari Sauber yang menempati posisi kesembilan. Pencapaian terbaik mereka diraih Pierre Gasly dengan finis keenam di Grand Prix Inggris.

Flavio Briatore merencanakan struktur baru untuk manajemen Alpine. Mereka merekrut Steve Nielsen sebagai managing director menjelang musim terbaru. Perombakan jajaran eksekutif itu diharapkan membawa stabilitas bagi tim menuju 2026.

2. Alpine bekerja sama dengan Mercedes untuk suplai unit tenaga

Alpine menggunakan unit tenaga dan transmisi Mercedes sampai Formula 1 2030. Jajaran petinggi menjanjikan mobil balap yang kompetitif bagi kedua pembalap mereka pada musim mendatang. Peralihan suplai itu mendukung ambisi mereka untuk merebut peringkat keenam klasemen.

Perlu diketahui, perusahaan induk Renault sudah menutup proyek unit tenaga Alpine di Formula 1 2026 secara resmi. Flavio Briatore mengajukan syarat penggunaan unit tenaga Mercedes kepada Luca de Meo sebagai direktur utama Renault. Briatore menolak berbagai opsi lain karena ingin bekerja sama dengan penyuplai unit tenaga terbaik.

"Kami (Alpine) sedang mempersiapkan tim untuk musim depan (Formula 1 2026). Kami akan memiliki unit tenaga dan transmisi Mercedes yang hebat. Aku yakin musim depan akan berjalan baik bagi tim dan kami akan memberikan mobil yang tepat kepada para pembalap kami untuk bersaing. Kami sedang berupaya sebaik mungkin dan targetku adalah finis keenam," tegas Flavio Briatore dilansir F1.

3. Alpine mempertahankan suspensi pullrod pada mobil balap terbaru

Ferrari dan Mercedes kompak menggunakan desain pushrod pada suspensi mobil balap masing-masing. Desain itu memindahkan sebuah komponen menuju area yang lebih tinggi pada mobil balap. Pemindahan menciptakan lintasan angin yang jauh lebih bersih menuju area papan lantai.

Sementara, Alpine menempuh jalur pengembangan yang berbeda untuk mobil balap A526. Mereka mempertahankan suspensi pullrod pada bagian depan mobil balap. Para teknisi meyakini, sistem itu masih memberikan berbagai keuntungan teknis.

4. Pierre Gasly dan Franco Colapinto mengumpulkan data pengujian awal

Alpine memutus rekor pencapaian finis enam teratas pada 2021—2024. Mereka rela finis kesepuluh pada 2025 demi merancang mobil balap untuk regulasi terbaru. Jajaran teknisi tim mengalihkan fokus pengembangan lebih awal daripada mayoritas tim pesaing.

Sementara, Pierre Gasly dan Franco Colapinto merampungkan banyak putaran dalam sesi pengujian. Mereka mempelajari sistem pemulihan energi mobil balap dalam kurva pembelajaran musim terbaru. Para staf teknis mengumpulkan data long run untuk membangun gambaran peta kekuatan secara utuh.

Singkat kata, Alpine berusaha bangkit di Formula 1 2026 setelah krisis 2025. Jajaran teknisi tim merancang mobil balap yang jauh lebih baik. Sementara, Pierre Gasly dan Franco Colapinto menaklukkan kurva pembelajaran mobil balap A526 agar dapat bersaing sesuai target.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team