- GP Australia: Masalah mesin;
- GP Jepang: Finis ke-12;
- GP Miami: Mengalami kecelakaan saat balapan.
Mengintip Strategi Red Bull Pertahankan Isack Hadjar Formula 1 2027

- Red Bull memperpanjang kontrak Isack Hadjar hingga akhir 2027 untuk tetap menjadi tandem Max Verstappen, menandai musim keduanya bersama tim utama.
- Konsistensi Hadjar menjadi faktor utama: ia selalu mencapai Q3 hingga GP Hungaria, mengoleksi 71 poin di posisi kedelapan meski sempat absen tiga seri karena cedera.
- Aksi Hadjar finis keenam dari start ke-21 di GP Belgia memperkuat kepercayaan Red Bull, sejalan tren tim F1 mempertahankan pembalap di tengah regulasi teknis baru.
Red Bull memastikan susunan pembalap mereka untuk menghadapi Formula 1 2027. Tim yang berbasis di Milton Keynes, Inggris, tersebut mempertahankan Isack Hadjar sebagai tandem Max Verstappen. Red Bull mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (23/9/2026) sore WIB.
Perpanjangan kontrak ini menandai musim kedua Hadjar bersama Red Bull di Formula 1. Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor penting yang melatarbelakangi keputusan Red Bull menyodorkan kontrak baru untuk Hadjar. Apalagi, kursi balap kedua di Red Bull kerap menyulitkan pembalap yang pernah mengisinya.
1. Konsistensi performa menjadi pertimbangan Red Bull mempertahankan Isack Hadjar di Formula 1 2027
Isack Hadjar menjalani musim perdananya memperkuat Red Bull di Formula 1 2026. Ia mengisi kursi Yuki Tsunoda yang kini menjadi pembalap cadangan tim tersebut. Sebelumnya, Hadjar menjalani debut di kejuaraan bersama Racing Bulls.
Hadjar sadar tantangan sebagai rekan setim Max Verstappen bukan perkara mudah. Sejumlah pembalap telah merasakan beratnya mengimbangi, atau setidaknya tidak tertinggal jauh, dari Verstappen. Konsekuensi dari situasi itu adalah turun posisi sebagai pembalap cadangan atau pemutusan kontrak.
Namun, Hadjar justru memberikan performa menjanjikan sepanjang musim ini hingga GP Hungaria. Berdasarkan data StatsF1 per 23 September 2026, Hadjar selalu menembus fase Q3 pada sesi kualifikasi. Ia memang dua kali start dari barisan belakang di GP Miami dan Belgia akibat penalti.
Tidak hanya tampil oke saat kualifikasi, Hadjar menunjukkan performa menjanjikan saat balapan. Pembalap berkebangsaan Prancis itu hanya tiga kali gagal mencetak poin saat balapan utama. Ketiga balapan tersebut adalah sebagai berikut:
Konsistensi performa Hadjar tecermin pula dari perolehan poin serta peringkatnya di klasemen sementara. Ia menghuni peringkat kedelapan lewat perolehan 71 poin meski sempat absen dalam tiga seri balap lantaran cedera pergelangan tangan. Hadjar terpaut 74 poin dari Max Verstappen yang menduduki peringkat keenam.
2. Penampilan menakjubkan di GP Belgia 2026 menjadi titik penting untuk posisi Isack Hadjar di Red Bull
Penampilan Isack Hadjar saat mengemudikan RB22 menarik perhatian internal tim, tak terkecuali Laurent Mekies. Kepala tim Red Bull itu memuji performa Hadjar, khususnya saat balapan GP Belgia. Ketika itu, Hadjar harus start dari posisi ke-21 akibat penalti imbas pergantian sejumlah komponen mesin yang melebihi alokasi yang ditetapkan.
Namun, kondisi tersebut tak menghalangi Hadjar merangsek ke posisi sepuluh besar. Pembalap bernomor mobil 6 itu berhasil menempati posisi ketujuh pada lap 17 setelah masuk pit dua kali pada awal balapan. Red Bull sebetulnya menargetkan Hadjar untuk terus berada di trek dengan ban hard setelah pit stop kedua.
Akan tetapi, Hadjar kembali ke pit untuk ketiga kalinya pada akhir lap 20 untuk mengganti ban kepada jenis hard. Ia tetap berada di posisi ketujuh setelah keluar pitlane karena pergantian ban terjadi saat periode Virtual Safety Car. Kemudian, Hadjar naik ke posisi keenam pada lap 31 usai Lando Norris melakukan pergantian ban kepada jenis medium.
Hadjar berhasil mempertahankan posisinya hingga bendera finis berkibar. Meski tidak berada di zona podium, ia berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 15 posisi dari kedudukannya saat start balapan. Capaian tersebut tentu membuat Mekies merasa puas dan secara terbuka memuji penampilan Hadjar di Sirkuit Spa-Francorchamps.
"Bagiku, ini adalah balapan terbaiknya. Sejujurnya, ini bukan sekadar lonjakan performa. Kecepatan Hadjar sedikit lebih baik pada tiap balapan. Jadi, ia selalu menunjukkan kecepetan yang mumpuni tiap melakoni balapan," puji Laurent Mekies dilansir Formula 1.
Capaian di GP Belgia 2026 bisa dibilang menjadi salah satu titik penting untuk masa depan Hadjar bersama Red Bull. Meski sempat absen pada tiga balapan awal paruh kedua Formula 1 musim ini, pencapaian Hadjar sepanjang paruh pertama setidaknya memberi gambaran kepada Red Bull dalam memutuskan susunan pembalap musim 2027. Terbukti, Red Bull mempertahankan Hadjar untuk mengarungi persaingan musim mendatang.
3. Adanya kecenderungan tim memilih mempertahankan susunan pembalap ketimbang melakukan perubahan
Keputusan Red Bull mempertahankan Isack Hadjar kian menegaskan fenomena yang terjadi dalam bursa pembalap Formula 1 2027. Tim cenderung mempertahankan susunan pembalap ketimbang melakukan perubahan. Sebelumnya, Mercedes, McLaren, dan Ferrari lebih dulu memastikan pembalap mereka masing-masing bertahan pada musim depan.
Langkah tersebut dapat dipahami mengingat Formula 1 menerapkan sejumlah regulasi teknis baru yang berlaku sejak 2026. Tim tak mau terlalu mengambil risiko agar proses adaptasi yang telah berlangsung tetap berjalan optimal demi menghadapi persaingan pada musim mendatang. Di sisi lain, perpanjangan kontrak memberi kepastian bagi pembalap sehingga mereka dapat fokus menghadapi balapan tersisa musim ini sekaligus mempersiapkan diri menyongsong musim baru.
Mengenai durasi kontrak, Red Bull mengikat Hadjar hingga akhir 2027. Itu berbeda dari Max Verstappen yang akan bersama tim berlogo banteng tersebut hingga penghujung 2030. Situasi ini bukanlah hal baru karena jarang ada tim yang mengontrak kedua pembalap mereka dengan durasi panjang. Jika salah satu pembalap mendapat kontrak berdurasi pendek, tim punya fleksibilitas apabila mereka pelu melakukan perubahan.
Meski demikian, keputusan Red Bull mempertahankan Hadjar menunjukkan adanya kepercayaan besar tim terhadap kemampuan pembalap berusia 21 tahun tersebut. Hadjar telah membuktikan dapat menghadapi tekanan dalam statusnya sebagai rekan setim Verstappen. Sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan oleh pembalap lain yang pernah mengisi kursi kedua di Red Bull.
Kini, Hadjar perlu menjaga grafik penampilan pada seri tersisa di Formula 1 2026. Jika berhasil, maka ia bisa membantu Red Bull untuk meningkatkan performa dengan lebih cepat. Selain itu, Red Bull akan memiliki lebih banyak opsi strategis saat balapan karena dua pembalap berada di barisan depan. Mampukah Hadjar melakukan hal tersebut?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















