Tekad Marc Marquez Mencicipi Podium di Portimao

Juara dunia MotoGP enam kali, Marc Marquez, memperlihatkan performa impresif di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat. Balapan itu merupakan balapan comeback setelah melewatkan dua seri di Indonesia dan Argentina akibat masalah penglihatan ganda atau diplopia.
Akhir pekan ini, seri kelima MotoGP 2022 akan digelar di Sirkuit Portimao, Portugal. Balapan itu berlangsung pada 22—24 April 2022. Marquez bertekad untuk naik podium.
1. GP Amerika Serikat membuat kepercayaan diri Marc Marquez bangkit

Marc Marquez melewatkan dua seri MotoGP 2022 di Indonesia dan Argentina. Penyebabnya adalah masalah penglihatan ganda. Pembalap Spanyol itu sempat mengalami kecelakaan saat sesi WUP MotoGP Indonesia.
Pekan lalu menjadi ajang kembalinya The Baby Alien ke lintasan balap setelah menjalani berbagai program pemulihan. Saat balapan berlangsung di COTA, ia mengalami kendala teknis saat melakukan start.
Kendati demikian, Marquez berhasil menyelesaikan balapan di urutan ke-6 setelah berjuang melewati delapan belas pembalap. Hal ini menjadi momen haru baginya. Ia mengaku bahwa momen balapan di COTA membuat kepercayaan dirinya bangkit.
2. Siap untuk bersaing di barisan depan

Balapan di COTA memang bukan perkara mudah. Marc Marquez baru sembuh dari fase pemulihan kondisi mata. Kendati begitu, ia mengakui bahwa ia tampil memukau di Amerika Serikat.
“Di Amerika, kami memiliki kecepatan dan berjuang semaksimal mungkin walaupun tidak semua berjalan lancar. Saya ingin bersaing di depan dan mengumpulkan poin maksimal,” ujar Marquez dikutip Speedweek.
3. Berani melampaui batas

Momen epik The Baby Alien di COTA memang bukan hal baru. Ia sudah melakukan hal itu beberapa kali selama kariernya. Bahkan, sebelum bersaing di kelas utama MotoGP.
Saat masih di kelas Moto2, misalnya, Marc Marquez berhasil mengasapi 35 pembalap saat GP Australia 2011. Momen lain juga ia perlihatkan saat bertarung di kelas utama MotoGP ketika berhasil melewati tiga belas pembalap di Sirkuit Assen, Belanda, pada 2021.
Hal itu dimotori oleh hasrat untuk melampaui batas maksimal. Keberanian dan hasrat itu tidak dimiliki oleh semua pembalap. Inilah salah satu bukti kepiawaian Marquez dalam mengendarai motor. Itu hanya dimiliki para pembalap terbaik dari yang terbaik di MotoGP.
4. Kemampuan beradaptasi yang cepat

Tidak dimungkiri, selama tampil di kelas utama, Marc Marquez berhasil membangun atmosfer tim yang kuat. Itu menjadi salah satu kunci kesuksesan yang bisa membuatnya cepat bangkit dari kegagalan.
Kemampuannya beradaptasi dengan motor RC213V juga patut diacungi jempol. Ia mampu melihat potensi tunggangannya saat performa motor kian menurun begitu balapan berlangsung.
5. Marc Marquez tidak sabar mengaspal di Portimao

Seri kelima akan digelar di Sirkuit Portimao, Portugal. Sirkuit ini merupakan sirkuit comeback Marc Marquez pada 2021. Ia saat itu baru saja melakukan serangkaian operasi lengan atas dan melewatkan hampir seluruh seri MotoGP 2020.
“Saya tidak sabar untuk turun Sirkuit Portimao, Portugal. Lintasan ini menuntut fisik para pembalap, tetapi sangat menyenangkan balapan di sana,” ujar The Baby Alien dikutip Speedweek.
Balapan bertajuk Grande Premio Tissot de Portugal ini menjadi balapan yang ditunggu-tunggu Marc Marquez. Mampukah ia kembali bersaing di barisan depan dan mencicipi manisnya podium di sana?


















