Tembok yang Menahan Laju Oklahoma City Thunder di NBA Playoff 2026

- Cedera Jalen Williams dan Ajay Mitchell membuat Oklahoma City Thunder kehilangan daya serang dan fleksibilitas, memaksa Shai Gilgeous-Alexander menanggung beban ofensif sendirian di momen krusial.
- Start lambat dan kesalahan awal pertandingan ketujuh membuat Thunder tertinggal cepat dari San Antonio Spurs, memaksa pelatih Mark Daigneault mengubah rotasi tanpa hasil signifikan.
- Pertahanan elite Spurs yang dipimpin Victor Wembanyama sukses menahan efisiensi serangan Thunder, sementara pemain cadangan seperti Julian Champagnie tampil menentukan kemenangan di laga penentuan.
Oklahoma City Thunder gugur di Final Wilayah Barat. Mereka kalah dari San Antonio Spurs karena sejumlah hal, terutama cedera pemain, start yang lambat, dan skema pertahanan elite lawan yang dipimpin Victor Wembanyama. Sang juara bertahan digulingkan setelah kalah 103-111 di pertandingan ketujuh yang menentukan di kandang sendiri.
1. Cedera pemain penting merusak susunan pemain Oklahoma City Thunder
Oklahoma City Thunder memainkan sebagian besar momen krusial dengan jumlah pemain yang kurang oke. Mereka kehilangan beberapa pemain penting. Jalen Williams salah satunya.
Forward bertitel All-NBA itu absen karena cedera hamstring kiri. Kabarnya ia cukup parah dan berulang. Ketidakhadiran Williams lantas membuat Thunder kehilangan daya serang sekunder dan fleksibilitas di bagian sayap.
Ajay Mitchell, pemain cadangan utama yang bertugas mengendalikan bola, juga absen karena cedera betis. Ini membuat serangan sepenuhnya bergantung kepada Shai Gilgeous-Alexander. Saat dia tidak memegang bola, serangan terhambat.
2. Start yang lambat menambah runyam susunan pemain Oklahoma City Thunder yang kurang memadai
Oklahoma City Thunder sebenarnya hampir dipastikan melaju ke Final NBA 2026. Apalagi, mereka merupakan juara bertahan. Selangkah lagi, mereka bisa kembali ke final. Namun, San Antonio Spurs menjadi batu sandungan.
Thunder menghadapi tim kuat. Mereka bahkan hanya menang sekali dari lima pertandingan musim reguler di NBA 2025/2026. Menghadapi Spurs di playoff tidak berbeda. Mereka tetap menyulitkan.
Thunder bahkan berulang kali membuat kesalahan pada awal pertandingan ketujuh yang menentukan. Mereka tertinggal hingga 10 poin dalam 5 menit pertama. Mark Daigneault terpaksa mengubah rotasi pemain. Sebab, lima pemain inti sementara–yang terdiri dari Chet Holmgren dan Isaiah Hartenstein–kesulitan menemukan ritme permainan yang lancar.
3. Victor Wembanyama menjadi tembok kokoh yang menahan serangan Oklahoma City Thunder
San Antonio Spurs membangun tembok pertahanan elite. Pertahanan itu secara drastis mengganggu efisiensi Oklahoma City Thunder. Padahal, Thunder merupakan tim dengan efisiensi tertinggi di NBA 2025/2026. Mereka mematikan.
Dengan jangkauan di bagian sayap yang ditutup Stephon Castle, Spurs mampu mempersempit jalur serangan Thunder. Secara agresif, mereka menjebak Shai Gilgeous-Alexander dalam posisi terisolasi. Most Valuable Player (MVP) 2026 itu beberapa kali harus menyetel ulang serangan.
Di bagian lain, Victor Wembanyama benar-benar mengubah tata letak area di bawah ring. Thunder biasanya mencetak 118 poin per 100 penguasaan bola melawan tim-tim lain di NBA. Namun, angka tersebut anjlok menjadi 88,9 poin saja saat Wembanyama berada di lapangan.
Spurs juga sengaja menantang penembak perimeter seperti Luguentz Dort untuk melepas tembakan dengan cara yang kurang nyaman. Dort hanya mencetak 18,2 persen dari jarak tripoin sepanjang seri. Pemain Spurs leluasa mengalihkan perhatian darinya dan memadati area di bawah ring untuk mendapatkan rebound.
4. Pemain pengganti San Antonio Spurs step up pada momen krusial
Tiap kali Oklahoma City Thunder melakukan serangan balik pada second half untuk menguasai permainan, San Antonio Spurs langsung merespons dengan tembakan-tembakan yang menyulitkan. Bahkan, ia tidak hanya datang dari pemain inti, tetapi juga cadangan. Susunan lengkap Spurs membantah upaya Thunder untuk menang.
Di pertandingan ketujuh, misalnya, Julian Champagnie tampil sebagai penentu kemenangan. Dia menjadi sosok yang tidak terduga. Sebab, Champagnie mampu mencetak 20 poin, termasuk 6 tripoin, untuk memastikan kemenangan Spurs saat itu juga.
5. Hilangnya Chet Holmgren memperparah kondisi Oklahoma City Thunder
Chet Holmgren mengalami penurunan performa ofensif yang parah. Dia banyak dikritik selama Final Wilayah Barat 2026 melawan Victor Wembanyama dan San Antonio Spurs. Apalagi, Holmgren seorang All-Star dengan performa spektakuler pada musim reguler.
Produktivitasnya terbilang anjlok saat berhadapan langsung dengan pemain-pemain Spurs yang memiliki postur tinggi di area dalam. Itu termasuk Wembanyama yang disebut-sebut rival beratnya. Para analis dan pengamat bola basket mencatat, Holmgren bermain dengan sangat ragu-ragu. Kehadiran Wembanyama benar-benar mengganggu alur serangan standarnya, memaksanya untuk mengambil keputusan secara pasif.
Saat nasib Thunder dipertaruhkan, Chet Holmgren bermain selama 33 menit, tetapi hanya melakukan 2 tembakan. Ini catatan terendahnya di playoff. Dia hanya mencetak 4 poin dan 4 rebound.
Dalam 11 pertandingan melawan Spurs sepanjang musim reguler dan playoff, Holmgren hanya mencetak rata-rata 10,6 poin dengan persentase tembakan 46 persen. Namun, melawan tim-tim NBA lainnya, dia tampil seperti seorang superstar. Rata-ratanya 17,6 poin dengan persentase tembakan 57 persen.
Gara-gara itu, muncul kabar trade. Holmgren mungkin tidak akan ada di Oklahoma musim depan. Namun, Manajer Umum Sam Presti dan Kepala Pelatih Mark Daigneault membantah semuanya. Daigneault bahkan gigih membela pemain muda berpostur tinggi itu, mengingatkan para kritikus bahwa Oklahoma City menjadi tim nomor satu di Wilayah Barat saat Holmgren dalam kondisi sehat sepenuhnya.
Mereka dengan tegas memandang kegagalan ini sebagai pelajaran penting dalam pengembangan pemain. Thunder merasa tidak punya cukup alasan untuk menghentikan kerja sama mereka dengan Holmgren. Namun, itu bukan berarti mereka akan berdiam diri pada musim panas ini. Thunder mungkin melakukan beberapa perubahan untuk menguatkan tim musim depan.

















