Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim Bulu Tangkis Indonesia Ditargetkan Raih Satu Emas di Asian Games 2026
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengunjungi Pelatnas PBSI Cipayung pada 4 Agustus 2026 (IDN Times/Margith Damanik)
  • CdM Todotua Pasaribu menargetkan PBSI minimal satu emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, dengan nomor beregu putra sebagai peluang terbesar karena berada di peringkat dua dunia.
  • Atlet PBSI meminta keberangkatan satu hingga dua hari lebih awal serta fisioterapis pendamping; CdM menyatakan siap memenuhi kebutuhan nonteknis agar atlet fokus bertanding.
  • Pemerintah menargetkan Indonesia meraih sekitar empat emas dari lebih 400 atlet, turun dari tujuh emas Hangzhou 2022 akibat nomor andalan tak dipertandingkan dan keterbatasan anggaran persiapan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, menaruh harapan besar pada cabang olahraga bulu tangkis. Todotua berharap bulu tangkis bisa menjadi salah satu lumbung medali Merah Putih dalam perhelatan olahraga terbesar di Asia yang akan bergulir di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. 

Todotua menegaskan, PBSI ditargetkan meraih setidaknya satu medali emas di Asian Games 2026. Setelah meninjau langsung Pelatnas PBSI, Todotua menilai kesiapan atlet, sistem pembinaan, hingga fasilitas yang dimiliki menjadi modal kuat untuk bersaing di Nagoya.

1. Beregu putra jadi andalan

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengunjungi Pelatnas PBSI Cipayung pada 4 Agustus 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Saat ditanya mengenai target medali, Todotua menegaskan penetapan target resmi merupakan kewenangan PBSI. Namun, dari hasil koordinasi yang telah dilakukan, Todotua menyebut nomor beregu putra sebagai sektor yang paling berpeluang menghadirkan medali emas untuk Indonesia.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Todotua, posisi tim beregu putra Indonesia yang kini menempati peringkat kedua dunia menjadi indikator peluang untuk merebut gelar juara di Asian Games 2026. 

"Kalau soal target resmi, nanti biar dijelaskan oleh PBSI. Namun, tentu kami berharap bulu tangkis menjadi salah satu penyumbang medali. Dari hasil diskusi tadi, harapan terbesar memang ada pada nomor beregu putra. Di cabang bulu tangkis nanti ada tujuh nomor yang dipertandingkan. Dari semua nomor tersebut, peluang terbesar yang kami lihat saat ini memang berasal dari beregu putra. Saat ini tim beregu putra Indonesia berada di peringkat kedua dunia, sehingga peluang untuk meraih medali emas cukup besar," kata Todotua di pelatnas PBSI Cipayung.

2. PBSI punya permintaan

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengunjungi Pelatnas PBSI Cipayung pada 4 Agustus 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Selain memantau kesiapan latihan, Todotua menegaskan tugas utama CdM adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis atlet terpenuhi. Dalam kunjungan tersebut, para atlet menyampaikan beberapa permintaan khusus.

"Salah satunya, mereka berharap bisa berangkat satu hingga dua hari lebih awal agar memiliki waktu adaptasi dan persiapan yang lebih baik, sehingga tidak terburu-buru. Selain itu, mereka juga meminta dukungan mobile physiotherapist atau fisioterapis pendamping. Untuk hal itu, saya sampaikan kami siap mendukung apabila memang dibutuhkan. Sekali lagi, ini semua merupakan aspek nonteknis. Memang tugas Chef de Mission adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis atlet dapat dipenuhi semaksimal mungkin agar mereka bisa fokus pada pertandingan,” kata Todotua.

3. Target keseluruhan hanya empat emas

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengunjungi Pelatnas PBSI Cipayung pada 4 Agustus 2026 (IDN Times/Margith Damanik)

Dari 400 lebih atlet, hanya empat medali emas yang ditargetkan. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan pemerintah sebenarnya berharap Tim Merah Putih bisa mendapatkan lebih, namun target yang dipasang harus realistis.

Target tersebut menurun dari pencapaian Tim Indonesia di Asian Games Hangzhou 2022, yang dihelat pada September 2023 lalu. Pada edisi tersebut, Indonesia berhasil menyabet tujuh medali emas, yang dilengkapi dengan 11 perak dan 18 perunggu.

"Targetnya tentu mesti realistis, kurang lebih empat emas. Kalau dulu tujuh. Tetapi, dulu tujuh itu ada tiga nomor yang sudah tidak dipertandingkan lagi di Asian Games seperti menembak dan dayung," ujar Erick.

Alasan pemerintah mematok target realistis adalah karena nomor andalan yang berhasil meraih emas dalam edisi tersebut tak dipertandingkan di Aichi-Nagoya. Persiapan banyak cabor yang kurang maksimal akibat tipisnya anggaran juga menjadi penyebab utama. Sebagian besar tak dapat mengukur kemampuan di luar negeri. Lalu, terkait cabor mana yang nantinya diyakini dapat meraih medali emas, Erick memilih merahasiakannya.

"Kita tidak boleh lugu membuka seluruh data. Target emasnya dari cabang ini, atletnya ini, musuh sudah tahu nanti. Jadi kalau saya selalu bicara targetnya empat emas, (cabor) a, b, c, silakan wujudkan," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article