Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

​8 Tim yang Belum Cetak Gol hingga Matchday 2 Nations League 2026/2027

6 min read
​8 Tim yang Belum Cetak Gol hingga Matchday 2 Nations League 2026/2027
ilustrasi bermain sepak bola (pexels.com/Omar Ramadan)
  • Delapan tim belum mencetak gol hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027: Wales, Skotlandia, Makedonia Utara, Georgia, Hungaria, San Marino, Belarusia, dan Latvia.
  • Wales serta Makedonia Utara menelan dua kekalahan beruntun tanpa gol, sementara Skotlandia kalah 0-3 dari Swiss setelah sebelumnya bermain imbang melawan Slovenia.
  • San Marino mencatat situasi terburuk dengan dua kekalahan, tanpa gol, dan kebobolan 10 kali; Georgia, Hungaria, Belarusia, serta Latvia masing-masing mengoleksi satu poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Persaingan ketat di UEFA Nations League 2026/2027 menyulitkan lini depan sejumlah kontestan. Hingga matchday kedua, delapan tim nasional masih mandul. Mereka belum mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Berikut delapan negara yang belum mencetak gol hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027 tersebut:

  1. 1. Lini serang tumpul, Wales belum mencetak gol hingga matchday kedua UEFA Nations League

    Timnas Wales tampil mengecewakan dalam mengarungi dua laga awal UEFA Nations League 2026/2027. Skuad asuhan Craig Bellamy tersebut mencatatkan rekor buruk dengan belum mencetak satu gol pun ke gawang lawan hingga matchday kedua. Barisan depan yang tumpul menjadi kendala utama bagi tim berjuluk The Dragons ini dalam mengamankan poin.

    ​Pada matchday pertama, Wales terpaksa bertekuk lutut di hadapan Portugal setelah menelan kekalahan tipis 0-1 lewat gol yang dicetak Joao Felix pada menit ke-22. Penderitaan armada Craig Bellamy kian bertambah pada matchday kedua usai dibekuk tuan rumah, Denmark, dengan skor 0-2. Rangkaian dua kekalahan beruntun tanpa sanggup membobol gawang lawan ini menempatkan Wales ke dasar klasemen sementara Grup A4 di UEFA Nations League 2026/2027.

  2. 2. Lini depan Skotlandia masih tumpul hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027

    ​Performa lini serang Timnas Skotlandia mendapat sorotan tajam di UEFA Nations League 2026/2027. Skuad berjuluk Tartan Army tersebut belum mencetak 1 gol pun dari 2 pertandingan awal. Kebuntuan skuad asuhan Sebastien Pocognoli dimulai saat bertandang ke markas Slovenia pada matchday pertama. Laga berakhir imbang tanpa gol (0-0). Meski mampu memegang kendali permainan di lapangan, tumpulnya penyelesaian akhir membuat mereka menyia-nyiakan banyak peluang untuk bisa menjebol gawang Slovenia.

    ​Masalah ketajaman Skotlandia berlanjut karena hasil buruk pada matchday kedua saat menjamu Swiss di Stadion Hampden Park. Tampil di hadapan publik sendiri, Skotlandia justru menderita kekalahan telak dengan skor 0-3 dari tim tamu. Hukuman kartu merah pada menit-menit awal pertandingan merusak skema permainan tim dan menyulitkan usaha mereka untuk memecah kebuntuan. Hasil buruk secara berurutan ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi lini depan Skotlandia demi menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

  3. 3. Makedonia Utara kesulitan membongkar lini pertahanan lawan pada dua laga awal

    ​Performa lini serang Makedonia Utara terbilang cukup buruk pada dua laga awal UEFA Nations League 2026/2027. Skuad berjuluk Crveni Risovi tersebut mengalami krisis kreativitas di barisan depan sehingga belum mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Barisan penyerang mereka tampak kesulitan membongkar lini pertahanan lawan akibat alur bola dari lini tengah yang kerap terputus. Kondisi ini menempatkan Makedonia Utara dalam posisi sulit pada persaingan penyisihan grup.

    Makedonia Utara mengawali laga dengan buruk saat mereka takluk 0-3 dari Swiss di markas sendiri pada matchday pertama. Tren negatif tersebut berlanjut pada pertandingan kedua saat mereka bertandang ke markas Slovenia dan menyerah dengan skor 0-2. Dua hasil buruk tanpa membobol gawang lawan ini membuat Makedonia Utara terancam terpuruk di dasar klasemen.

  4. 4. Georgia belum mencetak gol hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027

    ​Performa lini depan Timnas Georgia menjadi sorotan pada awal UEFA Nations League 2026/2027. Skuad berjuluk The Crusaders tersebut belum mencatatkan 1 gol pun dalam 2 pertandingan awal di markas sendiri. Lini serang mereka yang dihuni sederet pemain bintang belum mampu memberikan hasil maksimal bagi para pendukung.

    Kebuntuan Georgia bermula pada matchday pertama saat menyerah 0-1 dari Irlandia Utara lewat gol tunggal Shay Charles pada menit ke-90+9. Tuan rumah sebenarnya mendapatkan peluang emas lewat titik putih, tetapi eksekusi penalti Khvicha Kvaratskhelia mampu ditepis kiper Irlandia Utara, Pierce Charles. Memasuki matchday kedua, tren minim gol tersebut tetap berlanjut setelah Georgia ditahan imbang 0-0 oleh Ukraina. Performa impresif dari barisan pertahanan Ukraina dan kiper, Anatoliy Trubin, yang tampil kokoh mampu membendung tiap gempuran tuan rumah.

  5. 5. Hungaria masih tumpul hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027

    ​Tumpulnya lini serang menjadi persoalan di tubuh Timnas Hungaria di UEFA Nations League 2026/2027. Skuad asuhan Marco Rossi tersebut mencatatkan rekor minor dengan belum mencetak 1 gol pun dari 2 pertandingan. Kebuntuan ini terasa makin menyakitkan lantaran skuad Hungaria dihuni deretan pemain ternama dan kaya akan kreativitas untuk membongkar pertahanan lawan.

    ​Perjalanan minor Hungaria diawali dengan kekalahan tipis 0-1 dari Ukraina di Budapest usai dibobol Danylo Sikan pada menit ke-42. Asa untuk bangkit pada matchday kedua pun kembali kandas saat mereka ditahan imbang tanpa gol (0-0) oleh Irlandia Utara di Windsor Park Stadium. Satu poin dari dua laga ini memaksa Hungaria tertahan di papan bawah klasemen sementara sekaligus memicu evaluasi mendalam bagi lini depan menjelang laga-laga penting berikutnya.

  6. 6. San Marino belum mencetak gol dan kebobolan sepuluh kali

    ​Timnas San Marino harus kembali meratapi kelemahan lini serang mereka saat mengarungi dua laga awal UEFA Nations League 2026/2027. Skuad berjuluk La Serenissima tersebut sama sekali belum mampu membobol gawang lawan setelah melewati dua pertandingan. Barisan penyerang mereka terlihat sangat kesulitan mengembangkan permainan serta menciptakan peluang matang di area pertahanan lawan.

    ​Penderitaan San Marino diawali dengan kekalahan telak 0-7 sewaktu menjamu Finlandia pada pertandingan pembuka. Tren negatif tersebut berlanjut pada matchday kedua setelah mereka dipaksa menyerah dengan skor 0-3 di tangan Albania. Catatan tanpa gol dan kebobolan sepuluh gol makin menenggelamkan San Marino ke dasar klasemen sementara.

  7. 7. Lini depan Belarusia masih mengalami kebuntuan di dua laga awal

    Belarusia cukup memprihatinkan karena belum mencatatkan nama pemainnya di papan skor hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027. Skuad asuhan Roberto Cevoli ini tampak kehilangan kreativitas dalam membangun serangan serta mengeksekusi peluang di area penalti. Barisan lini depan yang tumpul menjadi persoalan utama yang membuat tim ini gagal mengamankan poin penuh dari dua laga awal.

    ​Perjuangan Belarusia pada laga pembuka diwarnai hasil minor sewaktu dipaksa mengakui keunggulan Albania lewat kekalahan 0-2. Usaha mereka untuk bangkit pada matchday kedua pun belum membuahkan hasil maksimal setelah hanya bermain imbang tanpa gol (0-0) saat bertandang ke markas Finlandia. Raihan satu poin tanpa mencetak satu gol pun menjadi sinyal bahaya bagi Belarusia jika ingin bersaing untuk lolos ke babak selanjutnya.

  8. 8. Lini serang tumpul, Latvia belum mencetak gol hingga matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027

    Tumpulnya lini serang menjadi persoalan krusial bagi Timnas Latvia di UEFA Nations League 2026/2027. Skuad berjuluk 11 Vilki ini harus menerima kenyataan pahit lantaran belum menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan hingga matchday kedua. Ketidakmampuan mengonversi peluang menjadi gol membuat langkah mereka menjadi terasa berat sejak awal kompetisi.

    Pada pertandingan pertama, Latvia harus mengakui keunggulan tuan rumah, Armenia, setelah takluk dengan skor 0-2. Diharapkan bangkit pada matchday kedua karena bermain di kandang sendiri, lini depan armada Paolo Nicolato justru kembali tumpul dan harus puas berbagi angka dengan Siprus lewat hasil imbang 0-0. Catatan 1 poin dari 2 laga tanpa mencetak 1 gol pun menjadi sinyal bahaya yang wajib segera dibenahi sebelum melakoni pertandingan berikutnya.

    Tumpulnya lini depan pada awal kompetisi jelas menjadi pekerjaan rumah bagi kedelapan tim nasional di atas. Pembenahan taktik dan penyelesaian akhir sangat dibutuhkan agar mereka tidak makin terpuruk pada laga-laga berikutnya di UEFA Nations League 2026/2027. Menurutmu, negara mana yang akan mengakhiri puasa golnya paling cepat?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More