Timnas Voli Putri Indonesia Finis di Peringkat 6 Asian Games 2026

Voli putri Asian Games 2026 resmi berakhir pada Selasa (22/9/2026), di Aichi, Jepang. China keluar sebagai peraih emas, disusul tuan rumah Jepang dengan perak, dan Thailand dengan perunggu. Sementara itu, timnas voli putri Indonesia mengakhiri persaingan dengan menempati peringkat keenam.
Hasil tersebut menjadi akhir dari perjalanan Indonesia dalam lima pertandingan di Asian Games 2026. Lantas, seperti apa kiprah Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan sejak fase grup hingga laga penentuan peringkat?
1. Membantai Nepal pada laga pembuka fase grup
Timnas voli putri Indonesia mengawali persaingan di Asian Games 2026 dengan melawan Nepal pada fase grup. Laga pembuka ini dimenangkan Mediol Stiovanny Yoku dan kawan-kawan dengan mudah. Mereka menang 3 set langsung dengan skor 25-12, 25-21, dan 25-20 dalam waktu 1 jam 27 menit.
Dalam laga ini, Indonesia unggul dari segi serangan, blok, maupun servis. Namun, permainan mereka masih dibanjiri eror. Mediol Stiovanny Yoku tampil dominan dan berakhir sebagai top skor di pertandingan ini setelah mendulang 14 poin.
2. Kalah dari Jepang pada laga kedua fase grup
Timnas voli putri Indonesia mendapatkan lawan kuat pada laga kedua fase grup Asian Games 2026. Anak asuh Marcos Sugiyama itu harus berhadapan dengan tim tuan rumah sekaligus unggulan teratas, Jepang. Indonesia tak mampu membendung kekuatan Jepang dalam laga ini. Mereka kalah 4 set dengan skor 19-25, 13-25, 25-23, dan 23-25 dalam durasi 1 jam 41 menit.
Indonesia kalah nyaris dari segala aspek dalam laga ini. Satu-satunya keunggulan Indonesia dalam laga ini adalah poin dari servis yang jumlahnya sedikit lebih banyak dari Jepang. Di tengah dominasi Jepang, Mediol Stiovanny Yoku tetap tampil sebagai pemain yang paling produktif bagi Indonesia. Kapten sekaligus outside hitter tersebut menyumbangkan 20 poin yang seluruhnya berasal serangan langsung.
3. Takluk dari Thailand pada perempat final
Memasuki perempat final Asian Games 2026, timnas voli putri Indonesia kembali menghadapi salah satu tim unggulan. Mereka dihadapkan dengan Thailand yang beru saja menjuarai AVC Continental 2026. Dalam pertandingan ini, Indonesia takluk 3 set langsung dengan skor 10-25, 27-29, dan 16-25 dalam waktu 1 jam 15 menit.
Indonesia kembali kesulitan mengembangkan permainan karena kalah dari segi serangan, blok, maupun servis. Kondisi tersebut membuat Indonesia tidak banyak menghasilkan angka. Bahkan, top skor Indonesia dalam laga ini, Azzahra Dwi Febyane, hanya meraih 10 poin.
4. Menang telak atas Vietnam pada laga klasifikasi
Kekalahan atas Thailand pada perempat final membawa timnas voli putri Indonesia ke pertandingan klasifikasi penentuan peringkat 5 hingga 8. Dalam laga ini, Indonesia menghadapi Vietnam yang beleumnya kalah dari China pada perempat final. Meskipun tertinggal dari segi peringkat, Indonesia secara mengejutkan memenangkan laga ini dengan mudah. Srikandi Merah Putih menang 3 set langsung dengan skor 25-20, 25-21, dan 25-18 dalam durasi 1 jam 21 menit.
Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil dominan dengan unggul dari segi serangan, blok, hingga servis. Selain itu, Indonesia juga lebih minim melakukan kesalahan sendiri. Keunggulan Indonesia di berbagai aspek itu turut ditopang oleh performa Maradanti Namira Tegariani di lini depan. Middle blocker tersebut menjadi top skor Indonesia dengan mengoleksi 15 poin sepanjang pertandingan.
5. Kalah dari Taiwan pada laga perebutan peringkat lima
Hasil positif atas Vietnam mengantarkan timnas voli putri Indonesia ke laga perebutan peringkat lima. Kali ini, lawan yang mereka hadapi adalah Taiwan. Indonesia harus mengakui keunggulan Taiwan setelah kalah tiga set langsung dengan skor 15-25, 20-25, dan 11-25 dalam durasi 1 jam 6 menit.
Sepanjang pertandingan, Indonesia tertinggal dalam perolehan poin dari serangan, blok, maupun servis. Di tengah dominasi lawan, Mediol Stiovanny Yoku kembali menjadi pencetak poin terbanyak Indonesia dengan torehan 10 angka. Namun, kontribusinya belum cukup untuk membantu Indonesia mengimbangi permainan Taiwan.
Asian Games 2026 menjadi panggung terakhir timnas voli putri Indonesia musim ini. Menarik dinantikan seperti apa perkembangan tim setelah melewati berbagai pertandingan tahun ini terutama dalam upaya meningkatkan konsistensi permainan saat menghadapi lawan-lawan dengan level permainan lebih tinggi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















