BWI Ajak Masyarakat Bantu Pemulihan Karhutla Lewat Waqf Run 2026

BWI menggelar Waqf Run 2026 untuk menggalang donasi bagi pelestarian hutan dan penanganan isu kebakaran hutan serta lahan.
Peserta menyisihkan Rp50 ribu dari biaya pendaftaran untuk program Wakaf Hijau yang disalurkan melalui yayasan Mosaic.
Acara ini menargetkan Gen Z, dibatasi untuk 1.500 pelari, serta menyediakan hadiah termasuk paket ibadah umrah.
Jakarta, IDN Times - Badan Wakaf Indonesia (BWI) resmi meluncurkan Road to Waqf Run 2026 sebagai ajang pemanasan menuju acara puncak olahraga lari sambil beramal. Ajang lari dengan tema "Berlari, Berwakaf, dan Peduli Hutan Kita" ini akan digelar di Plaza Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu, 29 November 2026.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, BWI kali ini memfokuskan kontribusi donasi pada isu krisis lingkungan hidup hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program berkelanjutan bertajuk The Green Wakaf ini menjadi bukti kalau instrumen keagamaan bisa diandalkan untuk menjaga kelestarian bumi.
1. Lari sambil donasi atasi ancaman emisi karbon
Ketua Panitia Waqf Run, Wahyu Muryadi, menjelaskan inisiatif ini diambil sebagai respons atas kondisi genting yang dihadapi ekosistem hutan Indonesia. Donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui yayasan Mosaic yang berfokus pada pelestarian wilayah hutan yang telah dipetakan secara khusus.
Dari biaya pendaftaran sebesar Rp300 ribu, peserta secara otomatis telah menyisihkan dana Rp50 ribu untuk dialokasikan ke program Wakaf Hijau. Langkah ini sejalan dengan target ambisius pemerintah Indonesia untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060 mendatang.
"Sekarang bumi kita terancam, karbon sudah makin besar. Islam itu rahmatan lil alamin, mendukung kelestarian lingkungan, kalau kita tidak sadar (menjaga), masa kita tidak mau berpartisipasi," kata Wahyu dalam keterangan resmi.
2. Ubah stigma wakaf agar ramah Gen Z
Selain soal lingkungan, ajang ini membawa misi besar untuk meruntuhkan stigma konvensional masyarakat mengenai konsep berwakaf. Selama ini, literasi wakaf di Indonesia masih terjebak pada pakem 3M (Masjid, Madrasah, dan Makam).
Melalui Waqf Run 2026, BWI ingin membuktikan kepada generasi muda, khususnya Gen Z, kalau wakaf bisa dikemas secara interaktif dan kekinian. Konsep berlari sambil berwakaf ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa menjadi amal jariah yang manfaatnya mengalir abadi tanpa batas waktu.
"Kami ingin seluruh pelari dan masyarakat paham bahwa wakaf itu sangat mudah, menyenangkan, dan bisa membantu banyak orang," ujar Kartini selaku perwakilan BWI.
3. Kuota terbatas dan banjir hadiah umrah
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, pihak penyelenggara terpaksa membatasi kuota peserta hanya untuk 1.500 pelari. Pendaftaran kini telah dibuka untuk umum dan masyarakat diimbau untuk bergerak cepat sebelum kuota tersebut ludes.
Sebagai pemanis, panitia telah menyiapkan berbagai hadiah hiburan menarik mulai dari peralatan rumah tangga. Tak tanggung-tanggung, panitia juga menyiapkan hadiah kejutan berupa paket ibadah umrah bagi dua orang pemenang, lengkap dengan uang saku jutaan rupiah.





















