Fans MU Siapkan Aksi Boikot saat Jamu Aston Villa di Old Trafford

Sejumlah kelompok suporter Manchester United menyiapkan boikot ekonomi saat laga melawan Aston Villa di Old Trafford.
Protes mencakup larangan berbelanja, pelepasan balon hijau-emas, serta aksi walk out pada menit ke-21.
Laga tersebut diprediksi memengaruhi nasib Michael Carrick setelah MU meraih satu kemenangan dari sembilan pertandingan liga.
Jakarta, IDN Times - Manchester United mendapat kabar buruk jelang menjamu Aston Villa di Old Trafford dalam lanjutan premier League, Minggu (8/11/2026) pukul 23.30 WIB. Itu karena sejumlah kelompok suporter mereka tengah menyiapkan aksi boikot.
Mirror melansir, aksi tersebut buntut kemarahan terhadap hancurnya performa tim dan kebijakan manajemen klub. Sejumlah kelompok suporter garis keras menyerukan perlawanan untuk menghentikan aliran uang ke kantong keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe.
1. Haram beli alkohol dan rilis balon protes
Sejumlah aliansi kelompok suporter itu termasuk The 1958 dan The Red Army. Mereka telah menyebarkan seruan kampanye bertajuk 'Reclaim Our Colours' di media sosial.
Dalam aksinya tersebut, mereka meminta seluruh penonton yang hadir di stadion untuk sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun, baik membeli minuman beralkohol atau makanan di dalam Old Trafford.
Pemboikotan ekonomi ini adalah bentuk protes nyata terhadap tumpukan utang klub yang masif dan rencana memindahkan markas bersejarah mereka. Selain boikot jajan, fans juga diinstruksikan untuk melepaskan ribuan balon hijau-emas ke udara saat para pemain keluar melakukan pemanasan.
Aksi ini merupakan lanjutan dari protes sebelumnya di laga melawan Roma, yang melempar bola tenis ke lapangan hingga pertandingan dihentikan sementara. Polisi bahkan sempat menangkap tiga orang suporter yang dianggap sebagai provokator dalam aksi pelemparan tersebut.
2. Aksi Walk Out masal di menit ke-21
Tidak berhenti pada boikot pembelian, selebaran lain yang beredar luas di dunia maya juga menyerukan aksi mogok nonton secara massal. Suporter diminta untuk serentak meninggalkan kursi tribune dan keluar dari stadion saat pertandingan memasuki menit ke-21.
Angka 21 dipilih sebagai simbol sindiran pedas atas 21 tahun rezim kepemimpinan keluarga Glazer yang dinilai telah merusak muruah klub kebanggaannya. Para pendukung merasa klub telah menunjukkan sikap tidak hormat kepada penggemarnya, serta membiarkan standar kualitas tim menurun drastis.
Meski merencanakan aksi boikot, pihak aliansi suporter tetap meminta peserta protes untuk menjaga tata krama sebelum kick-off dimulai. Mereka diwajibkan untuk tetap diam dan menghormati momen mengheningkan cipta sebelum melancarkan badai protes.
3. Nasib Carrick ditentukan di tengah kekacauan
Situasi yang sangat tidak kondusif di tribune penonton ini berpotensi dapat mengganggu fokus para pemain di atas lapangan. Padahal, laga ini diprediksi menjadi penentu nasib Michael Carrick di kursi panas pelatih.
Di sisi lain, MU mencatatkan awal musim terburuk sejak 1986, dengan hanya meraih satu kemenangan dari sembilan laga liga. Jika gagal menang melawan skuad asuhan Unai Emery, manajemen diyakini akan menggunakan jeda internasional dua minggu depan untuk segera memecat Carrick.
Nama-nama mentereng seperti Eddie Howe, Julian Nagelsmann, dan Antonio Conte dilaporkan masuk dalam radar untuk menggantikan posisi sang legenda klub.





















