Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Skenario Juara Premier League Arsenal vs ManCity, Ada Skema Menegangkan

Skenario Juara Premier League Arsenal vs ManCity, Ada Skema Menegangkan
Para pemain Arsenal merayakan gol Kai Havertz ke gawang Sporting Lisbon (AFP / Filipe Amorim)
Intinya Sih

  • Persaingan gelar Premier League memanas setelah Arsenal kalah dari Bournemouth dan Manchester City menang atas Chelsea, membuat jarak poin bisa menyempit menjadi tiga dengan satu laga tunda milik City.
  • Pertemuan Arsenal dan ManCity di Etihad Stadium pada 19 April 2026 berpotensi jadi penentu, karena hasilnya bisa membuat kedua tim memiliki poin sama hingga akhir musim.
  • Jika poin dan selisih gol sama, penentuan juara akan bergantung pada produktivitas gol, rekor head-to-head, hingga kemungkinan ekstrem berupa laga play-off penentu gelar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Persaingan gelar Premier League musim ini semakin panas. Kemenangan Manchester City atas Chelsea usai Arsenal kalah dari Bournemouth di pekan 32, membuat skenario yang muncul begitu seru.

Dengan tabungan satu laga, ManCity bisa saja menempel Arsenal karena jarak poinnya bisa cuma menjadi tiga. Semakin menegangkan, karena Arsenal dan ManCity masih akan jumpa di Etihad Stadium, 19 April 2026 mendatang.

Andai ManCity menang, maka permutasinya akan lebih ketat. Persaingan gelar bahkan bisa ditentukan lewat detail kecil. Seperti apa?

1. Berapa poin maksimal Arsenal dan ManCity?

potret stadion Manchester CIty, Etihad Stadium
potret stadion Manchester CIty, Etihad Stadium (pexels.com/scgough)

Memperhitungkan posisi sekarang, poin maksimal yang bisa diraih Arsenal adalah 88. Sementara, ManCity maksimal bisa meraup 85 angka.

Nah, satu dari tiga poin yang tersisa dalam enam hingga tujuh laga tersisa, masih diperebutkan Arsenal dan Chelsea secara langsung. Andai ManCity yang menang, maka Arsenal hanya memiliki maksimal poin hingga 85, sama dengan ManCity. Kalau situasi seperti ini, bagaimana juara bisa ditentukan?

2. Selisih gol bisa jadi penentu

Andai skenario ManCity yang menang atas Arsenal akhir pekan nanti, lalu tiga poin tersisa sama-sama dimenangkan, maka penentuan gelar akan ditentukan lewat detail kecil. Selisih gol bisa menjadi penentu siapa yang berhak menjadi juara.

Ditinjau dari posisi sekarang, Arsenal juga masih unggul dalam urusan selisih gol. Jika kondisi tersebut terjadi hingga akhir musim, maka Arsenal akan jadi juara. Namun, patut diingat selisih gol Arsenal cuma unggul +1 atas ManCity. Jadi, kalau Arsenal kalah dari ManCity akhir pekan nanti, petanya berubah drastis. Selanjutnya, jika selisih gol sama, maka diturunkan lagi ke produktivitas gol untuk menentukan siapa yang juara di musim 2025/26.

3. Play-off juga bisa jadi penentu

Etihad Stadium, markas Manchester City
potret Etihad Stadium, markas Manchester City (unsplash.com/@supergios)

Lalu, ketika selisih gol dan produktivitas masih sama, maka akan ada skenario lain yang harus ditempuh. Rekor head-to-head antarklub yang terlibat akan dilihat lebih lanjut. Kemudian, ketika catatannya menunjukkan saling mengalahkan, maka skor dari tiap pertandingan kandang-tandang yang terjadi akan menentukan. Jadi, siapa yang skornya lebih besar, bakal menang.

Nah, ketika semua syarat itu tak berlaku karena posisinya seimbang, skenario gila lainnya akan ditempuh, melalui laga play-off. Dalam era modern, hal ini belum pernah terjadi, karena seluruh tim yang terlibat umumnya mampu mengunci gelar dengan skenario normal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More