5 Alasan Neymar Bisa Hengkang Dari PSG Menuju Real Madrid

Sempat mereda berkat kunjungan Presiden PSG ke Brasil yang dibarengi dengan komentar sang Ayah, bintang PSG dan timnas Brasil kembali memicu kontroversi mengenai masa depannya di klub anggota Ligue 1 ini.
Kali ini pernyataannya kepada sebuah media Brasil, Esporte Interativo dengan menyatakan bahwa 'lima bulan di Prancis serasa lima tahun' kembali memunculkan spekulasi mengenai komitmennya menyelesaikan kontrak, yang ditandatanganinya bulan Agustus tahun lalu, demikian dilansir dari Sky Sports.
Ada berbagai alasan Neymar yang kini berada di kampung halamannya untuk menjalani proses penyembuhan cedera metatarsal saat melawan Marseille bulan lalu.
Laman Marca mencatat setidaknya ada lima alasan yang bisa membuat Neymar memutuskan keluar dari pintu PSG menuju Real Madrid sudah, yang menunggunya di pintu lainnya.
1. Perlakuan kasar dari pemain lawan

Neymar menganggap bahwa para pemain lawan di Ligue 1 bersikap terlalu kasar terhadap dirinya sepanjang laga.
Di kompetisi Prancis ini, Neymar tercatat dilanggar sebanyak hampir 6 kali (5,7) per laga, sementara di Spanyol hanya sebanyak 3,5 kali per laga.
2. Tidak merasa aman dengan wasit

Neymar juga merasa tidak aman bermain di lapangan. Karena menganggap wasit yang memimpin laga tidak melindungi dirinya dari pelanggaran pemain lawan, dengan merujuk pada poin pertama di atas.
3. Level teknis yang masih kurang

Neymar merasa bahwa level teknis pemain Ligue 1 masih tertinggal dibandingkan dengan level di La Liga atau Liga Premier. Akibatnya kemungkinan untuk terpilih sebagai pemain terbaik dunia menjadi berkurang.
4. Kondisi lapangan yang buruk

Neymar juga terkejut dengan kondisi lapangan buruk di Prancis, yang menurutnya merupakan sebuah trik untuk menghentikan klubnya memainkan gaya permainan mereka. Selain itu rumput yang tinggi dan lubang di lapangan meningkatkan risiko mengalami cedera.
5. Perjalanan dan pertemuan tim

Neymar dikabarkan tidak nyaman dengan perjalanan laga tandang menggunakan bis. Karena letak kandang lawan yang dekat. Selain itu sang bintang juga tidak terlalu menyukai kebijakan Unai Emery yang mengumpulkan para pemain malam jelang laga kandang, sesuatu yang tidak pernah terjadi di Barcelona.


















