5 Klub Terboros dalam Bursa Transfer Sedekade Terakhir

Bursa transfer pemain sepak bola mulai bergeliat dengan sibuk. Ini ditandai dengan banyaknya pemain keluar-masuk sebuah klub. Beberapa transfer tak jarang memakan biaya fantastis.
Dalam sedekade terakhir, ada peningkatan arus transfer pemain sepak bola di liga-liga top Eropa. Segelintir klub papan atas juga menorehkan rekor sebagai tim terboros dalam bursa transfer.
1. Manchester City (1,65 miliar euro)

Manchester City memegang predikat sebagai klub terboros dalam bursa transfer sedekade terakhir. The Cityzens telah menggelontorkan dana fantastis, 1,65 miliar euro atau sekitar Rp27 triliun, untuk mendaratkan 260 pemain ke Etihad Stadium.
Kemudahan Manchester City dalam memboyong incarannya tak lepas dari dukungan dana melimpah usai diakuisisi investor Timur Tengah, Sheikh Mansour. Sejak saat itu, The Cityzens dengan segera merekrut pemain-pemain berharga fantastis.
Hal tersebut acap kali terjadi saat Manchester City ditangani Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu menyusun skuad terbaiknya dengan rentetan pemain bernominal fantastis. The Cityzens juga memecahkan rekor transfer klub usai merekrut Jack Grealish pada musim panas 2021.
2. Chelsea (1,59 miliar euro)

Dimiliki pengusaha kaya raya asal Rusia, Roman Abramovich, Chelsea terus meningkatkan reputasinya. Dalam urusan bursa transfer saja, The Blues terkenal royal dengan mengeluarkan dana besar dalam sedekade terakhir, tepatnya 1,59 miliar euro atau sekitar Rp26 triliun.
Dari kucuran dana itu, Chelsea sukses mengangkut 342 pemain ke Stamford Bridge. Beragam cerita mewarnai perjalanan The Blues dalam mendatangkan pemain incarannya itu. Bahkan, Chelsea sudah beberapa kali memecahkan rekor transfer klub.
Paling hangat jelas kepulangan Romelu Lukaku, yang menjadi pembelian termahal Chelsea. Selain itu, sejumlah nama lain, seperti Alvaro Morata dan Kepa Arrizabalaga, juga digaet dengan harga mencengangkan. Namun, performa mereka justru tak sesuai harga mahalnya itu.
3. Barcelona (1,54 miliar euro)

Meski dirundung krisis finansial dalam beberapa musim terakhir, Barcelona tetap masuk jajaran klub terboros di dalam daftar ini. Klub Catalan itu menghabiskan biaya 1,54 miliar euro atau sekitar Rp25,1 triliun dalam sedekade terakhir hanya untuk merekrut 156 pemain.
Sering menggaet pemain dengan harga mahal, Barcelona justru punya pengalaman buruk di dalamnya. Hal ini bisa dilihat dari ketiga rekrutan termahal La Blaugrana yang direkrut dalam waktu yang nyaris berdekatan, yaitu Ousmane Dembele, Philippe Coutinho, dan Antoine Griezmann.
Ketiga nama di atas sama-sama didatangkan Barca dengan biaya mencapai lebih dari 100 juta euro. Namun, mereka justru tak mampu tampil maksimal. Hanya ada beberapa rekrutan mahal Barca yang sukses menunjukkan kualitasnya, sebut saja Neymar, Luis Suarez, dan Frenkie de Jong.
4. Manchester United (1,49 miliar euro)

Prestasi Manchester United cenderung fluktuatif semenjak ditinggal Sir Alex Ferguson. Namun, dalam urusan bursa transfer, The Red Devils tetap punya daya tarik tersendiri. Dalam sedekade terakhir saja, Manchester United sukses mendaratkan 167 pemain ke Old Trafford.
Untuk menggaet para pemain itu, Setan Merah harus mengeluarkan biaya besar mencapai 1,49 miliar euro atau sekitar Rp24,3 triliun. Beberapa pemain punya kontribusi besar di balik tingginya dana yang dikeluarkan Manchester United dalam bursa transfer 10 tahun ke belakang.
Pertama, ada Paul Pogba yang kembali pulang ke Manchester dengan status rekrutan termahal klub. Tak hanya pemain Prancis itu, nama-nama lain, seperti Harry Maguire, Jadon Sancho, hingga Aaron Wan-Bissaka, mampu meluluhkan hati manajemen United untuk mengeluarkan biaya selangit.
5. Juventus (1,49 miliar euro)

Juventus melengkapi daftar lima klub terboros dalam bursa transfer sedekade terakhir. Terdapat hal menarik di balik borosnya klub asal Turin itu. Dibandingkan klub-klub di atas, Si Nyonya Tua cenderung lebih mampu mengelola keuangannya secara merata terhadap tiap transfer pemain.
Juventus mengeluarkan biaya 1,49 miliar euro atau sekitar Rp24,3 triliun untuk merekrut 533 pemain dalam sedekade terakhir. Hanya ada satu rekrutan yang diboyong dengan biaya lebih dari 100 juta euro, yaitu Cristiano Ronaldo, pada 2018/2019 lalu.
Sedangkan, sisanya Juventus mendaratkan pemain lain, seperti Gonzalo Higuain, Matthijs de Ligt, hingga Paulo Dybala ke Allianz Stadium. Dari investasi itu, Si Nyonya Tua sukses mendominasi kancah Serie A dalam 10 tahun ke belakang.
Klub-klub di atas rela mengucurkan biaya mahal demi mendatangkan pemain-pemain incarannya. Hal tersebut ternyata sejalan dengan prestasi yang mereka raih dan sukses bersaing di papan atas liganya masing-masing.


















