FPTI Tunggu Hak Jawab Eks Pelatih soal Kasus Pelecehan Seksual

- FPTI menunggu hak jawab pelatih yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual setelah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan internal.
- Tim Pencari Fakta FPTI terus bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan terkait dugaan pelecehan di pelatnas panjat tebing.
- Proses hukum kasus ini juga ditangani Bareskrim, sementara FPTI menegaskan komitmennya menegakkan hukum secara internal dan eksternal.
Jakarta, IDN Times - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) buka suara terkait perkembangan kasus pelecehan seksual di pemusatan latihan (pelatnas). Saat ini, mereka masih menunggu hak jawab dari eks pelatihnya, Hendra Basir, yang diduga menjadi pelaku.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyebut hak jawab pelatih masih ditunggu, karena yang bersangkutan mangkir usai dua kali dipanggil. Dia belum memenuhi panggilan untuk melakukan pemeriksaan internal.
"Sudah melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku, sudah dua kali. Terduga pelaku tidak mendatangi pemeriksaan internal oleh tim pencari fakta (TPF) dua kali," ujar Yenny di Bekasi, Jumat (3/4/2026).
1. TPF masih terus bekerja mengumpulkan fakta

Yenny menegaskan, TPF yang dibentuk FPTI terus bekerja mengumpulkan fakta dan bukti terkait kejadian tersebut. Meski tak terdengar kabar, dia menyebut TPF terus bekerja.
"Perkembangan terbaru pada saat ini kalau tim pencari fakta internal FPTI tetap bekerja, sedang bekerja (mengumpulkan fakta dan bukti terkait kejadian)," ujar Yenny.
2. Ada juga yang sudah diurus oleh Bareskrim

Sementara, terkait kasus yang telah menjalani mekanisme hukum, Yenny tak bisa memberikan keterangan lebih jauh. Sebab, hal itu sudah di luar wewenangnya, karena telah masuk ranah Bareskrim.
"Sementara itu kalau proses di polisi sendiri berjalan terpisah. Nah itu harus ditanya kepada Bareskrim," kata Yenny.
3. FPTI siap menegakkan hukum

FPTI menegaskan, terkait proses penegakan hukum kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkup pelatnas panjat tebing, akan mengurusnya secara menyeluruh, baik secara internal maupun di ranah hukum.
Sebelumnya, sebanyak lima atlet panjat tebing membuat laporan ke Mabes Polri terkait dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan Hendra Basir. Kasus ini sempat membuat FPTI jadi sorotan.
















