Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Rekor Spanyol Usai Bungkam Austria pada 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim Nasional Spanyol saat berlaga di Piala Dunia 2026. (AFP/Roberto Schmidt)
  • Spanyol menang 3-0 atas Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026, memastikan langkah ke 16 besar dan mengakhiri puasa kemenangan fase gugur sejak juara pada 2010.
  • Tim La Roja belum kebobolan sepanjang turnamen, dengan Unai Simon mencatat rekor clean sheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia, mencapai total 519 menit tanpa kebobolan.
  • Lamine Yamal dan Pau Cubarsí mencetak sejarah sebagai dua remaja starter di fase gugur, sementara Yamal juga menjadi pemain Eropa termuda yang meraih 10 kemenangan di turnamen besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Spanyol memetik kemenangan mutlak 3-0 atas Austria pada 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka berpesta di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, Amerika Serikat, Jumat (3/7/2026) dini hari WIB. Hasil ini memastikan La Roja melaju ke 16 besar Piala Dunia 2026.

Gol Spanyol dipersembahkan Mikel Oyarzabal (36’ dan 89’) dan Pedro Porro (66’). Gol-gol itu bersanding dengan rekor-rekor Spanyol usai melawan Austria. Apa saja?

1. Memenangi laga fase gugur pertama sejak 16 tahun lalu

Kemenangan Spanyol atas Austria pada 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertama kalinya La Roja berhasil memenangkan fase gugur Piala Dunia sejak 2010 silam. Pada 2014, Spanyol bahkan gagal lolos dari fase grup. Lalu, pada 2018, La Roja kandas pada babak 16 besar dari Rusia dalam adu penalti.

Catatan buruk berlanjut pada 2022. Spanyol kandas pada 16 besar usai babak belur melawan Maroko hingga adu penalti. Hasil buruk tersebut akhirnya putus setelah 16 tahun. Salah satu aktor terbesar dari keberhasilan ini adalah Mikel Oyarzabal yang mencetak brace.

2. Tak pernah kebobolan sejak fase grup Piala Dunia 2026

Spanyol belum pernah kalah di Piala Dunia 2026. Termasuk sejak fase Grup H yang diisi bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
Tak hanya itu, gawang Spanyol belum pernah terbobol lawan. Laga melawan Tanjung Verde berakhir imbang dengan skor 0-0.

Sementara itu, duel melawan Arab Saudi diakhiri dengan pesta gol 4-0. Spanyol menutup perjalanan pada fase Grup H dengan kemenangan 1-0 atas Uruguay. Mereka kemudian memetik kemenangan 3-0 atas Austria pada 32 besar.

3. Unai Simon menjadi kiper dengan catatan tidak kebobolan paling lama

Kiper Spanyol, Unai Simon, ikut mencatatkan rekor. Clean Sheet dalam laga melawan Austria memastikannya menjadi kiper dengan catatan tidak kebobolan paling lama sepanjang sejarah Piala Dunia. Tepatnya selama 519 menit.

Unai Simon melampaui rekor kiper legendaris Spanyol, Iker Casillas. Pendahulunya itu hanya membukukan 476 menit. Tak hanya itu, Simon bahkan melampaui catatan kiper legendaris Italia, Walter Zenga, yang memiliki catatan 517 menit di Piala Dunia.

4. Lamine Yamal membukukan sejumlah rekor

Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menorehkan sederet rekor. Opta Joe mencatat, Yamal selalu meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan sebagai starter di turnamen besar bersama Spanyol. Ia disebut sebagai pemain Eropa kedua yang mencatatkan rekor setelah Dries Mertens bersama Belgia.

Bahkan, Opta Joe melaporkan, Lamine Yamal menjadi pemain Eropa termuda dalam sejarah yang mencatatkan sepuluh kemenangan di turnamen besar. Usianya baru 18 tahun 354 hari. Yamal memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang bintang Prancis, Kylian Mbappe. Striker Prancis itu mencapai rekor pada usia 23 tahun 355 hari alias 5 tahun lebih tua dibanding Yamal.

5. Pau Cubarsi dan Lamine Yamal menjadi duo remaja yang dipasang sebagai starter pada fase gugur

Pemain muda Spanyol menjadi sorotan dalam laga melawan Austria. Centre Goals mencatat, Pau Cubarsi (19 tahun) dan Lamine Yamal (18 tahun) menjadi dua pemain remaja pertama di Piala Dunia 2026 yang sama-sama menjadi starter dalam laga fase gugur. Catatan macam itu terakhir kali tercipta 68 tahun lalu. Tepatnya saat Pele dan Jose Altafini melakukannya bersama Brasil saat menghadapi Wales pada perempat final Piala Dunia 1958.

Setelah ini, Spanyol akan melanjutkan perjalanan ke 16 besar. Mereka lolos ke sana usai mengalahkan Austria. Pau Cubarsi, Lamine Yamal, dan pemain lainnya punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi juara dunia. Mereka makin dekat dengan trofi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article