Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aksi Protes Krisis Orang Hilang Warnai Persiapan Piala Dunia 2026

Aksi Protes Krisis Orang Hilang Warnai Persiapan Piala Dunia 2026
FIFA WORLD CUP (https://unsplash.com/id/@myprofittutor)
Intinya Sih
  • Menjelang Piala Dunia 2026, aktivis dan keluarga korban orang hilang di Meksiko menggelar aksi di sekitar Stadion Azteca untuk menyoroti krisis kemanusiaan yang masih berlangsung.
  • Sejak operasi antinarkoba 2006, sekitar 130 ribu orang dilaporkan hilang di Meksiko, dan PBB menyebut situasi ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan karena banyak keluarga mencari tanpa kepastian.
  • Para aktivis berharap sorotan global selama Piala Dunia dapat menekan pemerintah agar lebih serius menangani kasus orang hilang serta memperbaiki isu keamanan dan hak asasi manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, para aktivis dan keluarga korban orang hilang di Meksiko menggelar aksi di sekitar Azteca Stadium, Mexico City. Mereka memasang foto-foto korban hilang dan menyerukan perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan yang masih terjadi di Meksiko ketika persiapan pesta sepak bola terbesar dunia berlangsung.

Aksi tersebut dilakukan hanya beberapa pekan sebelum Meksiko memainkan laga pembuka Piala Dunia melawan Afrika Selatan pada 12 Juni 2026 mendatang.

 

1. Lebih dari ratusan ribu orang hilang di Meksiko

Berdasarkan laporan France 24, sekitar 130 ribu orang tercatat hilang di Meksiko sejak pemerintah meluncurkan operasi pemberantasan narkoba pada 2006. Namun, sejumlah pakar menilai angka sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Bahkan pada April 2026 lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut krisis tersebut sangat serius hingga dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Situasi ini membuat banyak keluarga korban terus melakukan pencarian secara mandiri selama bertahun-tahun tanpa kepastian.

2. Piala Dunia jadi media yang efektif

Para aktivis sengaja memilih area sekitar Azteca Stadium untuk melakukan kampanye karena stadion tersebut akan menjadi salah satu pusat perhatian dunia saat Piala Dunia 2026 berlangsung.

Apalagi, Meksiko diperkirakan akan menerima sekitar lima juta wisatawan selama Piala Dunia 2026 yang digelar bersama Amerika Serikat dan Kanada. Para aktivis berharap sorotan internasional itu bisa ikut menekan pemerintah agar lebih serius menangani kasus orang hilang.

Saat beraksi, para aktivis dan keluarga membawa poster wajah korban hilang dan meneriakkan slogan protes di depan publik. Salah satu slogan yang mereka teriakkan adalah, "Bola akan pulang ke rumah, lalu kapan anak-anak kami pulang?"

Vanesa Gomez, seorang ibu yang mencari putrinya sejak tahun lalu, melontarkan kritik bahwa pada saat Piala Dunia dimulai, ingin menunjukkan seberapa mengerikan kasus orang hilang di Meksiko.

"Kami ingin wisatawan yang datang ke kota ini melihat, krisis orang hilang benar-benar serius," ujar Vanesa.

Gabriel Diaz, yang masih mencari saudara perempuannya, mengatakan isu orang hilang seharusnya mendapat perhatian sebesar persiapan Piala Dunia itu sendiri.

"Sama seperti Piala Dunia penting bagi Mexico City, orang-orang yang hilang juga harus sama pentingnya,"kata Gabriel.

3. Aktivis minta pemerintah lebih serius

Selain isu orang hilang, Meksiko juga menghadapi sorotan terkait keamanan dan hak asasi manusia menjelang Piala Dunia 2026. Beberapa bulan terakhir, kekerasan kartel di wilayah Jalisco serta isu diskriminasi suporter kembali menjadi perhatian FIFA dan komunitas internasional.

Meski pemerintah Meksiko terus menjamin keamanan selama turnamen berlangsung, banyak aktivis berharap sorotan dunia terhadap Piala Dunia bisa membantu memberikan tekanan agar krisis orang hilang ditangani lebih serius.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More