Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ancelotti Ungkap Alasan Tolak Latih Timnas Italia, Bantah Masalah Kontrak
Pelatih Brasil asal Italia, Carlo Ancelotti, berbicara dengan penyerang, Vinicius Junior, selama pertandingan sepak bola Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Maroko di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 14 Juni 2026. (AFP/Mauro Pimentel)
  • Carlo Ancelotti mengonfirmasi menolak tawaran melatih timnas Italia karena ingin menghormati komitmennya bersama CBF dan Brasil, bukan akibat persoalan kontrak.
  • Ancelotti memilih bertahan meski Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026, hasil terburuk Selecao sejak 1990, karena masih melihat potensi masa depan.
  • Pelatih 67 tahun itu menyiapkan regenerasi skuad Brasil dengan memprioritaskan pemain baru, sambil membuka peluang bagi sebagian pemain senior untuk tetap dipanggil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Carlo Ancelotti buka suara soal penolakannya menjadi pelatih Timnas Italia. Ia memastikan, memang mendapat tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait posisi juru taktik Gli Azzurri.

Hanya saja, Ancelotti tak bisa mengambilnya lantaran masih berstatus sebagai pelatih Brasil. Menurutnya, menegaskan keputusannya sama sekali tidak dipengaruhi oleh urusan kontrak.

1. Bukan menolak karena alasan kontrak

Partai Brasil versus Maroko di Piala Dunia 2026 (AFP / Charly Triballeau)

Ancelotti mengakui dirinya memang mendapat pendekatan dari Italia usai Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, ia menampik menolak itu karena faktor kontrak yang ditawarkan.

Pelatih berusia 67 tahun itu menegaskan, dirinya ingin menghormati komitmen yang telah dibangun bersama Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).

"Ini bukan masalah kontrak, itu bukan alasannya. Ini karena saya memiliki komitmen kepada CBF dan kepada negara ini, karena negara ini telah menyambut saya dengan sangat hangat selama tahun pertama saya,” ujar Ancelotti, mengutip ESPN.

Sambutan hangat yang diterimanya selama satu tahun pertama menangani timnas Brasil menjadi alasan terbesar Ancelotti untuk bertahan.

"Saya ingin tetap di sini. Dan saya berterima kasih kepada Federasi Italia, tentu saja, tetapi saya ingin tetap di sini karena saya percaya ini adalah hal yang benar dan adil untuk tetap berada di negara yang telah menyambut saya dengan sangat hangat, di institusi yang telah memberi saya kesempatan untuk bekerja,” kata Ancelotti.

2. Misi yang belum selesai bersama timnas Brasil

Ekspresi kecewa penyerang Brasil, Neymar, setelah gawang timnya dibobol oleh penyerang Norwegia, Erling Braut Haaland, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Minggu (5/7/2026). (Foto: Odd ANDERSEN / AFP)

Ancelotti merasa masih punya misi besar yang belum selesai bersama Brasil. Perjalanan Ancelotti bersama Brasil tak sepenuhnya berjalan sesuai harapan setelah Selecao tersingkir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Hasil ini malahan menjadi pencapaian terburuk Brasil di ajang Piala Dunia sejak edisi 1990.

"Hasil Piala Dunia tidak bagus; itu mengecewakan semua orang, dan kami semua sedih. Tetapi kami harus melihat apa yang sudah terjadi dengan satu mata dan melihat ke masa depan dengan mata yang lain, karena kelompok pemain berikutnya. Negara ini memiliki pemain-pemain berbakat, dan kami bisa membangun masa depan yang positif,” kata Ancelotti.

3. Siapkan regenerasi timnas Brasil

Penyerang Norwegia, Erling Braut Haaland (kanan), menyundul bola untuk mencetak gol pertama bagi timnya setelah melewati kawalan bek Brasil, Gabriel Magalhaes. Momen ini terjadi dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Minggu (5/7/2026). (Foto: Jewel SAMAD / AFP)

Ancelotti mengisyaratkan akan memulai regenerasi besar di skuad Brasil. Sejumlah pemain senior diperkirakan akan digantikan oleh wajah-wajah baru.

Salah satunya, Neymar Jr. yang sudah memutuskan pensiun dari tim nasional. Ancelotti meyakini, generasi baru akan lebih baik ketimbang generasi lama yang sudah ada.

Meski tidak menutup peluang beberapa pemain senior tetap dipanggil, Ancelotti menegaskan fokus utamanya adalah membangun era baru. 

"Yang kami pikirkan adalah, beberapa pemain senior mungkin masih masuk skuad, tetapi kami harus melihat ke arah siklus baru, dan kami akan melihat ke arah siklus baru serta membawa pemain-pemain baru. Ini adalah bab yang akan segera berakhir. Tentu saja, kami harus berterima kasih kepada mereka semua, dan saya memiliki rasa hormat yang besar kepada mereka semua,” kata Ancelotti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article