Ronaldo Desak Suporter yang Hina Jota Dilarang ke Stadion

- Cristiano Ronaldo mengecam suporter Al Taawoun yang diduga mengejek kematian Diogo Jota saat Al Hilal menang 6-0 atas Al Taawoun, dan meminta mereka dilarang masuk stadion.
- Ruben Neves menunjukkan kekecewaan atas ejekan tersebut, sementara pemain Arab Saudi Saleh Abu Al Shamat menilai tindakan itu melampaui rivalitas serta mencoreng nilai Islam.
- Diogo Jota, yang meninggal dalam kecelakaan mobil bersama saudaranya pada Juli 2025, merupakan sahabat dekat Neves; keduanya pernah bermain bersama di Wolverhampton dan Timnas Portugal.
Jakarta, IDN Times - Pemain Al Nassr, Cristiano Ronaldo mengecam aksi fans yang diduga mengejek kematian Diogo Jota di hadapan Ruben Neves. Kapten Timnas Portugal itu meminta agar mereka tidak lagi diizinkan masuk stadion.
Neves, yang berkarier di Arab Saudi sejak 2023, tampil membela Al Hilal saat menghadapi Al Taawoun pada Sabtu (12/9/2026) waktu setempat. Al Hilal menang telak dengan skor 6-0 dalam laga itu.
Gabriel Martinelli menjadi bintang kemenangan dengan mencetak hat-trick. Sementara itu, penyerang asal Inggris, Ollie Watkins, menyumbangkan dua gol.
Namun, kemenangan besar tersebut ternoda oleh aksi sejumlah fans Al Taawoun. Rekaman video memperlihatkan Neves bereaksi ketika suporter diduga meneriakkan nama Jota secara mengejek.
1. Neves kesal, Ronaldo ikut kesal
Jota merupakan mantan pemain Liverpool dan Wolverhampton Wanderers yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil tragis bersama saudaranya, Andre Silva, pada Juli 2025.
Usai pertandingan, Neves mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan tersebut. Dia pun berharap fans yang mengejek tersebut dapat balasan setimpal.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat perhatian Ronaldo. Dia meminta kompetisi sepak bola di Arab Saudi mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang bertanggung jawab.
"Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku fans seperti ini. Orang-orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi," cuit Ronaldo di Instagram pribadinya.
2. Pemain Arab Saudi ikut mengecam
Pemain Timnas Arab Saudi, Saleh Abu Al Shamat, juga menyampaikan kecamannya setelah insiden tersebut. Dia mengaku merasa memiliki tanggung jawab sebagai seorang Muslim untuk angkat bicara.
"Saya ingin menyoroti sesuatu yang kita semua saksikan hari ini. Saya merasa ini adalah kewajiban sebagai seorang Muslim untuk membagikan hal ini dan meningkatkan kesadaran," tulis Al Shamat melalui Instagram.
Dia menegaskan tindakan sejumlah suporter Al Taawoun dalam pertandingan melawan Al Hilal bukan sekadar persoalan rivalitas antarklub, tetapi juga menyangkut citra Islam.
"Tidak ada seorang pun yang sempurna. Namun, terkait tindakan sejumlah suporter Al Taawoun selama pertandingan melawan Al Hilal, ini bukan hanya tentang klub kita. Hal ini juga menyangkut agama besar kita, Islam," ujar Al Shamat.
"Seberapa sengit pun rivalitas atau situasinya, kita tidak boleh merendahkan diri dengan bersuka cita atas kematian seseorang, melakukan fitnah, atau menyerang keluarga maupun orang yang telah meninggal," lanjutnya.
3. Neves dan Jota bersahabat
Neves dan Jota memiliki hubungan yang sangat dekat. Keduanya pernah bermain bersama di Wolverhampton Wanderers serta Timnas Portugal. Neves bahkan memiliki tato bergambar mantan rekan setimnya tersebut di kakinya.
Neves juga pernah mengungkapkan, masih berkomunikasi dengan Jota ketika masih hidup melalui grup percakapan WhatsApp. Grup tersebut juga beranggotakan Rute, istri Jota.
"Saya masih berbicara dengannya. Hanya sedikit orang yang mengetahui hal ini. Kami memiliki grup WhatsApp bersama Rute dan Diogo (Jota). Grup itu masih ada dan kami masih terus berbicara di sana," ujar Neves.



















