Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Andai Emosi Terkontrol, Jalan Persija Bisa Lebih Mudah Jadi Juara

Andai Emosi Terkontrol, Jalan Persija Bisa Lebih Mudah Jadi Juara
Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Intinya Sih
  • Pelatih Persija, Mauricio Souza, menyoroti banyaknya poin hilang musim ini akibat emosi pemain yang tak terkontrol dan sering berujung kartu merah.
  • Sousa menilai jika pemain lebih tenang, posisi Persija di klasemen Super League 2025/26 bisa jauh lebih baik dalam perebutan gelar juara.
  • Menjelang laga kontra PSIM Yogyakarta, Souza meminta pemain menjaga emosi agar fokus menghadapi persaingan ketat dengan Borneo FC dan Persib di papan atas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta akan melanjutkan perjalanan mereka di Super League 2025/26. Pada Rabu (22/4/2026), mereka akan bersua PSIM Yogyakarta dalam laga pekan 29 di Bali.

Jelang laga tersebut, pelatih Persija, Mauricio Souza berandai-andai. Dia menyebut, jikalau timnya bisa menahan emosi, situasi timnya akan jauh lebih baik di klasemen sementara Super League sekarang.

1. Banyak poin hilang karena emosi tak terjaga

Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Souza mengungkapkan, musim ini Persija banyak kehilangan poin karena emosi pemain tak terkontrol. Bukan tanpa sebab, emosi ini selalu berujung kartu, dan tak jarang itu adalah kartu merah.

"Karena masalah itu (jaga emosi) kita banyak dapat beberapa kartu. Kita tertinggal berapa poin itu di dalam pertandingan karena kerap ada kartu merah buat kami," kata Souza dalam sesi jumpa pers jelang laga.

2. Bisa berada di posisi lebih baik

Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Dalam konteks perebutan gelar juara, Souza mengaku emosi dan kartu ini mengganggu Persija. Ada laga-laga ketika Persija semestinya bisa menang, urung terjadi lantaran kartu merah atau emosi pemain yang meletup-letup.

"Kita tahu kalau kita tidak bisa mengontrol emosi bisa sangat rugi dalam mengarungi Super League. Jikalau pemain kami lebih tenang, mungkin situasi kami di klasemen akan jauh lebih baik," ujar Souza.

3. Meminta pemain bisa jaga emosi di sisa musim

Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)
Persija lawan PSBS Biak di Super League 2025/26. (Dok. Persija)

Di sisa musim 2025/26 ini, Souza tak letih-letihnya meminta para pemain Persija bisa kontrol emosi. Apalagi, saat ini persaingan di papan atas juga masih panas antara Persija, Borneo FC, dan Persib.

"Saya sudah bicara dengan para pemain Persija tentang situasi-situasi itu, untuk kita bisa mengontrol emosi di dalam lapangan, kita harus kontrol masalah seperti itu. Apa pun keputusan wasit, patuhi saja," kata Souza.

Dilansir Transfermarkt, catatan kartu Persija di Super League 2025/26 mengkhawatirkan. Mereka jadi tim dengan kartu merah terbanyak kedua, yakni delapan kartu merah. Mereka juga sudah mengoleksi 59 kartu kuning.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in Sport

See More