Hojlund Bersinar di Napoli, Giggs Minta MU Duetkan dengan Sesko

- Rasmus Hojlund menunjukkan kebangkitan di Napoli dengan mencetak 14 gol dari 39 laga, setelah sebelumnya dianggap gagal di Manchester United.
- Ryan Giggs menyarankan MU memulangkan Hojlund dan memasangkannya dengan Benjamin Sesko untuk meningkatkan daya serang tim.
- Kombinasi Hojlund dan Sesko dinilai bisa menjadi fondasi baru kebangkitan lini depan MU yang tengah berjuang menemukan konsistensi mencetak gol.
Jakarta, IDN Times - Rasmus Hojlund mulai membungkam keraguan. Tampil tajam bersama Napoli, striker milik Manchester United itu kini didorong untuk kembali ke Old Trafford—bahkan diproyeksikan membentuk duet baru di lini depan.
Legenda MU, Ryan Giggs, menilai Hojlund masih memiliki masa depan cerah. Ia menyarankan klub memberi kesempatan kedua, sekaligus memasangkannya dengan Benjamin Sesko demi meningkatkan produktivitas gol.
1. Hojlund bangkit, jawab label gagal
Didatangkan dari Atalanta dengan harga mencapai 72 juta poundsterling, Hojlund sempat memikul ekspektasi besar. Namun, performanya di Manchester United belum sepenuhnya memuaskan.
Dalam dua musim, ia hanya mencetak 26 gol dari 95 pertandingan di semua kompetisi. Label gagal pun sempat melekat pada striker asal Denmark tersebut.
Situasi itu membuat MU memutuskan meminjamkannya ke Napoli, dengan opsi pembelian. Keputusan ini justru menjadi titik balik. Bersama klub Italia tersebut, Hojlund tampil lebih lepas dan tajam dengan torehan 14 gol dari 39 laga.
2. Duet Hojlund–Sesko bisa jadi senjata baru MU
Saat ini, Manchester United sudah memiliki Benjamin Sesko yang mulai menunjukkan kontribusi dengan 10 gol. Giggs melihat potensi besar jika kedua striker muda tersebut dipasang bersama.
"Saya rasa [Benjamin] Sesko mendapatkan lebih banyak peluang, saya pikir kita sudah melihat itu, dan mencetak lebih banyak gol. Tapi kita tidak pernah tahu, jika Anda punya dua penyerang tengah muda yang lapar di lini depan dan Anda berkata, silakan bersaing," ujar Gigs dilansir Manchester Evening News.
Menurut Giggs, kekuatan klub besar selalu terletak pada kedalaman skuad dan persaingan internal yang sehat.
"Anda telah melihat hal itu di MU, itu selalu menjadi kekuatan MU dan klub besar mana pun [kedalaman skuad]. Saya selalu bilang, latihan terkadang lebih sulit daripada pertandingan; jika Anda punya bek tengah Manchester United yang menjaga di satu sisi, lalu ada Hojlund di sisi lain, dan Sesko dalam latihan, itu akan menjadi sangat kompetitif," ujarnya.
3. Momentum kebangkitan lini depan MU
Performa Rasmus Hojlund di Napoli membuka kembali diskusi soal komposisi ideal lini depan MU. Di tengah inkonsistensi tim dalam mencetak gol musim ini, opsi duet Hojlund dan Sesko menjadi skenario menarik.
Kombinasi keduanya menawarkan profil yang saling melengkapi, yakni fisik kuat, agresivitas tinggi, dan mobilitas di kotak penalti. Jika dikelola dengan tepat, duet ini berpotensi menjadi fondasi baru kebangkitan lini serang Setan Merah.
Kini, keputusan ada di tangan manajemen dan pelatih Manchester United: memulangkan Hojlund atau melepasnya secara permanen. Namun satu hal mulai jelas, striker muda itu belum habis.

















