Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

APC Runner-up Gothia Cup, Tim Putri Tangsel City Cetak Sejarah

APC Runner-up Gothia Cup, Tim Putri Tangsel City Cetak Sejarah
Akademi Persib Cimahi menjadi runner-up di Gothia Cup 2026 kategori U-13 putra (Dok. SKF)
Intinya Sih
  • Akademi Persib Cimahi (APC) kembali tampil gemilang di Gothia Cup 2026 kategori U-13 putra, melaju ke final dan menjadi runner-up setelah kalah tipis 1-2 dari Selection Elite Prancis.
  • Putri Tangsel City FC mencatat sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang lolos ke babak play-off Gothia Cup U-15, meski akhirnya harus takluk 0-2 dari Groseko SFA asal Spanyol.
  • Pencapaian APC dan Putri Tangsel City menunjukkan potensi besar talenta muda Indonesia di level dunia, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan semangat sportivitas dalam sepak bola usia dini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebanyak dua wakil Indonesia mengukir perjalanan impresif di Gothia Cup. Meski hasilnya berbeda, Akademi Persib Cimahi (APC) dan Putri Tangsel City FC mampu mencatatkan torehan impresif pada turnamen sepak bola usia dini bergengsi yang berlangsung di Gothenburg, Swedia, sepanjang 12–19 Juli 2026, ini.

APC lagi-lagi membuktikan kualitasnya di kategori U-13 putra. Mereka mampu melaju ke final Gothia Cup. Sementara, Tangsel City FC mencatatkan sejarah dalam debutnya di kategori U-15 putri.

1. Masuk final lagi, kali ini APC runner-up

Berstatus juara bertahan dalam Gothia Cup, APC kembali menunjukkan keperkasaannya. Mereka mampu melaju ke final dan bertemu dengan Selection Elite Prancis. Namun, APC kalah dengan skor 1-2 dan menjadi runner-up.

Meski begitu, pencapaian APC patut diacungi jempol. Sebab, mereka mampu menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan hingga melaju ke final. Dari total sembilan pertandingan, APC mencetak 39 gol dan hanya kebobolan tujuh kali. Andik Wahyu Jati menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi delapan gol.

"Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak turnamen Gothia Cup walau keluar sebagai runner-up. Ini bagian dari sepak bola yang sangat kompetitif pada tahun ini akan jadi bagian dari proses anak-anak," kata pelatih APC, Agi Maulana, dalam keterangannya.

Turnamen ini, menurut Agi, menjadi momen bagi anak-anak asuhnya untuk membuktikan diri atas hasil latihan dan pengembangan diri. Mereka, ditegaskan Agi, berhasil lolos dari tantangan yang ada sepanjang turnamen.

"Anak-anak masih menunjukkan semangat belajar, disiplin, dan mental yang kuat. Sebagai pelatih, saya tetap bangga karena mereka tidak pernah menyerah memberikan yang terbaik untuk tim dan nama Indonesia," ujar Agi.

2. Sejarah baru sepak bola putri Indonesia di Gothia Cup

Di sisi lain, Putri Tangsel City FC mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia di Gothia Cup. Mereka menjadi tim putri Indonesia pertama yang berhasil melangkah ke play-off setelah pada edisi sebelumnya wakil Indonesia terhenti di fase grup.

Putri Tangsel City mencatatkan dua kemenangan dan satu kekalahan di fase. Kemudian, mereka jumpa Groseko SFA (Spanyol) pada play-off. Namun, Putri Tangsel City kalah dengan skor 0-2.

"Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak yang bermain dengan penuh semangat. Pengalaman di Gothia Cup 2026 akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan mereka ke depan dan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk terus bermimpi lebih besar," kata pelatih Putri Tangsel City, Muhamad Heru.

3. Indonesia punya potensi

Torehan APC dan Putri Tangsel City menunjukkan potensi Indonesia dalam level junior. Kini, para pemain muda tersebut wajib dibina agar kemampuannya berkembang, memiliki karakter kuat, lewat kompetisi yang berorientasi pada unsur sportivitas dan kerja sama tim.

"Pencapaian tahun ini menunjukkan, talenta muda Indonesia mampu bersaing secara konsisten di level dunia. Kami bangga melihat APC kembali mencapai final sebagai juara bertahan dan Putri Tangsel City mencatat sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak anak-anak Indonesia untuk terus bermimpi dan berkembang melalui sepak bola," kata Project Manager Meet The World with SKF dan Duta Gothia dari Indonesia, Ratih Juwita.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More