Berstatus juara bertahan dalam Gothia Cup, APC kembali menunjukkan keperkasaannya. Mereka mampu melaju ke final dan bertemu dengan Selection Elite Prancis. Namun, APC kalah dengan skor 1-2 dan menjadi runner-up.
Meski begitu, pencapaian APC patut diacungi jempol. Sebab, mereka mampu menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan kemenangan hingga melaju ke final. Dari total sembilan pertandingan, APC mencetak 39 gol dan hanya kebobolan tujuh kali. Andik Wahyu Jati menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi delapan gol.
"Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak turnamen Gothia Cup walau keluar sebagai runner-up. Ini bagian dari sepak bola yang sangat kompetitif pada tahun ini akan jadi bagian dari proses anak-anak," kata pelatih APC, Agi Maulana, dalam keterangannya.
Turnamen ini, menurut Agi, menjadi momen bagi anak-anak asuhnya untuk membuktikan diri atas hasil latihan dan pengembangan diri. Mereka, ditegaskan Agi, berhasil lolos dari tantangan yang ada sepanjang turnamen.
"Anak-anak masih menunjukkan semangat belajar, disiplin, dan mental yang kuat. Sebagai pelatih, saya tetap bangga karena mereka tidak pernah menyerah memberikan yang terbaik untuk tim dan nama Indonesia," ujar Agi.