APPI Sebut 28 Klub Indonesia Tunggak Gaji Pemain, Total Rp14,8 M

- APPI mencatat 28 klub Liga Indonesia dari Super League hingga Liga 4 menunggak gaji 303 pemain dengan total nilai sekitar Rp14,8 miliar.
- APPI menilai klub bermasalah seharusnya mendapat sanksi tegas, termasuk larangan mengikuti kompetisi, serta mendorong penerapan zero tolerance dalam lisensi klub.
- Klub penunggak mencakup PSM Makassar, Semen Padang, dan PSBS; APPI meminta hak pemain segera dipenuhi agar kasus serupa tidak berlarut-larut.
Jakarta, IDN Times - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengungkapkan bahwa 28 tim di Liga Indonesia, mulai dari Super League hingga Liga 4, menunggak gaji sampai total Rp14,8 miliar.
"Total kasus yang ada di kita, baik dari laporan maupun sampai dengan putusan NDRC tapi belum dilaksanakan, itu total ada 28 klub. Ya, dengan total 303 pemain. Itu dari Liga 1 sampai Liga 4 dengan nilai keseluruhan 14 miliar 800 juta sekian," kata Legal APPI Mohammad Agus Riza Hufaida dalam acara Water Break PSSI Pers di Jakarta, Senin (31/8/2026).
1. Belum ada sanksi tegas bagi klub yang menunggak

Pesepak bola PSM Makassar Yuran Fernandes (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persib Bandung Ramon De Andrade (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/YU Riza mengungkapkan, klub yang memiliki masalah gaji dan segala hal yang berkaitan dengan hak pemaiin, semestinya diberikan sanksi tegas. Salah satunya adalah tak boleh ikut kompetisi.
"Dan soal bagaimana kemudian tidak ada permasalahan gaji, sebenarnya mungkin beberapa tahun sebelumnya kami sudah berulang kali menyampaikan mitigasi-mitigasinya, termasuk soal zero tolerance terkait dengan klub lisensi tadi," kata Riza.
2. Berharap permasalahan gaji ini segera selesai

Momen diskusi Water Break PSSI Pers soal Membawa Liga Naik Kelas. (Dok. PSSI Pers) Riza juga berharap, persoalan gaji pemain di klub ini segera selesai dan tak berlarut-larut. Bagaimanapun, perkara gaji ini adalah hak dari pemain sepak bola yang harus dipenuhi.
"Dan hak pemain ini, ya kalau ada hadis yang bilang bahwa bayarlah upah pekerja sebelum keringatnya kering," kata Riza.
3. Klub mana saja yang menunggak gaji?

Nurhidayat Haji Haris saat memperkuat PSBS Biak di BRI Super League musim 2025/2026. (instagram.com/psbsofficial) Menurut penjelasan APPI, ke-28 klub itu adalah PSM Makassar, Semen Padang, PSMS Medan, Persiku Kudus, PSIS Semarang, RANS FC, Sriwijaya FC, Persikota Tangerang, Persinab Sang Maestro, Persipa Pati, hingga Persitara Jakarta Utara.
Selain itu, ada Persibo Bojonegoro, Persekat Tegal, Persiwa Wamena, Persid Jember, PS Siak, Bantul United, PSM Madiun, Depok Raya FC, Kalteng Putra, Pakuan City, Persewar Waropen, Persikab Kabupaten Bandung, PSGJ Cirebon, Persikabo 1973, dan Waanal Brother FC.
Dari ke-28 klub itu, ada tiga klub Super League musim lalu yang masih menunggak gaji. Mereka adalah Semen Padang, PSM, dan PSBS. Bagi Riza, jika liga ingin naik kelas, masalah-masalah ini harus terselesaikan.
"Harusnya sudah kita tinggalkan beberapa tahun lalu. Dan ke depan ini harus sudah harus enggak boleh terjadi, minimal Super League, jangan sampai terjadi. Ini yang paling penting," ujar perwakilan APPI tersebut.





















