Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Super League Paling Kompetitif di ASEAN, Jadi Daya Tarik Sponsor

Super League Paling Kompetitif di ASEAN, Jadi Daya Tarik Sponsor
Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Ezequiel Peralta Bauer (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Malut United FC M Tri Setiawan (kiri) dan Riswan H Lauhin (kanan) saat pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/Lmo/agr
  • Direktur Komersial I.League Sadikin Aksa mengklaim Super League paling kompetitif di ASEAN berdasarkan data AFC, dengan persaingan gelar Persib hingga pekan terakhir meski tiga kali beruntun juara.
  • Sadikin menilai kompetisi Indonesia berbeda dari Malaysia yang didominasi Johor Darul Takzim selama 12 gelar beruntun, serta Thailand yang disebut dikuasai empat klub.
  • Persaingan liga dan besarnya penggemar sepak bola Indonesia menarik sponsor global seperti adidas, Coca-Cola, dan Hyundai; pemilik Persik Arthur Irawan juga menilai liga memudahkan perekrutan pemain asing berkualitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Direktur Komersial I.League, Sadikin Aksa, mengeklaim Super League jadi kompetisi yang paling kompetitif se-ASEAN. Hal itu uga yang jadi daya tarik sponsor untuk datang.

Dia mengungkapkan, salah satu aspek yang membuat Super League ini kompetitif adalah persaingan menuju gelar juara. Persib memang juara tiga kali berturut-turut, tetapi jalan mereka menuju gelar tidak mudah.

"Jadi kalau melihat competitiveness level kita ya, data dari AFC ya, se-Asia Tenggara ini (Super League) kita sudah nomor 1. Biarpun Persib juara tiga kali berturut-turut, tapi pada saat (penentuan) Persib mau juara itu sampai minggu terakhir," kata Sadikin kepada awak media.

  1. 1. Beda jauh dengan Malaysia dan Thailand

    antarafoto-borneo-fc-samarinda-melawan-malut-united-fc-1779551895.jpg
    Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Ezequiel Peralta Bauer (kiri) berusaha mengecoh penjaga gawang Malut United FC M Ridwan (kanan) saat pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/Lmo/agr

    Sadikin mengungkapkan, tingkat kompetitif Super League berbeda jauh dengan Malaysia dan Thailand. Di Malaysia misal, dominasi Johor Darul Takzim (JDT) begitu terasa. Begitu juga di Thailand yang didominasi empat klub.

    "Tapi kalau kita bandingkan Malaysia, itu yang namanya JDT sudah berapa tahun lebih dari 10 tahun juara berturut-turut (12 kali juara berturut-turut). Ada kompetisi enggak di situ? Di Thailand itu kalau enggak salah empat tim juga," kata Sadikin.

  2. 2. Menjadi daya tarik sponsor besar masuk ke Indonesia

    PSIM Jogja menyelesaikan laga terakhirnya pada kompetisi BRI Super League 2025/26 pada Jumat (22/5/2026) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Ma
    PSIM Jogja menyelesaikan laga terakhirnya pada kompetisi BRI Super League 2025/26 pada Jumat (22/5/2026) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (Dokumentasi PSIM Jogja)

    Sadikin mengungkapkan, kompetitifnya Super League inilah yang menjadi daya tarik sponsor masuk ke sepak bola Indonesia. Dalam beberapa tahun, brand seperti adidas, Coca Cola, hingga Hyundai, masuk ke Indonesia.

    Bahkan, adidas sampai bermitra dengan lima klub Super League sekaligus, yaitu Persija Jakarta, Bali United, PSIM Yogyakarta, PSM Makassar, dan Persik Kediri. Ini jadi nilai plus tersendiri.

    "Datanya Nielsen terbesar penggila sepakbola di regional ada di Indonesia. Baik itu persentase maupun secara kuantitas. Kalau kita mau dibanding secara kuantitas kita sudah pasti lebih besar dari mereka. Itulah menjadi market besarnya brand-brand dunia di Indonesia," tutur Sadikin.

  3. 3. Diamini oleh klub Super League

    Madura United versus PSM Makassar di musim 2025/2026.
    Salah satu momen laga pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 antara Madura United versus PSM Makassar yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Kab. Bangkalan, 23 Mei 2026. (instagram.com/psm_makassar)

    Kompetitifnya Super League, sampai-sampai jadi daya tarik, diamini oleh Arthur Irawan selaku pemilik Persik Kediri. Dia mengaku, gampang mendatangkan pemain asing berkualitas karena Super League juga berkualitas.

    "Saya rasa Super League itu sangat kompetitif, sedikit (mirip) kayak Premier League, siapa pun bisa menang lawan siapa pun. Kami pun dari Persik yang masih banyak kekurangannya yang mau menjadi klub lebih besar, bisa menang lawan Bandung away kadang-kadang ya," kata Arthur.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More