Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aturan Lolos Tim Peringkat Tiga Terbaik Fase Grup Piala Dunia 2026

Aturan Lolos Tim Peringkat Tiga Terbaik Fase Grup Piala Dunia 2026
ilustrasi trofi Piala Dunia (pexels.com/Diego Torrijos)
Intinya Sih
  • Piala Dunia 2026 memakai format baru dengan 48 tim dalam 12 grup, di mana delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak lolos ke babak 32 besar.
  • Penentuan delapan tim terbaik didasarkan pada urutan kriteria: jumlah poin, selisih gol, produktivitas gol, catatan fair play, dan terakhir peringkat dunia FIFA.
  • Aturan ini membuat setiap laga fase grup semakin penting karena peluang lolos tetap terbuka bagi tim yang finis di posisi ketiga dengan performa konsisten dan disiplin tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Dengan 48 peserta yang dibagi ke dalam 12 grup, kini tidak hanya juara grup dan runner up yang berhak melaju ke babak 32 besar. FIFA juga memberikan tempat bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup.

Aturan ini membuat persaingan fase grup menjadi lebih menarik karena peluang lolos tidak langsung tertutup meski sebuah tim gagal finis di dua posisi teratas. Namun, bagaimana FIFA menentukan delapan tim peringkat ketiga terbaik tersebut? Berikut beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan siapa yang berhak melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.

1. Jumlah poin menjadi penilaian utama

Kriteria pertama yang digunakan FIFA adalah jumlah poin yang diperoleh setiap tim selama fase grup. Sama seperti klasemen pada umumnya, kemenangan bernilai tiga poin, hasil imbang bernilai satu poin, dan kekalahan tidak menghasilkan poin. Tim peringkat ketiga yang mengumpulkan poin lebih banyak akan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke daftar delapan tim terbaik.

Sistem ini membuat setiap pertandingan tetap memiliki arti penting hingga laga terakhir grup. Sebuah tim yang berada di posisi ketiga dengan empat poin misalnya, akan berada dalam posisi yang lebih baik dibanding tim lain yang hanya mengoleksi tiga poin. Karena itu, mengumpulkan poin sebanyak mungkin tetap menjadi target utama sebelum mempertimbangkan faktor penentu lainnya.

2. Selisih gol menjadi pembeda saat poin sama

Dalam turnamen besar, tidak jarang beberapa tim mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama. Jika kondisi tersebut terjadi pada tim tim yang menempati posisi ketiga, FIFA akan melihat selisih gol yang mereka miliki selama fase grup. Selisih gol dihitung dengan mengurangi jumlah gol yang dicetak dengan jumlah gol yang kebobolan.

Kriteria ini mendorong tim untuk tidak hanya fokus meraih hasil positif, tetapi juga menjaga keseimbangan permainan. Kemenangan dengan skor besar dapat memberikan keuntungan tambahan karena memperbaiki selisih gol. Sebaliknya, kekalahan telak dapat merugikan tim meskipun mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan pesaing lain dalam perebutan tiket ke babak gugur.

3. Produktivitas gol ikut menentukan peringkat

Apabila jumlah poin dan selisih gol masih sama, FIFA akan beralih ke jumlah gol yang dicetak selama fase grup. Tim yang mampu menghasilkan lebih banyak gol akan mendapatkan posisi yang lebih baik dibanding tim lain dengan statistik serupa. Faktor ini membuat pendekatan menyerang dapat memberikan keuntungan tambahan dalam persaingan berebut tiket lolos.

Keberadaan kriteria ini juga mendorong tim untuk tetap mencari gol hingga pertandingan berakhir. Dalam beberapa situasi, satu gol tambahan dapat menjadi pembeda antara lolos dan tersingkir. Oleh sebab itu, produktivitas serangan tidak hanya membantu memenangkan pertandingan, tetapi juga dapat menentukan nasib sebuah tim ketika klasemen peringkat ketiga dihitung secara keseluruhan.

4. Fair play dan peringkat FIFA menjadi penentu terakhir

Jika beberapa tim masih tidak dapat dipisahkan setelah membandingkan poin, selisih gol, dan jumlah gol, FIFA akan menggunakan skor fair play. Penilaian ini didasarkan pada jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima pemain maupun ofisial tim selama fase grup. Tim dengan catatan disiplin yang lebih baik akan memperoleh keuntungan dalam perhitungan akhir.

Dalam situasi yang sangat jarang terjadi, dua atau lebih tim masih dapat memiliki statistik yang identik bahkan setelah perhitungan fair play. Apabila hal tersebut terjadi, FIFA akan menggunakan edisi terbaru Peringkat Dunia Pria FIFA sebagai penentu terakhir. Dengan demikian, seluruh tim memiliki urutan yang jelas sehingga delapan tim peringkat ketiga terbaik dapat ditetapkan tanpa perlu dilakukan pengundian.

Format baru Piala Dunia 2026 membuat persaingan fase grup menjadi lebih kompleks dibanding edisi sebelumnya. Selain mengincar posisi juara grup atau runner up, tim yang finis di peringkat ketiga juga masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 32 besar. Untuk menentukan delapan tim terbaik dari posisi tersebut, FIFA akan mempertimbangkan jumlah poin, selisih gol, jumlah gol, catatan fair play, hingga peringkat dunia apabila diperlukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More