Bayangkan jika Messi menerima tawaran tersebut. Saat Spanyol memasuki periode keemasannya medio 2008 hingga 2012, mereka sudah memiliki Xavi Hernández, Andrés Iniesta, David Villa, Sergio Busquets, Xabi Alonso, Carles Puyol, Gerard Piqué, Iker Casillas, hingga Cesc Fàbregas. Tim ini memenangi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 secara beruntun.
Kini, bayangkan jika Lionel Messi menjadi bagian dari susunan pemain tersebut. Messi sudah mengenal filosofi permainan tiki-taka sejak usia belasan tahun di Barcelona. Ia juga telah bermain bersama sebagian besar pemain inti Spanyol setiap pekan di level klub. Adaptasi hampir tidak akan menjadi masalah karena chemistry mereka sudah terbentuk jauh sebelum membela tim nasional.
Bukan tidak mungkin dominasi Spanyol menjadi jauh lebih panjang. Gelar-gelar yang sudah diraih mungkin bertambah, sementara era kejayaan negara-negara lain bisa saja tertunda. Bahkan, perjalanan karier Messi di level internasional juga berpotensi sangat berbeda karena ia mungkin sudah mengoleksi lebih banyak trofi sejak usia muda. Dalam skenario seperti itu, bukan tidak mungkin pula Messi telah memilih pensiun dari tim nasional lebih awal. Jika ia sudah meraih hampir semua gelar internasional bersama Spanyol sejak dekade 2010-an, motivasi untuk terus bermain hingga usia 39 tahun mungkin tidak akan sebesar yang kini ia lakoni bersama Argentina.