Jakarta, IDN Times - Timnas Indonesia gagal ke semifinal ASEAN Championship (Piala AFF) 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 di laga pamungkas Grup A kontra Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil imbang hanya membuat Timnas finis di peringkat tiga klasemen Grup A, dengan torehan tujuh poin, gagal bersaing dengan Singapura dan Vietnam yang lolos sebagai runner-up serta juara grup.
Rekor buruk Tim Merah Putih di turnamen ini pun berlanjut. Sejak turnamen antarnegara Asia Tenggara ini diputar pada 1996, Timnas tak kunjung mampu mengangkat trofinya.
Pencapaian terbaik Timnas hanya sebatas runner-up, pada 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Kini, mereka gagal melaju ke fase gugur dalam dua edisi terakhir.
Pada 2024, Timnas yang masih ditangani Shin Tae Yong memutuskan untuk menurunkan tim muda dan pemain naturalisasi yang dibawa hanya Rafael Struick. Mereka gagal berbuat banyak, hanya finis di peringkat ketiga dengan catatan satu kemenangan, satu imbang, dan dua kali kalah.
Anomali justru terjadi pada edisi kali ini. Pelatih John Herdman dibekali skuad yang lebih mewah, bahkan membawa 12 pemain naturalisasi dalam skuad resmi yang diumumkan.
Mereka adalah Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Tim Geypens, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Thom Haye, Marc Klok, Ragnar Oratmangoen, Mitchell Baker, dan Jens Raven. Namun, Hubner tak bisa dihitung karena tak bergabung dalam tim sejak laga awal, sehingga pemain naturalisasi aktif hanya 11. Dengan skuad mewah ini, Timnas tetap gagal mematahkan sejarah buruknya.
