4 Bek Tottenham Hotspur dari Brasil sebelum Souza

- Tottenham Hotspur merekrut bek kiri Souza dari Santos, Brasil
- Rodrigo Defendi dan Gilberto adalah dua bek Brasil sebelum Souza yang gagal bersinar di Spurs
- Bruno Uvini juga gagal meyakinkan Spurs untuk direkrut secara permanen setelah trial pada 2012
Tottenham Hotspur mengumumkan kedatangan pemain baru pada Kamis (22/1/2026). Mereka merekrut seorang bek kiri bernama Souza. Lahir di Brasil pada 16 Juni 2006, pemuda setinggi 1,83 meter itu bergabung dari klub di negara asalnya, Santos.
Souza tercatat sebagai penggawa Brasil ke-12 dalam sejarah Spurs. Namun, dari jumlah tersebut, hanya ada empat bek sebelum dirinya yang pernah membela klub asal London ini. Dua merupakan bek sayap dan dua lainnya adalah bek tengah.
1. Rodrigo Defendi tidak membuat penampilan selama menjadi pemain Tottenham Hotspur pada 2004—2007
Rodrigo Defendi menjadi bek sekaligus pemain Brasil pertama yang membela Tottenham Hotspur. Bek tengah ini bergabung dari Cruzeiro pada 4 Juli 2004 saat berusia 18 tahun. Spurs mengungkapkan biaya transfer penggawa setinggi 1,9 meter tersebut mencapai 600 ribu pound sterling atau sekitar Rp13,6 miliar dengan valuasi sekarang.
Nilai tersebut jelas terhitung mahal untuk pemain semuda itu dengan pengalaman yang minim. Ironisnya, Spurs justru tidak memaksimalkan potensinya. Mereka melepasnya secara gratis kepada Avellino setelah meminjamkannya selama 3 tahun kepada Udinese dan AS Roma. Defendi tidak pernah mendapat kesempatan untuk sekadar duduk di bangku cadangan bersama Spurs.
2. Gilberto bermain 10 kali bersama Tottenham Hotspur pada 2008—2009
Setelah Rodrigo Defendi, pemain Brasil selanjutnya yang memperkuat Tottenham Hotspur adalah Gilberto. Bek kiri ini bergabung dari Hertha Berlin pada deadline day bursa transfer Januari 2008. Spurs memboyongnya dengan harga sekitar 2,8 juta euro (Rp48,67 miliar). Gilberto datang dengan pengalaman yang jauh lebih kaya dibanding Defendi. Ia sudah berusia 31 tahun, langganan tim nasional, dan pernah menghuni klub sebesar Inter Milan pada 1999.
Sayangnya, reputasi tersebut tidak tampak di Spurs. Gilberto hanya bermain 10 kali selama 552 menit sebelum dijual kepada Cruzeiro pada Juli 2009. Gilberto bahkan pernah dibuang ke tim akademi ketika Harry Redknapp datang sebagai pelatih baru Spurs menggantikan Juande Ramos. Gilberto setidaknya meninggalkan Spurs dengan torehan satu gol yang tercipta saat mereka membantai West Ham United 4-0 pada pekan ke-30 English Premier League (EPL) 2007/2008 (9/3/2008).
3. Tottenham Hotspur batal merekrut Bruno Uvini setelah memberinya trial pada Februari—Mei 2012
Bruno Uvini menjadi bek ketiga asal Brasil dalam sejarah Tottenham Hotspur. Namun, nasibnya jauh lebih buruk dari Rodrigo Defendi. Uvini bukan hanya tidak pernah mendapat kesempatan untuk sekadar duduk di bangku cadangan bersama tim utama. Ia gagal meyakinkan Spurs untuk memboyongnya secara permanen.
Spurs merekrut Uvini dari Sao Paulo pada Februari 2012. Namun, mereka hanya memboyongnya dengan status trial. Uvini sebetulnya datang dengan reputasi cukup mentereng. Ia merupakan bek tengah utama sekaligus kapten Timnas Brasil yang menjuarai Piala Dunia U-20 2011. Napoli menjadi tim yang mengontrak pemain setinggi 1,87 meter tersebut setelah dibuang Spurs.
4. Emerson Royal memperkuat Tottenham Hotspur pada 2021—2024
Bek Brasil terakhir yang memperkuat Tottenham Hotspur sebeum Souza adalah Emerson Royal. Bek kanan ini tercatat menghuni skuad pada 2021—2024. Selama itu, pria yang lahir pada 14 Januari 1999 tersebut membuat 101 penampilan, 4 gol, dan 2 assist.
Spurs membeli Royal dari Barcelona dengan harga sekitar 25 juta euro (Rp434,54 miliar). Mereka lantas menjualnya kepada AC Milan dengan pemasukan sebesar 16 juta euro (Rp278,11 miliar). Royal terpinggirkan karena kehadiran Pedro Porro.
Dari keempat nama di atas, hanya Royal yang berhasil bersinar bersama Spurs. Souza kini akan menghadapi tantangan untuk mengikutinya. Ia harus bisa memaksimalkan kepercayaan yang sudah diberikan sang pelatih, Thomas Frank.
Pria asal Denmark tersebut menyebut Souza sebagai salah satu bek kiri paling potensial di dunia. Frank juga menegaskan bahwa Souza menjadi tambahan amunisi yang besar untuk mereka. Souza akan bersaing dengan Destiny Udogie serta Djed Spence di posisinya.


















