Bincang Santai di Kafe Ketinggian Bersama Aaron Ramsey

- Aaron Ramsey mengenang masa indahnya di Arsenal tanpa penyesalan, menyebut klub itu memberinya kesempatan besar bermain di level tertinggi.
- Ia menceritakan perjuangan berat setelah cedera parah, menekankan pentingnya mental kuat dan kepercayaan diri untuk bisa kembali ke performa terbaik.
- Ramsey menilai Arsenal sebagai klub berkelas yang menjunjung kerendahan hati, serta menggambarkan perjalanannya dengan satu kata: ketahanan.
Jakarta, IDN Times - Ada banyak cara yang bisa kita habiskan bersama legenda sebuah tim, salah satunya berbincang dengan mereka di kafe yang sarat ketinggian. Itulah yang kami lakukan bersama Aaron Ramsey, legenda Arsenal.
Beberapa waktu lalu, IDN Times dan beberapa media lain berkesempatan untuk mewawancarai Ramsey di K22 Bar Terrace. Wawancara ini terselenggara berkat kerja sama dengan Guinness. Berikut isi obrolan kami.
Anda menghabiskan waktu yang lama di Arsenal. Setelah meninggalkan klub, apakah ada hal yang Anda sesali?

Sejujurnya, saya tidak menyesali apa pun yang telah saya lakukan. Waktu saya di Arsenal luar biasa. Saya sangat mencintai klub tersebut.
Mereka memberi saya kesempatan untuk bermain di level tertinggi dan mewakili klub sebesar itu adalah sebuah kehormatan setiap kali saya turun ke lapangan.
Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik setiap kali bermain. Tentu saja, kami selalu ingin bersaing untuk memenangkan Premier League setiap musim, juga Liga Champions.
Sebagai pemain, Anda selalu punya mimpi dan ambisi besar. Namun dalam sepak bola, tidak semua cerita berakhir sesuai harapan. Mungkin suatu hari nanti, dalam peran yang berbeda, saya bisa meraih hal-hal tersebut.
Anda pernah mengalami cedera yang sangat serius di awal karier, namun Anda mampu bangkit kembali. Apa kunci Anda untuk kembali?

Sebelum cedera, saya berada dalam performa yang baik. Lalu cedera itu terjadi, dan hidup saya berubah drastis. Bahkan sempat muncul pertanyaan, apakah saya bisa berjalan normal lagi, apalagi bermain sepak bola.
Hal terpenting di awal adalah mendapatkan nasihat dari para ahli dan tetap percaya bahwa saya bisa pulih sepenuhnya.
Memang ada komplikasi, dan mungkin kondisi saya tidak pernah kembali persis seperti sebelumnya. Itu juga mungkin berkontribusi pada cedera-cedera lain dalam karier saya.
Namun saya bangga bisa kembali. Itu membutuhkan mental yang kuat dan ketahanan yang luar biasa. Saya butuh waktu lama, sekitar 12 hingga 18 bulan, untuk benar-benar percaya diri kembali, terutama saat harus melakukan tekel.
Tapi itu bagian dari proses. Ketika akhirnya Anda bisa melewati momen tersebut dan merasa baik-baik saja, di situlah Anda bisa mulai mendorong diri kembali ke level terbaik.
Apa pelajaran paling penting yang Anda dapatkan dari masa Anda di Arsenal?

Untuk yang pertama, saya belajar bahwa Arsenal adalah klub yang selalu menjunjung tinggi kelas, baik di dalam maupun di luar lapangan. Itu adalah bagian penting dari DNA klub.
Selain itu, kerendahan hati juga sangat penting. Baik saat menang maupun kalah, Anda harus tetap rendah hati dan membawa diri dengan baik.
Jika Anda harus menggambarkan perjalanan Anda di Arsenal dengan satu kata, apa itu?

Untuk pertanyaan ini, satu kata ya, agak sulit. Tapi mungkin saya akan mengatakan resilience (ketahanan). Karena sepanjang karier saya, saya terus berusaha untuk bangkit dan bertahan.
Berikut bincang-bincang singkat kami bersama Aaron Ramsey. Dari bincang singkat ini, bisa dilihat betapa tangguhnya sosok asal Wales itu, terutama dalam mengalami masa-masa sulit dalam kariernya.

















