Blunder Fatal yang Tegaskan Status Kepa Arrizabalaga di Arsenal

- Kepa Arrizabalaga melakukan blunder fatal di final Carabao Cup 2025/2026 yang dimanfaatkan Nico O'Reilly untuk membawa Manchester City menang atas Arsenal dan menggagalkan peluang juara.
- Mikel Arteta tetap mempercayakan posisi kiper kepada Kepa sepanjang perjalanan Arsenal di FA Cup dan Carabao Cup, meski performanya di final menutupi kontribusi positif sebelumnya.
- David Raya tampil konsisten sebagai kiper utama Arsenal di Premier League dan Liga Champions, memperkuat pertahanan tim serta menegaskan posisinya di atas Kepa dalam hierarki skuad.
Kepa Arrizabalaga menjadi pemain yang paling menyita perhatian dalam kekalahan Arsenal dari Manchester City yang berujung kegagalan merengkuh gelar juara Carabao Cup 2025/2026. Ia melakukan blunder fatal yang dimaksimalkan Nico O'Reilly dengan sebuah gol pada menit 60 di final. Empat menit berselang, gawang Kepa kembali dibobol O'Reilly dengan tandukan.
Kekalahan ini tidak hanya menyisakan kekecewaan bagi Arsenal, tetapi juga kembali memunculkan perdebatan terkait keputusan taktik yang diambil Mikel Arteta dalam laga sebesar final. Pilihan untuk tetap mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Kepa Arrizabalaga menjadi sorotan utama, terutama karena hasil akhir menunjukkan risiko besar dari keputusan tersebut. Situasi ini sekaligus menegaskan bahwa detail, termasuk pemilihan pemain, dapat menjadi pembeda antara keberhasilan dan kegagalan di partai puncak.
1. Kepa Arrizabalaga melakukan blunder fatal yang berujung kekalahan Arsenal di final Carabao Cup 2025/2026
Kepa Arrizabalaga dinilai sebagai sosok yang bertanggung jawab ketika Manchester City berhasil memimpin lebih dahulu pada menit 60 atas Arsenal di final Carabao Cup 2025/2026. Kegagalannya menangkap bola secara sempurna dari umpan lambung Rayan Cherki berujung petaka. Nico O'Reilly yang berdiri di belakang sang kiper mampu memenangi duel dengan Martin Zubimendi dan menanduk bola ke gawang kosong.
O’Reilly menahbiskan dirinya sebagai bintang dalam duel itu. Empat menit setelah mencetak gol pembuka, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor. Talenta berusia 21 tahun itu menyambut umpan matang Matheus Nunes dari sisi kanan dengan tandukan yang tak mampu diantisipasi Kepa.
Bertolak belakang dengan O’Reilly, Kepa dinilai sebagai salah satu faktor kegagalan Arsenal untuk segera mengakhiri puasa trofi di sebuah kompetisi yang telah berlangsung sejak 2020 silam. Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool, mengkritik keputusan Arteta yang tetap memainkan Kepa di final, alih-alih menurunkan David Raya yang berstatus sebagai kiper utama The Gunners musim ini. Ia menilai Arteta seharusnya mengutamakan peluang terbaik bagi Arsenal untuk meraih trofi, bukan mempertahankan pilihan yang justru berujung merugikan tim.
Apalagi, Kepa memiliki rekam jejak yang kurang apik di final kompetisi ini. Saat berseragam Chelsea pada final Carabao Cup 2018/2019, ia sempat menjadi sorotan karena menolak diganti oleh Maurizio Sarri menjelang babak adu penalti, yang berujung kekalahan dari Manchester City. Ironisnya, dalam final edisi 2021/2022 melawan Liverpool, Kepa yang masuk khusus untuk adu penalti justru gagal mengeksekusi tendangan penentunya, sehingga membuat Chelsea harus puas menjadi runner-up.
2. Kepa Arrizabalaga menjadi kiper utama Arsenal di FA Cup dan Carabao Cup 2025/2026
Penampilan di final Carabao Cup 2025/2026 seakan mengamini status Kepa Arrizabalaga sebagai kiper nomor dua di skuad Arsenal. Ia belum dimainkan sekali pun hingga pekan 31 English Premier League. Sementara itu, Mikel Arteta baru memberinya kesempatan bermain dalam satu laga di Liga Champions Eropa, saat Arsenal menang 3-2 saat menjamu Kairat Almaty dengan salah satu gol tim tamu tercipta lewat tandukan kepala pada penghujung laga.
Arteta memilih Kepa sebagai kiper utama dalam perjuangan tim menuju gelar juara FA Cup 2025/2026. Statistik yang dicatatkan kiper asal Spanyol itu cukup baik. Ia telah tampil dalam 3 laga dengan torehan 10 penyelamatan, menjadikannya salah satu kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak sepanjang kompetisi ini berlangsung. Kontribusinya berhasil membawa The Gunners ke perempat final.
Di balik kekalahan Arsenal di final Carabao Cup, Kepa menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang sejak putaran ketiga hingga final. Ia mencatatkan 3 clean sheet dan 11 penyelamatan dari total 6 penampilan. Sayangnya, kesalahan krusial di partai puncak seolah menutupi kontribusi positif yang telah ia berikan pada laga-laga sebelumnya.
3. David Raya mengungguli Kepa Arrizabalaga sebagai kiper utama Arsenal pada 2025/2026
Blunder fatal di final Carabao Cup menjadi pukulan telak bagi Kepa Arrizabalaga yang memilih menyeberang dari Chelsea ke Arsenal pada musim panas 2025. Di tengah sorotan tajam yang menghampirinya, terselip nama David Raya yang menjadi kekuatan penting tim dalam upaya mengakhiri puasa gelar juara liga yang telah berlangsung sejak 2003/2004. Ia hadir sebagai benteng kokoh yang tampil konsisten di bawah mistar gawang. Berkat kehadirannya dalam 31 laga pertama di Premier League 2025/2026, The Gunners menjadi tim dengan pertahanan terbaik dari segi kebobolan, yaitu dengan 22 gol.
Kemampuan Raya dalam menjaga penguasaan bola serta membantu Arsenal membangun serangan, baik melalui umpan pendek maupun panjang, membuat tim mampu mengontrol permainan lebih lama dan meminimalkan kehilangan bola. Selain itu, keahliannya dalam mengantisipasi bola-bola atas dari situasi bola mati maupun umpan silang membuat banyak serangan lawan terhenti bahkan sebelum menghasilkan peluang. Ia juga dikenal aktif keluar dari sarangnya untuk menyapu bola, dengan catatan sapuan yang tinggi dalam beberapa musim terakhir, menunjukkan perannya yang proaktif dalam meredam ancaman sejak awal.
Kualitas apik Raya juga tercatat di Liga Champions Eropa. Hingga leg kedua babak 16 besar, ia menjadi penjaga gawang dengan persentase penyelamatan terbaik (88%), mengungguli nama-nama top seperti Thibaut Courtois dan Alisson. Raya telah mencatatkan 22 penyelamatan dari total 25 tendangan ke gawang.
Pada akhirnya, blunder di partai final tersebut seolah menegaskan posisi Kepa Arrizabalaga dalam hierarki skuad Arsenal musim 2025/2026. Terlepas dari kontribusinya di kancah domestik, kesalahan pada momen krusial memperlihatkan batas yang masih sulit ia lampaui untuk benar-benar menjadi pilihan utama. Situasi ini membuat label sebagai kiper pelapis semakin melekat, sekaligus memperkuat alasan di balik kepercayaan penuh yang diberikan kepada David Raya.


















