Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

3 Kekalahan Tandang Terakhir Liverpool dari Aston Villa di EPL

3 Kekalahan Tandang Terakhir Liverpool dari Aston Villa di EPL
English Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
Intinya Sih
  • Liverpool akan menghadapi Aston Villa pada pekan ke-37 Premier League 2025/2026, laga penting bagi kedua tim yang sama-sama memburu tiket Liga Champions musim depan.
  • Dalam tiga kekalahan tandang terakhir di markas Aston Villa, Liverpool tumbang 2-7 pada musim 2020/2021, kalah 0-1 pada 2010/2011, dan takluk 1-2 pada 1997/1998.
  • Skuad Arne Slot datang dengan performa kurang stabil dan dituntut memperbaiki konsentrasi serta efektivitas permainan agar tidak kembali kehilangan poin di laga krusial ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liverpool akan melakoni duel dengan sesama tim penghuni papan atas pada pekan 37 English Premier League 2025/2026. Skuad besutan Arne Slot diharuskan melakukan lawatan ke markas Aston Villa pada Sabtu (16/5/2026) pukul 02.00 WIB. Pertemuan ini berpotensi berlangsung ketat seiring kedua tim yang tengah berusaha mengamankan satu tempat di Liga Champions Eropa musim depan.

The Reds memiliki beberapa modal penting untuk meraih kemenangan meski berstatus sebagai tim tamu. Dalam beberapa lawatan terakhir ke markas Aston Villa di Premier League, Liverpool mampu memberi perlawanan kepada tuan rumah. The Reds bahkan hanya merasakan tiga kekalahan sejak 1997/1998.

1. Liverpool terbantai 7-2 pada 2020/2021

Laga tandang ke markas Aston Villa pada pekan 4 Premier League 2020/2021 menjadi terakhir kalinya bagi Liverpool merasakan kekalahan sebelum 2025/2026. Skuad yang kala itu ditangani Juergen Klopp harus bertekuk lutut pada akhir laga. Secara mengejutkan, mereka dibantai dengan skor telak 2-7.

Ollie Watkins memulai laga dengan begitu baik, mencetak gol pada menit 4 dan 22 yang membuat tuan rumah unggul 2-0. Dengan sepakan kaki kiri, Mohamed Salah memperkecil ketertinggalan pada menit 33. Namun, pertahanan The Reds tampil buruk hingga kebobolan dua gol lagi lewat aksi John McGinn (35’) dan Watkins yang melengkapi hattrick-nya pada menit 39. Liverpool tertinggal 1-4 pada babak pertama.

Dengan tiga pergantian pemain pada babak kedua, Liverpool hanya mampu menambah satu gol lewat Salah pada menit 60. Sementara itu, The Villans kembali tampil dominan selama babak kedua. Satu gol Ross Barkley pada menit 55 disusul oleh dua gol Jack Grealish pada menit 66 dan 75.

2. Liverpool kalah tipis 0-1 pada 2010/2011

Liverpool gagal merebut satu poin pun saat bertandang ke markas Aston Villa pada pekan 38 Premier League 2010/2011. Lini serang yang dihuni Luis Suarez, Joe Cole, dan Raul Meireles tak mampu memecah kebuntuan. David N’Gog yang dimainkan Kenny Dalglish untuk menggantikan Cole sejak menit 68 juga gagal memenuhi ekspektasi. 

Di sisi lain, Aston Villa berhasil menutup duel dengan kemenangan tipis 1-0. Satu-satunya gol itu tercipta lewat aksi penyerang sayap kanan, Stewart Downing. Kontribusi itu sekaligus menjadi golnya yang ketujuh sepanjang musim 2010/2011.

3. Liverpool kalah 1-2 pada 1997/1998 meski sempat memimpin

Liverpool memulai laga dengan baik ketika melakoni laga tandang menghadapi Aston Villa pada pekan 28 Premier League 1997/1998. Enam menit laga berjalan, tim tamu membuka keunggulan lewat aksi Michael Owen yang berhasil menjebol gawang Aston Villa dari titik penalti. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama.

Empat menit kemudian, tepatnya pada menit 10, The Villans berhasil menyamakan kedudukan. Memanfaatkan assist Dwight Yorke, Stan Collymore mencatatkan namanya di papan skor dengan sepakan kaki kanan yang bersarang di gawang Brad Friedel. Collymore lantas muncul ssbagai pahlawan kemenangan tuan rumah dengan golnya pada menit 65.

Liverpool akan datang ke markas Aston Villa pada Sabtu (16/5/2026) pukul 02.00 WIB dengan situasi yang kurang ideal setelah gagal menunjukkan performa maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir. Meski tetap memiliki materi pemain yang lebih unggul, mereka perlu segera memperbaiki konsentrasi dan efektivitas permainan agar tidak kembali kehilangan poin. Di sisi lain, Aston Villa jelas berambisi memanfaatkan kondisi tersebut dan akan berusaha memberikan perlawanan terbaik agar meraih poin penuh dan mengunci posisi di lima besar klasemen akhir demi merebut satu tempat di Liga Champions Eropa musim depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Related Articles

See More