Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Blunder yang Merusak Citra Massimo Taibi di Manchester United

ilustrasi stadion Manchester United, Old Trafford
ilustrasi stadion Manchester United, Old Trafford (unsplash.com/harrywwalsh)
Intinya sih...
  • Massimo Taibi datang ke Manchester United pada musim panas 1999 sebagai pengganti Peter Schmeichel yang hengkang.
  • Taibi menjadi man of the match dalam dua penampilan pertamanya bersama Manchester United.
  • Blunder pada 25 September 1999 menjadi awal dari akhir karier Massimo Taibi di Manchester United.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manchester United (MU) lebih identik dengan kiper asing dibanding lokal. Sebut saja nama-nama seperti Peter Schmeichel (Denmark), Edwin van der Sar (Belanda), atau David De Gea (Spanyol). Ini termasuk penjaga gawang utama mereka sekarang, Senne Lammens (Belgia).

Italia memiliki satu wakil per 6 Januari 2026. Dia adalah Massimo Taibi. Sayangnya, karier Taibi di Old Trafford berlangsung singkat dan mengecewakan. Sempat menjanjikan saat awal, citranya rusak karena sebuah blunder.

1. Massimo Taibi datang ke Manchester United pada musim panas 1999 dengan ekspektasi tinggi

Manchester United meraih treble winners pada 1998/1999. Namun, kiper andalan mereka, Peter Schmeichel, memilih hengkang pada awal musim berikutnya. The Red Devils lantas memboyong dua pemain untuk menggantikan sang legenda. Pertama adalah Mark Bosnich yang didapat secara gratis dari Aston Villa. Namun, Bosnich bukanlah sosok asing karena pernah membela MU pada 1989—1991.

Kiper kedua yang diboyong MU pada musim panas 1999 adalah Massimo Taibi. Pria yang lahir pada 18 Februari 1970 ini bergabung dari Venezia setelah MU melakukan scouting melalui Martin Ferguson yang merupakan adik dari pelatih mereka, Alex Ferguson. MU akhirnya tidak ragu untuk memboyong penggawa setinggi 1,9 meter tersebut meski harus mengeluarkan uang sebesar 4,5 juta pound sterling.

2. Massimo Taibi menjadi man of the match dalam dua penampilan pertamanya bersama Manchester United

Massimo Taibi bergabung dengan Manchester United pada 31 Agustus 1999. Ia langsung mengukir debutnya 11 hari berselang melawan Liverpool. MU menang 3-2 pada laga pekan ketujuh English Premier League (EPL) 1999/2000 yang berlangsung di Anfield ini. Meski kebobolan dua gol, Taibi yang memakai nomor punggung 26 tampil gemilang hingga terpilih sebagai man of the match (MOTM).

Tujuh hari kemudian, MU berhadapan dengan Wimbledon. Mereka cuma seri 1-1. Namun, performa impresif Taibi kembali membuatnya didapuk sebagai MOTM. Menariknya, menurut laporan Manchester Evening News, MU dibantu seorang pemilik restoran Italia untuk menejermahkan instruksi dari Alex Ferguson dan pelatih kiper, Tony Coton, kepada Taibi dari pinggir lapangan.

3. Blunder pada 25 September 1999 menjadi awal dari akhir karier Massimo Taibi di Manchester United

Massimo Taibi bermain untuk ketiga kalinya secara beruntun bersama Manchester United pada 25 September 1999. Mereka menjamu Southampton di Old Trafford. MU tengah memimpin dengan skor 2-1 ketika Matt Le Tissier melepaskan sebuah tendangan jarak jauh lemah pada menit 51. Namun, bola secara mengejutkan masuk ke gawang. Taibi melakukan blunder usai si kulit bundar lepas dari tangkapannya dan melewati garis melalui celah di antara dua kakinya.

MU memimpin kembali setelah Dwight Yorke mencetak gol pada menit 63. Namun, laga berakhir seri 3-3 usai Le Tissier membobol gawang Taibi untuk kedua kalinya pada menit 73. Taibi tidak berdaya ketika Le Tissier menuntaskan umpan tarik dari Marians Pahars ke tiang jauh, sedangkan ia berada di tiang dekat. Namun, bukan Taibi yang melakukan blunder pada gol ini, melainkan Mikael Silvestre. Bek asal Prancis tersebut kehilangan bola dengan begitu mudah.

4. Massimo Taibi memilih hengkang pada Januari 2000 karena memiliki masalah keluarga

Terlepas dari blundernya saat melawan Southampton, Massimo Taibi tetap menjadi pilihan Alex Ferguson ketika mereka berjumpa Chelsea pada 3 Oktober 1999. Sayangnya, MU kalah telak dengan skor 0-5. Karier Taibi di MU pun resmi tamat setelah pertandingan ini. Ia tidak pernah lagi bermain sampai akhirnya dipinjamkan kepada Reggina pada paruh kedua 1999/2000. Taibi lantas bergabung secara permanen dengan klub tersebut pada awal 2000/2001.

Meski begitu, kepergian Taibi dari MU merupakan pilihannya pribadi. Dalam sebuah wawancara dengan American Gambler, Taibi mengungkapkan, ia saat itu tengah mengalami masalah keluarga sehingga harus pulang ke Italia. Taibi menegaskan, Alex Ferguson sebetulnya memberinya waktu untuk menyelesaikannya dengan tidak membawanya ke Brasil untuk melakoni Piala Dunia Antarklub. Taibi bahkan menyebut Ferguson sampai memohon kepadanya untuk bertahan. Taibi mengakui, keputusan ini merupakan satu-satunya penyesalan dalam kariernya.

Setelah Reggina, Taibi melanjutkan kariernya di Atalanta, Torino, dan pensiun di Ascoli pada 2009. MU menjadi klub nonItalia satu-satunya yang diperkuat Taibi. Sebelum pindah ke Inggris dari Venezia, ia membela AC Milan, Piacenza, Como, Licata, dan Trento. Blunder saat melawan Southampton pada 25 September 1999 menjadi legasi Taibi di MU meski ia tampil heroik dalam dua penampilan pertamanya bersama mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Fulham vs Chelsea Live di TV Mana? Ini Link Streamingnya

08 Jan 2026, 01:30 WIBSport