Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

2 Alasan Inter Milan Dihajar Bodo/Glimt di Liga Champions

2 Alasan Inter Milan Dihajar Bodo/Glimt di Liga Champions
ilustrasi Inter Milan (unsplash.com/gozstudio)
Intinya Sih
  • Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt, meski bermain di kandang sendiri pada leg kedua dengan skor 1-2.
  • Nicolo Barella mengakui keunggulan Bodo/Glimt dan menyebut timnya sudah berusaha maksimal, namun lawan tampil lebih efektif dalam dua pertemuan.
  • Kegagalan mencetak gol cepat serta kesalahan individu membuat Inter sulit bangkit, ditambah absennya Lautaro Martinez yang melemahkan lini serang mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Inter Milan tersingkir dari Liga Champions setelah ditumbangkan Bodo/Glimt di play-off fase gugur, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Kapten Inter, Nicolo Barella, kecewa namun legawa dengan hasil tersebut.

Nerazzurri gugur setelah gagal mewujudkan misi comeback di Giuseppe Meazza Stadium. Tim asuhan Cristian Chivu justru kembali digebuk Bodo/Glimt dengan skor 1-2, yang membuat Inter tersingkir dengan agregat 2-5.

1. Barella sanjung Bodo/Glimt

Berdasarkan performa dalam dua leg, Barella menilai Bodo/Glimt lebih pantas untuk lolos ke babak 16 besar. Barella menegaskan Inter sudah berusaha maksimal, tetapi wakil Norwegia itu bisa selalu tampil lebih baik ketimbang Inter.

"Kekecewaan tentu ada, karena seperti yang selalu kami katakan, ingin bersaing di semua kompetisi. Kami sudah mencoba, tapi mereka lebih baik," kata Barella selepas laga di laman resmi klub.

2. Gagal cetak gol lebih dulu, situasi jadi sulit

Penyebab Inter tumbang adalah gagal mencetak gol lebih dulu. Tuan rumah memang butuh unggul lebih dulu secara cepat, mengingat harus menang dengan margin tiga gol untuk lolos tanpa adu penalti.

Inter sebenarnya tampil mendobrak, dengan mencatat 70 persen penguasaan bola dan melepaskan 33 tembakan percobaan. Apesnya, Inter kurang klinis di depang gawang.

Hanya enam tembakan yang tercatat mengarah ke gawang. Dampak dari absennya Lautaro Martinez yang mengalami cedera membuat lini depan Inter kurang bertaring.

"Hal tersulit adalah membuka keunggulan lebih dulu. Kami tidak berhasil melakukannya. Selamat untuk Bodo, mereka memenangkan dua pertandingan dan pantas lolos ke babak berikutnya," ujar Barella.

3. Kesalahan individu jadi petaka

Kesalahan individu juga menjadi penyebabnya, yang membuat Bodo/Glimt mampu unggul dua gol lebih dulu di paruh kedua. Namun, bagi Barella, situasi ini merupakan hal lumrah di sepak bola.

"Sebenarnya, hari ini saya tidak merasa mereka terlalu menyulitkan. Kami kebobolan dari kesalahan individu, dan hal seperti itu bisa terjadi dalam sepak bola. Kadang juga terjadi Anda gagal hanya karena satu poin karena penalti di menit 90, dan sebenarnya bisa menghindari dua pertandingan tambahan serta perjalanan ke Bodo, tapi begitulah sepak bola," ucap Barella.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More