Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Argentina, Javier Milei, memperhatikan Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara dalam pertemuan perdana "Board of Peace" yang digelar oleh Presiden AS Donald Trump di US Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2/2026). (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • Kozo Tashima menyatakan kesiapan menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027–2031.

  • Tashima ingin memulihkan integritas sepak bola dunia dan mengandalkan dukungan minimal lima asosiasi anggota FIFA.

  • Ia mengkritik sejumlah kontroversi yang melibatkan Infantino, termasuk isu Folarin Balogun dan rencana penjualan saham Piala Dunia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023-2027

Gianni Infantino terpilih secara aklamasi karena tidak ada calon lain.

Piala Dunia 2026

Pembatalan sanksi kartu merah Folarin Balogun disebut sebagai salah satu kontroversi yang dikritik Kozo Tashima.

Maret mendatang

Pemilihan Presiden FIFA disebut akan berlangsung di Maroko. Ramon Vega juga menyatakan niat untuk maju.

2027–2031

Gianni Infantino ingin melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA untuk periode ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kozo Tashima menyatakan kesiapan menantang Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027–2031.
  • Who?
    Kozo Tashima, Gianni Infantino, dan Ramon Vega terlibat dalam pencalonan Presiden FIFA.
  • Where?
    Pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung di Maroko.
  • When?
    Pemilihan disebut berlangsung pada Maret mendatang untuk periode 2027–2031.
  • Why?
    Tashima ingin memulihkan integritas sepak bola dunia dan mengkritik sejumlah kontroversi yang melibatkan Infantino.
  • How?
    Tashima harus mengumpulkan dukungan minimal lima asosiasi anggota FIFA dan mengandalkan semangat samurai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kozo Tashima ingin menjadi Presiden FIFA dan melawan Gianni Infantino. Ia berasal dari Jepang dan pernah memimpin federasi sepak bola di sana. Tashima perlu mendapat dukungan dari lima negara. Ia ingin sepak bola dunia lebih berintegritas. Ramon Vega juga ingin maju, tetapi dukungannya belum cukup. Pemilihan akan berlangsung di Maroko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pencalonan Kozo Tashima menghadirkan persaingan dalam pemilihan Presiden FIFA setelah Infantino terpilih secara aklamasi pada periode 2023-2027. Tashima juga membawa perhatian pada integritas sepak bola dunia dan pentingnya dukungan asosiasi anggota FIFA dalam proses pencalonan. Kehadiran calon lain membuat proses pemilihan memiliki lebih dari satu pilihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kekuasaan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA selama satu dekade terakhir mulai mendapat tantangan serius. Mantan Presiden Federasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima, menyatakan kesiapannya untuk merebut kursi tersebut.

Tashima telah mendeklarasikan diri untuk menantang Infantino yang ingin melanjutkan kepemimpinannya untuk periode 2027–2031. Meski sadar persaingan tidak akan mudah, pria berusia 68 tahun itu bertekad bertarung dengan mengusung filosofi "semangat samurai".

1. Modal nekat dan semangat samurai

Tashima maju dengan misi memulihkan integritas sepak bola dunia yang dinilainya mulai tercoreng. Sebelum itu, langkah pertama yang harus ditempuh Tashima adalah mengumpulkan dukungan minimal lima asosiasi anggota FIFA dari berbagai negara.

Anggota Dewan FIFA itu mengaku telah menerima sejumlah respons positif sejak menghubungi beberapa negara untuk mendukung pencalonannya. Tashima menyadari posisinya tidak menguntungkan, baik secara politik maupun finansial, jika dibandingkan dengan Infantino. Namun, dia tidak patah arang dan akan mengandalkan "semangat samurai" dalam perjuangannya.

"Sekarang saya sendirian dan anggaran saya tidak cukup, tetapi itu tidak masalah, saya harus melawannya dengan semangat samurai saya," kata Tashima, dikutip dari BBC.

2. Muak dengan skandal Trump dan Balogun

Motivasi utama Tashima maju sebagai calon Presiden FIFA adalah ketidakpuasannya terhadap sejumlah kontroversi yang melibatkan Infantino. Salah satunya terkait pembatalan sanksi kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Keputusan tersebut diduga berkaitan dengan intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dilaporkan menelepon Infantino untuk membahas hukuman tersebut. Tashima juga mengkritik rencana Infantino yang sempat ingin menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.

"Ini saya harap tidak akan pernah terjadi lagi di sepak bola dunia. Dia (Infantino) tidak menjelaskan bagaimana masalah ini bisa terjadi," kritik Tashima.

3. Jadi penantang serius pertama dalam satu dekade

Tashima bukan satu-satunya sosok yang berniat menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA di Maroko pada Maret 2027 mendatang. Eks bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, juga telah menyatakan niatnya untuk maju.

Namun, peluang Vega masih diragukan karena persoalan administrasi. Dia tercatat sudah tiga kali gagal mencalonkan diri akibat tidak mampu mengumpulkan dukungan dari lima asosiasi anggota FIFA.

Karena itu, Tashima berpotensi menjadi penantang serius pertama Infantino dalam satu dekade terakhir. Pada periode 2023-2027, Infantino terpilih secara aklamasi karena tidak ada calon lain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article