Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Aboubakary Koita, Pencetak Gol Pertama Mauritania di Liga Champions

3 min read
Aboubakary Koita, Pencetak Gol Pertama Mauritania di Liga Champions
ilustrasi pemain (unsplash.com/jaenix)
  • Aboubakary Koita mencetak gol pertama Mauritania di Liga Champions saat AEK Athens kalah 2-3 dari Real Madrid pada 4 November 2026, sekaligus menyumbang satu asis.
  • Koita telah tampil empat kali bersama AEK di Liga Champions 2026/2027, tetapi bukan pemain Mauritania pertama di kompetisi itu; Jordan Lefort lebih dulu bermain untuk Young Boys pada 2021/2022.
  • Lahir di Senegal dan besar di Belgia, Koita memilih membela Mauritania sejak November 2023 berkat garis keturunan ayahnya; per 5 November 2026, ia mengoleksi 25 caps dan 5 gol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mauritania baru saja menambah prestasinya di dunia sepak bola pada 4 November 2026. Negara yang per 2026 ini cuma tiga kali mengikuti Piala Afrika (2019, 2021, dan 2023) itu berhasil mencetak gol pertamanya di Liga Champions Eropa (UCL). Wilayah dengan populasi sekitar 5,6 juta orang tersebut mendapatkannya melalui pemainnya yang bernama Aboubakary Koita.

  1. 1. Aboubakary Koita mencetak gol dan asis, tapi AEK Athens kalah dari Real Madrid

    Aboubakary Koita mencetak gol pertama Mauritania di Liga Champions dengan membobol gawang Real Madrid. Pilar berposisisi winger ini menciptakannya dengan seragam AEK Athens. Mereka menjamu Los Blancos di Agia Sophia Stadium, Athena, Yunani, pada 4 November 2026 untuk memainkan matchday keempat fase liga edisi 2026/2027. Koita lantas mengejutkan raja UCL dengan 15 trofi itu pada menit 12. Ia menerima bola di area kanan depan kotak penalti dari mantan aset Real Madrid, Luka Jovic. Pemain dengan nomor punggung 11 tersebut kemudian melewati Marc Cucurella dengan step-over dan menuntaskan aksinya dengan tembakan kaki kiri keras. Bola melaju deras ke tiang dekat dan tidak mampu dijangkau Thibaut Courtois.

    Hebatnya, Koita bukan hanya mencetak gol. Ia juga menciptakan asis. Setelah golnya, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan melalui backheel Jude Bellingham pada menit 32. Kreativitas Koita kemudian membawa AEK kembali memimpin pada menit 75. Pria setinggi 1,75 meter itu menggiring bola dari kiri dan menusuk kotak penalti. Koita lantas memberikan umpan pendek yang diselesaikan Stavro Pilo. Sayangnya, Koita dan AEK gagal menang. Mereka menutup pertandingan dengan kekalahan 2-3. Kylian Mbappe mengubah papan skor menjadi 2-2 pada menit 78 usai menuntaskan crossing dari Denzel Dumfries dengan tap-in di tiang jauh. Real Madrid akhirnya merebut kemenangan berkat tembakan roket Federico Valverde pada menit 90+2.

  2. 2. Aboubakary Koita bukan pemain Mauritania pertama yang tampil di UCL

    Laga melawan Real Madrid pada 4 November 2026 merupakan penampilan keempat Aboubakary Koita di Liga Champions. Sebelumnya, ia selalu tampil dalam tiga matchday perdana fase liga edisi 2026/2027 yang berakhir dengan kemenangan 1-0 atas LASK dan kekalahan 1-3 dari Shakhtar Donetsk serta 1-5 dari Manchester City. Namun, meski tercatat sebagai pencetak gol debut Mauritania di UCL, Koita bukan perwakilan pertama negaranya di kompetisi ini.

    Penduduk Mauritania pertama yang berkiprah di UCL adalah Jordan Lefort. Pemain yang bisa beroperasi sebagai bek tengah atau bek kiri tersebut tampil tiga kali bersama Young Boys pada fase grup edisi 2021/2022. Lefort dan Young Boys kalah 1-4 dan 0-2 dari Villarreal serta imbang 1-1 dengan Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris. Sebagai catatan, Lefort sebetulnya lahir di Prancis. Ia menjadi warga negara Mauritania mulai Maret 2026 karena istrinya.

  3. 3. Aboubakary Koita lahir di Senegal

    Seperti halnya Jordan Lefort, Aboubakary Koita sebetulnya tidak lahir di Mauritania. Ia lahir pada 20 September 1998 di Senegal yang merupakan negara sang ibu. Koita kemudian memilih membela Mauritania di kancah internasional mulai 15 November 2023. Ia mendapat kesempatan tersebut karena memang memiliki darah Mauritania dari sang ayah. Per 5 November 2026, Koita tercatat sudah mengoleksi 25 caps dan 5 gol.

    Meski begitu, Koita tidak tumbuh besar di Mauritania atau Senegal, melainkan di Belgia. Ia bermigrasi ke negara ini saat masih kecil bersama keluarganya. Hasilnya, Koita pun memulai karier sepak bolanya di Belgia. Ia tercatat pernah menghuni akademi FC Merksem, K. Lyra-Lierse sampai kemudian berkiprah di level senior bersama ASV Geel, KAA Gent, KV Kortrijk, Waasland-Beveren, dan Sint-Truidense. Koita lantas berjuang di Yunani bersama AEK Athens mulai 2024.

    Gol Koita ke gawang Real Madrid di Liga Champions pada 4 November 2026 bukan hanya menjadi kebanggaan personal, melainkan juga kolektif. Mauritania jelas berharap pencapaian Koita bisa menginspirasi bibit-bibit yang mereka miliki sehingga kualitas sepak bolanya akan membaik pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More