Campur Aduk Perasaan Kai Havertz Usai Selamatkan Arsenal dari Kekalahan

Jakarta, IDN Times - Arsenal selamat dari kekalahan saat menghadapi Bayer Leverkusen di BayArena, Kamis dini hari WIB (12/3/2026). Adalah Kai Havertz yang sukses menyelamatkan The Gunners lewat eksekusi penaltinya di menit akhir.
Gol yang menjaga asa Arsenal buat melaju ke perempat final, dan tentunya membuat Havertz lega. Tapi, di sisi lain perasaannya juga mengganjal usai mencetak gol tersebut.
1. Maklum dengan perasaan Havertz
Tak usah heran jika Havertz mengalami dilema dalam hatinya ketika mencetak gol di menit akhir ke gawang Leverkusen. Sebab, Leverkusen merupakan klub yang membesarkan namanya. Dengan fakta itu, dia masih memiliki rasa simpati pada Leverkusen yang telah dibelanya selama empat tahun dalam karier profesional.
"Penalti di menit terakhir tidak selalu mudah. Tapi inilah momen yang saya latih selama bertahun-tahun. Saya tentu senang karena mencetak gol, tapi juga sedikit kasihan dengan para pemain Leverkusen. Tapi begitulah sepak bola," kata Havertz dilansir dari DAZN.
2. Leverkusen meradang dengan penalti Arsenal
Sementara, Leverkusen meradang dengan hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Umut Meler. Sebab, kontak Malik Tillman terhadap Noni Madueke dianggap tak terlalu signifikan. Bagi kapten Leverkusen, Robert Andrich, penalti tersebut tak layak untuk diberikan.
"Benar-benar tak cukup untuk diberikan penalti," ujar Andrich.
3. Arsenal punya tugas yang lebih mudah
Dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champions, hanya Arsenal dan Newcastle United yang tak kalah. Keduanya sama-sama meraih hasil imbang. Namun, tugas Arsenal lebih enteng karena harus melakoni leg 2 di Emirates Stadium. Sementara, Newcastle main di Camp Nou.
"Tekanan mereka akan lebih ringan di leg 2. Tentu, situasi pasti akan berbeda. Tapi, kami yakin bisa memberikan kejutan," ujar Andrich.
















