Otak dan Kerja Keras, Cara Marquez Atasi Masalah Fisik di MotoGP 2026

Marc Marquez masih menghadapi dampak cedera lama pada bahu dan lengan kanan, tetapi tetap mampu bersaing di MotoGP 2026 meski performanya sempat tidak konsisten.
Semua podium Marquez musim ini berujung kemenangan, dengan tujuh kemenangan yang membuka peluang meraih gelar dunia MotoGP kedelapan.
Davide Tardozzi menyebut Marquez menutup keterbatasan fisik melalui kecerdasan, fokus, dan disiplin latihan, serta kini unggul 67 poin atas Bezzecchi dengan tiga balapan tersisa.
Jakarta, IDN Times - Manajer Ducati, Davide Tardozzi mengungkapkan cara Marc Marquez mengatasi keterbatasan fisiknya di MotoGP 2026. Ada dua hal utama, yaitu etos kerja dan otak, alias kecerdasan.
Marquez telah bergulat dengan masalah fisik sejak 2013 sampai kini. Ada ragam cedera yang dia alami, dan paling parah dia pernah mengalami patah tulang humerus pada 2020 silam.
Cedera tersebut masih memengaruhi kondisinya hingga sekarang, meski sudah menjalani beberapa kali operasi selama enam tahun terakhir. Namun, dia bisa mengatasi itu semua.
1. Marquez tetap mampu bersaing meski kondisi fisik belum ideal
Sejak kembali berkompetisi di Mugello, performa Marquez terbilang tidak konsisten. Ia terkadang tampil sangat dominan, tetapi pada kesempatan lain justru kesulitan menjaga kecepatannya.
Namun, seluruh podium yang diraihnya di musim 2026 berakhir dengan kemenangan. Marquez sudah mengoleksi tujuh kemenangan. Peluangnya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP kedelapan terbuka.
2. Marquez bisa membalikkan keadaan kini
Marquez mengakui telah mengubah cara membalapnya, termasuk setelah seri Malaysia. Namun, perubahan tersebut tidak mengurangi ambisinya untuk terus meraih kemenangan.
Tardozzi menilai pencapaian Marquez musim ini menunjukkan betapa besar dedikasi sang pembalap. Ia membandingkan kondisi Marquez ketika kembali ke Mugello dengan posisinya saat ini, yang sudah unggul jauh dalam persaingan klasemen.
"Sekarang, dengan tiga balapan tersisa, ia (Marquez) berada di Sepang dengan keunggulan 67 poin atas Bezzecchi. Hal itu membuat kami bangga terhadap para insinyur, seluruh pekerjaan tim, dan pembalap kami," ujar Tardozzi, dilansir Crash.
3. Ada dedikasi di tengah segala kesulitan
Tardozzi juga mengakui bahwa kondisi fisik Marquez masih jauh dari sempurna. Bahu kanan dan lengannya belum pulih sepenuhnya sehingga ia harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan performanya.
"Ia tahu betul bahwa dirinya sedang mengalami kesulitan. Bahu kanannya, bagian kanan tubuhnya, dan lengannya belum sempurna. Kondisinya belum 100 persen. Ia menutupi keterbatasan itu dengan kecerdasan dan fokus," ujar Tardozzi.
Tardozzi kemudian menyoroti kedisiplinan Marquez dalam menjalani latihan setiap hari. Menurutnya, dedikasi pembalap berusia 33 tahun tersebut terhadap dunia balap sangat luar biasa.
"Fokus yang ia (Marquez) tunjukkan setiap hari saat berlatih di pusat kebugaran, mengendarai motor di jalan raya, hingga berlatih di lintasan kecil, benar-benar luar biasa. Saya belum pernah melihat seseorang dengan fokus sebesar itu terhadap hasil yang ingin dicapai di MotoGP 2026 ini," ujar Tardozzi.





















