Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Curhat Pemain Asing Persija soal Kerasnya Latihan Bareng Shin Tae Yong
Persija jalani TC di Thailand, fisik dan taktik digeber Shin Tae Yong. (Dok. Persija)
  • Persija Jakarta menjalani pemusatan latihan di Thailand untuk mematangkan skuad jelang musim 2026/27, dengan fokus Shin Tae Yong membangun fondasi fisik pemain.
  • Stjepan Loncar mengaku menikmati latihan keras meski sangat lelah. Program berlangsung dua kali sehari: gym pagi hari, lalu sprint, penguasaan bola, dan skema poligon sore hari.
  • Gelandang Bosnia-Herzegovina berusia 29 tahun itu menilai penggemblengan fisik maksimal saat pramusim penting karena peningkatan kondisi tubuh lebih sulit dilakukan ketika kompetisi berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta sedang mematangkan skuad di Thailand jelang mengarungi musim 2026/27. Fokus pelatih Shin Tae Yong adalah membangun fondasi fisik Macan Kemayoran agar tahan banting di atas lapangan.

Juru taktik berpaspor Korea Selatan itu memang terkenal dengan pola tersebut. Latihan fisik yang keras selalu menjadi menu sehari-hari para pemain Timnas Indonesia, kala dilatih oleh Shin pada periode 2020-2025 lalu.

1. Loncar menikmatinya meski kelelahan

Potret pemain asing Persija, Stjepan Loncar. (Dok. Persija).

Kini, giliran skuad Ibu Kota yang melahap pola latihan keras tersebut. Namun, beberapa pemain berlabel Timnas macam Rizky Ridho, Jordi Amat, Pratama Arhan, Witan Sulaeman, hingga Nadeo Argawinata, yang tentu saja tidak kaget dengan tempaan Shin.

Beda dengan para pemain yang belum pernah mengenakan seragam tempur Skuad Garuda, apalagi pemain asing. Salah satunya Stjepan Loncar, yang merasa pola latihannya sangat menguras jiwa dan raga.

"Saya menikmatinya, tetapi jujur sekarang saya sangat lelah," kata Loncar, dikutip dari laman resmi Persija.

2. Apa saja menu latihan fisik yang dilahap?

Potret latihan Persija di Thailand. (Dok. Persija).

Shin menerapkan program latihan dua kali sehari. Loncar mengungkapkan para pemain harus memeras keringat di ruang kebugaran pada pagi hari sebelum beralih ke materi lapangan di sore hari.

"Latihan di Thailand ini sangat keras karena kami ada dua sesi. Pagi hari latihan di gym, dan sorenya latihan bagus dengan sprint, penguasaan bola, serta beberapa skema poligon. Jadi sangat berat. Namun, karena masih dalam tahap persiapan, memang harus keras," ujar Loncar.

3. Jadi modal penting untuk kompetisi

Persija jalani TC di Thailand, fisik dan taktik digeber Shin Tae Yong. (Dok. Persija)

Pemain berusia 29 tahun tersebut memahami peningkatan kualitas fisik secara drastis akan jauh lebih sulit dilakukan ketika kompetisi sudah berjalan. Oleh karena itu, dia menggembleng fisiknya secara maksimal di Thailand walau merasakan kelelahan hebat.

"Saya menikmatinya, tetapi jujur, sekarang saya sangat lelah. Kerja keras selama training camp ini pasti memberikan efek positif ketika musim kompetisi sudah dimulai," ucap gelandang asal Bosnia-Herzegovina tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article