Sistem Timnas Indonesia saat Lawan Malaysia Dapat Nilai Jeblok

Indra Sjafri memberi nilai enam untuk sistem permainan Timnas Indonesia saat ditahan Malaysia tanpa gol.
Timnas dinilai mampu menunjukkan mentalitas, daya juang, dan soliditas meski bermain dengan 10 pemain.
Indra menilai respons terhadap kekurangan pemain dan kemampuan keluar dari tekanan masih perlu dikembangkan.
Jakarta, IDN Times - Performa Timnas Indonesia saat ditahan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (28/9/2026), menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Suporter hingga beberapa elemen sepak bola merasa penampilan Timnas dalam laga itu berada di bawah standar.
Salah satu yang memberikan rapor jelek adalah eks Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. Menurut Indra, Timnas hanya layak diberikan nilai enam atas penampilannya saat melawan Malaysia.
1. Nilai buruk, karena dipenuhi diaspora

Timnas Indonesia lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Saat masih bermain dengan 11 orang, permainan Timnas sebenarnya memang tak bagus-bagus amat. Mereka sering kebingungan membangun serangan, apalagi ketika mencapai sepertiga akhir lapangan.
Kreativitasnya kurang, skemanya monoton, hingga serangannya sering dipatahkan oleh Malaysia. Tentunya, performa Timnas bak mengalami penurunan drastis, meski sebenarnya sudah diperkuat mayoritas pemain diaspora di dalam skuad.
2. Nilai yang lebih tinggi untuk mental

Timnas Indonesia lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Dari segi mentalitas, Indra menyanjung daya juang dan soliditas yang dipertontonkan Justin Hubner dan kawan-kawan. Mereka mampu menjaga gawangnya tetap bersih dari gelombang gempuran yang dilancarkan Harimau Malaya.
"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," kata Indra dalam keterangan resmi PSSI.
3. Kenapa Indra beri nilai jeblok?

Timnas Indonesia lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus) Perihal nilai enam pada sistem, Indra menjelaskan kalau angka tersebut muncul dari cara Timnas merespons kekurangan pemain. Indra sebenarnya berharap Timnas bisa tetap menggempur Malaysia, ketimbang menumpuk pemain di belakang.
"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus diperbaiki. Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan," ujar Indra.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















