Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Juara Bertahan German Open, Dari 5 Negara Berbeda!

Daftar Juara Bertahan German Open, Dari 5 Negara Berbeda!
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/Mustafa Fatemi)
Intinya Sih
  • German Open 2026 resmi dimulai pada 24 Februari hingga 1 Maret sebagai pembuka tur Eropa BWF Super 300, menghadirkan persaingan ketat di lima sektor bulu tangkis dunia.
  • Edisi 2025 mencatat lima juara dari lima negara berbeda: Denmark, Singapura, Korea Selatan, Jepang, serta kolaborasi Belanda-Denmark di sektor ganda campuran.
  • Hasil tersebut menegaskan meratanya kualitas pemain internasional dan menunjukkan bahwa setiap negara punya peluang besar untuk merebut gelar di turnamen bergengsi ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

German Open 2026 resmi digelar mulai pekan ini, tepatnya 24 Februari–1 Maret. Turnamen BWF Super 300 ini menjadi pembuka tur Eropa pada awal musim 2026, menghadirkan pemain-pemain top yang siap bersaing di lima sektor. Tiap tahun, German Open selalu jadi sorotan karena hasilnya bisa jadi indikator performa pemain jelang turnamen besar berikutnya.

Pada German Open tahun lalu, 5 gelar juara berhasil direbut 5 negara berbeda, menandai persaingan yang makin merata di level internasional. Dari tunggal putra hingga ganda campuran, persaingan berlangsung ketat dan penuh strategi. Menarik untuk disimak, siapa saja kelima juara bertahan German Open? Berikut ulasan selengkapnya!

1. Viktor Axelsen (Denmark) menjuarai sektor tunggal putra

Final tunggal putra German Open 2025 menghadirkan duel ideal antara dua unggulan teratas. Viktor Axelsen (Denmark), unggulan pertama, bertemu dengan Loh Kean Yew (Singapura), unggulan kedua. Pertemuan ini menjadi sorotan karena kedua pemain sudah sering bertemu di berbagai turnamen.

Axelsen menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan, menutup dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-18. Pertandingan berlangsung selama 54 menit, penuh tekanan dan reli panjang yang menguji konsistensi kedua pemain. Dengan kemenangan ini, Axelsen kembali mendominasi rekor pertemuannya atas Loh Kean Yew menjadi 11-2.

2. Yeo Jia Min (Singapura) mendominasi sektor tunggal putri

Final tunggal putri German Open 2025 mempertemukan duel para pemain unggulan di turnamen. Yeo Jia Min (Singapura), unggulan pertama, berhadapan dengan Nguyen Thuy Linh (Vietnam), unggulan keenam. Pertandingan ini menjadi ajang adu strategi dan konsistensi, karena kedua pemain sudah sering bertemu.

Yeo menuntaskan laga 2 game langsung dengan skor 21-16 dan 21-17 dalam durasi 41 menit. Kemenangan ini sekaligus memperkuat catatan pertemuan mereka menjadi 4-1 untuk keunggulan Yeo. Dengan hasil tersebut, Yeo menegaskan dominasinya di sektor tunggal putri dan mempertahankan posisi sebagai salah satu pemain unggulan di level internasional.

3. Seo Seung Jae/Kim Won Ho (Korea Selatan) menaiki podium tertinggi ganda putra

Final ganda putra German Open 2025 menghadirkan duel menarik antara dua pasangan unggulan. Seo Seung Jae/Kim Won Ho (Korea Selatan), unggulan ketujuh, berhadapan dengan pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, unggulan kelima. Pertandingan ini menjadi ajang adu strategi, koordinasi, dan kecepatan refleks di lapangan.

Seo/Kim berhasil menutup laga 2 game langsung dengan skor 21-19 dan 21-17 dalam durasi 47 menit. Kemenangan ini menegaskan kemampuan pasangan Korea Selatan untuk tampil konsisten di level internasional. Dengan hasil tersebut, Seo/Kim berhasil menaiki podium tertinggi dan menambah catatan prestasi ganda putra mereka.

4. Mizuki Otake/Miyu Takahashi (Jepang) menang di sektor ganda putri

Sektor ganda putri German Open 2025 menyuguhkan kejutan besar di partai final. Mizuki Otake/Miyu Takahashi (Jepang), pasangan nonunggulan, berhasil menghadapi tekanan dan menantang pasangan unggulan pertama asal Bulgaria, Stefanie Stoeva/Gabirela Stoeva. Pertandingan ini menjadi bukti, peringkat unggulan bukanlah satu-satunya penentu kemenangan di turnamen internasional.

Mizuki/Takahashi menuntaskan laga dengan tiga game sengit, 21-17, 20-22, dan 21-12, dalam durasi 1 jam 15 menit. Kemenangan ini menjadi gelar juara pertama mereka di German Open dan menegaskan kemampuan mereka tampil di level tinggi. Dengan hasil tersebut, Jepang meraih satu gelar juara dari sektor ganda putri dan menambah catatan positif pada turnamen 2025.

5. Robin Tabeling/Alexandra Boje (Belanda/Denmark) berhasil juara di sektor ganda campuran

Final ganda campuran German Open 2025 mempertemukan dua pasangan nonunggulan yang tampil mengejutkan sepanjang turnamen. Robin Tabeling/Alexandra Boje (Belanda/Denmark) berhadapan dengan pasangan Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, dalam laga yang dinanti penggemar. Pertandingan ini menunjukkan, sektor ganda campuran selalu penuh kejutan dan peluang bagi siapa saja.

Robin/Boje berhasil menutup laga 2 game langsung dengan skor 21-17 dan 21-12 dalam durasi 39 menit. Kemenangan ini memastikan pasangan gado-gado tersebut keluar sebagai juara dan menambah variasi negara peraih gelar di German Open 2025. Ini merupakan gelar juara pertama yang diraih Robin/Boje setelah dipasangkan di turnamen BWF World Tour.

German Open 2025 menutup turnamen dengan 5 juara dari 5 negara berbeda, menunjukkan ketatnya persaingan di tiap sektor. Hasil ini menegaskan meratanya kualitas pemain di level internasional. Turnamen ini sekaligus jadi bukti, siapa pun punya peluang untuk tampil sebagai juara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More