Denis Undav, Eks Buruh Pabrik yang Samai Rekor Klose di Jerman

- Denis Undav jadi pahlawan kemenangan Jerman atas Pantai Gading dengan dua gol, memastikan Der Panzer lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
- Perjalanan Undav penuh perjuangan, pernah ditolak akademi Werder Bremen dan bekerja di pabrik sebelum akhirnya meniti karier profesional di sepak bola.
- Setelah sempat gagal bersinar di Premier League bersama Brighton, Undav bangkit di Stuttgart dengan torehan 19 gol musim 2025/26 dan kini samai rekor Miroslav Klose di Piala Dunia.
Jakarta, IDN Times - Jerman memastikan diri lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Tiket tersebut diraih usai Der Panzer menang dengan skor 2-1 atas Pantai Gading dalam laga kedua penyisihan Grup E di Toronto Stadium, Minggu (21/6/2026).
Dalam kemenangan itu, Jerman dibantu oleh Denis Undav yang menjadi pahlawan. Dia mencetak brace yang membuat Jerman menyamakan skor, membalikkan keadaan, hingga berujung pada kemenangan.
Undav sebenarnya baru main di babak kedua. Dia baru masuk saat laga berlangsung satu jam, menggantikan Jamal Musiala.
Hanya butuh waktu selama delapan menit buatnya untuk mencetak gol penyeimbang usai memanfaatkan umpan Nadiem Amiri. Akhirnya, Undav mencetak gol keduanya saat laga sudah memasuki injury time berjalan tiga menit.
1. Undav cetak sejumlah rekor
Torehan itu membuat Undav menyamai rekor yang dicetak Miroslav Kose pada 2002 lalu. Dia menjadi pemain pertama Jerman yang mencetak gol dalam dua laga beruntun pada keikutsertaan pertamanya di Piala Dunia. Total, dia mencetak tiga gol dalam dua penampilannya bersama Jerman di Piala Dunia edisi kali ini.
Tak cuma menyamai rekor Klose, dilansir BBC, Undav juga mampu menyejajarkan diri dengan Roger Milla yang terlibat dalam lima gol di dua pertandingan sebagai pemain pengganti. Rekor Undav dan Milla merupakan yang terbaik di Piala Dunia sejak edisi 1966 silam.
2. Sempat jadi buruh pabrik
Undav sebenarnya bukan pemain papan atas dan jauh dari sorot kamera. Kariernya di sepak bola juga tidak mulus, bahkan bisa dibilang telat bersinar karena saat ini usianya sudah menginjak 28 tahun.
Maklum, karena masa remaja Undav begitu berat. Dia sempat ditolak akademi Werder Bremen saat usianya 14 tahun. Setelahnya, Undav main di level semi-profesional, sambil bekerja selama delapan jam di pabrik. Saat itu, dia mampu menghasilkan upah hingga 120 poundsterling atau setara Rp2,8 juta.
"Ketika masih 14 tahun, Werder bilang saya gak punya masa depan dengan mereka karena terlalu kecil. Itu menyakiti hati saya. Tapi, saya tak putus harapan. Saya meninggalkan rumah saat 17 tahun, main buat Havelse yang berlaga di divisi keempat Jerman. Lalu, saya bermain, berlatih, sambil bekerja sebagai operator mesin laser di pabrik," ujar Undav, dilansir 7sur7.
Masa-masa itu, menurut Undav, cukup berat buatnya. Dia harus bangun setiap hari pada pukul 04.00 untuk berangkat ke pabrik, lalu berlatih. Undav baru pulang pukul 20.00 waktu setempat dan terus mengulangi kegiatan itu setiap hari.
"Saya harus bekerja buat cari uang, karena gak bisa bertahan cuma mengandalkan sepak bola," kata Undav.
3. Sempat flop di Premier League, bangkit saat bela Stuttgart
Hingga akhirnya, kesempatan besar mendatangi Undav di 2020 ketika Union Saint-Gilloise merekrutnya. Dia mengantarkan Union Saint-Gilloise promosi di musim 2021/22 dan mencetak 25 gol pada musim pertamanya saat berlaga pada papan atas Belgia.
Dia kemudian pindah ke Premier League dengan gabung ke Brighton and Hove Albion. Tapi, performanya bersama Brighton gak cukup meyakinkan karena cuma cetak lima gol, hingga akhirnya dipinjamkan ke Stuttgart, menjadi permanen pada 2024.
Musim 2025/26 menjadi momen kebangkitan Undav karena mampu mencetak 19 gol pada musim lalu, membayangi Harry Kane di papan atas top scorer Bundesliga.



![[QUIZ] Yakin Kamu Tahu Semua Hal Soal Piala Dunia 2026? Uji dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20260619/upload_64283c3eb9089d66a42845fc81e34994_cccc1d32-652b-4e94-9797-bacfd92146b2.jpg)













