Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di PBB, Kemenlu Gaungkan Kekuatan Sepak Bola Bagi Kesehatan Mental
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Heru Hartanto Subolo di Forum PBB. (Dok. GGN)
  • Heru Hartanto Subolo mewakili Indonesia di forum PBB, menekankan sepak bola sebagai sarana membangun ketangguhan mental, empati, dan kepedulian generasi muda lintas negara.
  • Kemenlu menyoroti program Liga Universitas Coca-Cola Play for Peace sebagai contoh nyata pemanfaatan sepak bola untuk memperkuat karakter dan membuka ruang aman bahas kesehatan mental.
  • Heru mengajak dunia memaknai Piala Dunia 2026 bukan sekadar perebutan trofi, melainkan momentum membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan hidup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Heru Hartanto Subolo, menegaskan sepak bola memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga.

Menurutnya, sepak bola dapat menjadi instrumen untuk membangun ketangguhan mental, empati, dan kepedulian di kalangan generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Heru saat mewakili Indonesia dalam forum One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being yang diselenggarakan United Nations Youth Office di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), Sabtu (18/7/2026) pagi WIB.

1. Sepak bola hidupkan ruang kepedulian, hilangkan sekat antar negara

Kampanye Play for Peace di Liga Universitas Coca Cola 2026. (Dok. UniLeague)

Dalam paparannya, Heru mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mengangkat tema kesehatan mental melalui sepak bola. Dia menilai pesan yang diusung dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian dunia terhadap kesejahteraan generasi muda.

Heru menjelaskan, sepak bola mampu melampaui batas negara maupun generasi. Olahraga ini menghadirkan rasa kebersamaan, membuka ruang dialog, sekaligus menumbuhkan kepedulian antar sesama, terutama di kalangan anak muda.

“Selama sepekan terakhir, jutaan orang di seluruh dunia merayakan sepak bola. Gol-gol spektakuler, penyelamatan gemilang, kegembiraan saat menang, hingga pelajaran dari sebuah kekalahan telah menyatukan kita semua. Namun sepak bola jauh lebih dari sekadar sebuah permainan,” ujar Heru dalam keterangannya

2. Soroti Liga Universitas Coca Cola Play for Peace

Kampanye Play for Peace di Liga Universitas Coca Cola 2026. (Dok. UniLeague)

Heru menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia meyakini masyarakat yang tangguh hanya dapat dibangun melalui generasi muda yang memiliki ketahanan mental. Karena itu, isu kesehatan mental menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga menyoroti program Liga Universitas Coca-Cola Play for Peace sebagai contoh pendekatan Indonesia dalam memanfaatkan sepak bola sebagai sarana membangun karakter.

Program tersebut dinilai mampu menanamkan nilai-nilai ketangguhan, empati, kerja sama tim, sekaligus menghadirkan ruang yang aman dan bebas stigma untuk membicarakan kesehatan mental.

“Melalui Liga Universitas Coca-Cola Play for Peace, Indonesia menunjukkan bagaimana sepak bola dapat membangun ketangguhan, empati, kerja sama tim, serta menciptakan ruang yang aman dan bebas stigma untuk membahas kesehatan mental dan kesejahteraan,” kata Heru.

3. Membangun generasi muda yang tangguh lewat sepak bola

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Heru Hartanto Subolo di Forum PBB. (Dok. GGN)

Menutup pidatonya, Heru mengajak dunia memaknai final Piala Dunia 2026 tidak hanya sebagai perebutan gelar juara, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kemenangan terbesar adalah mampu melahirkan generasi yang sehat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Trofi memang menjadi simbol kemenangan. Namun kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita berhasil membangun generasi muda yang sehat, tangguh, dan mampu berkembang bersama,” ungkap Heru.

Curated For You

Editorial Team

Related Article