Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Eks Olympique Lyon di EPL 2025/2026, Ada Rayan Cherki
ilustrasi lapangan sepak bola (unsplash.com/ilkamo)
  • Olympique Lyon dikenal sebagai klub penghasil talenta top Eropa, dengan sepuluh mantan pemainnya kini tampil di English Premier League musim 2025/2026.
  • Nama-nama seperti Rayan Cherki di Manchester City, Bruno Guimaraes di Newcastle United, dan Malo Gusto di Chelsea menjadi andalan utama tim masing-masing.
  • Para eks pemain Lyon menempati berbagai posisi penting di EPL, menunjukkan adaptasi mereka terhadap gaya permainan cepat dan kompetitif liga Inggris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Olympique Lyon dikenal sebagai salah satu produsen talenta sepak bola di daratan Eropa. Klub asal Prancis ini konsisten menelurkan pemain berkualitas yang menjadi incaran tim besar. Tak heran jika pada 2025/2026, banyak mantan pemain Lyon yang merumput di English Premier League (EPL). Berikut sepuluh mantan pemain Lyon di EPL 2025/2026 per 25 April 2026.

1. Malo Gusto menjadi pilihan utama Chelsea di posisi bek kanan

Olympique Lyon melepas Malo Gusto ke Chelsea pada 2023. Biaya kepindahannya mencapai 30 juta euro atau Rp605 miliar. Gusto menjadi pilihan utama Chelsea di posisi bek kanan. Hingga saat ini, dirinya telah memperkuat The Blues dalam 129 pertandingan. Dari seluruh penampilan tersebut, Gusto berkontribusi dengan mencetak 3 gol dan 17 assist.

2. Mamadou Sarr memberikan opsi di lini pertahanan Chelsea

Selain Malo Gusto, mantan pemain Lyon lainnya yang saat ini membela Chelsea adalah Mamadou Sarr. Pemain berusia 20 tahun ini baru bergabung ke skuad Chelsea pada musim dingin 2026. Dengan usia yang masih sangat muda, ia menjadi salah satu proyek jangka panjang The Blues. Sarr memberikan opsi di lini pertahanan. Sejauh ini, pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut baru mencatatkan enam penampilan di semua ajang.

3. Rayan Cherki langsung diandalkan dalam skema serangan Manchester City

Rayan Cherki bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2025. Ia ditebus dari Lyon dengan biaya transfer 36,5 juta euro atau Rp736 miliar. Pemain berusia 22 tahun ini langsung menjadi andalan Pep Guardiola dalam skema serangan. Cherki telah bermain untuk The Citizens dalam 49 pertandingan dengan mengemas 11 gol dan 14 assist.

4. Bruno Guimaraes menjadi pilar penting di lini tengah Newcastle United

Newcastle United memboyong Bruno Guimaraes dari Olympique Lyon pada Januari 2022. Saat itu, The Magpies harus mengeluarkan 42,1 juta euro atau Rp849 miliar. Keputusan untuk merekrut Guimaraes terbukti tepat. Pemain asal Brasil ini menjadi pilar penting di lini tengah Newcastle United. Guimaraes telah mencatatkan 190 penampilan dengan kontribusi 31 gol dan 31 assist. Selain itu, dirinya juga mampu mengantarkan timnya menjuarai Piala Liga Inggris 2025.

5. Jean-Philippe Mateta merupakan senjata Crystal Palace dalam urusan mencetak gol

Setelah meninggalkan Olympique Lyon, Jean-Philippe Mateta sempat memperkuat FSV Mainz 05 sebelum akhirnya hijrah ke Inggris dengan bergabung Crystal Palace. Mateta telah berkostum The Eagles sejak 2021. Pemain berusia 28 tahun tersebut merupakan senjata Crystal Palace dalam urusan mencetak gol. Sejauh ini, Mateta telah membukukan 59 gol dan 13 assist dari 193 penampilan.

6. Jake O'Brien memiliki peran penting di lini pertahanan Everton

Kiprah Jake O'Brien bersama Olympique Lyon hanya berlangsung selama semusim. Pada musim panas 2024, ia direkrut Everton dengan biaya transfer 19,5 juta euro atau Rp393 miliar. O'Brien memiliki peran penting di lini pertahanan Everton. Saat ini, pemain berkebangsaan Irlandia tersebut menjadi bek kanan utama The Toffees. O'Brien telah menorehkan 59 penampilan dengan menyumbang 2 gol dan 2 assist.

7. Kenny Tete kerap absen memperkuat Fulham karena cedera

Kenny Tete telah memperkuat Fulham sejak musim panas 2020. Sebelumnya, pemain asal Belanda ini sempat berkiprah di Prancis bersama Olympique Lyon. Ia kerap absen memperkuat Fulham karena cedera. Meski demikian, dirinya tetap diandalkan The Cottagers di posisi bek kanan. Pemain berusia 30 tahun tersebut telah tampil dalam 144 laga dengan torehan 5 gol dan 10 assist.

8. Joachim Andersen hampir tidak tergantikan di jantung pertahanan Fulham

Joachim Andersen pertama kali membela Fulham sebagai pemain pinjaman dari Lyon pada musim 2020/2021. Setelah sempat memperkuat Crystal Palace selama 3 musim, Andersen akhirnya kembali ke Craven Cottage secara permanen pada musim panas 2024. Pemain berusia 29 tahun tersebut hampir tidak tergantikan di jantung pertahanan Fulham. Ia membukukan 96 penampilan dengan turut mencetak 2 gol dan 3 assist.

9. Bertrand Traore melewatkan banyak laga bersama Sunderland karena cedera lutut

Bertrand Traore merupakan pemain berkebangsaan Burkina Faso yang berposisi sebagai penyerang sayap. Ia tercatat kerap berpindah klub. Traore pernah bermain untuk Olympique Lyon pada 2017–2020. Pada 2025/2026, dirinya menjadi bagian dari skuad Sunderland. Sayangnya, pemain berusia 30 tahun tersebut harus melewatkan  banyak pertandingan karena cedera lutut. Traore baru bermain untuk Sunderland dalam 12 pertandingan dengan mencetak 1 gol.

10. Lucas Perri mulai tergantikan oleh Karl Darlow di posisi kiper Leeds United

Leeds United merekrut Lucas Perri dari Olympique Lyon pada musim panas 2025 dengan mahar 16 juta euro atau Rp322 miliar. Ia sempat menjadi kiper utama Leeds United. Namun, pada paruh kedua 2025/2026, posisinya mulai tergantikan oleh Karl Darlow. Hingga saat ini, Perri mencatatkan 19 penampilan dengan mengoleksi 4 clean sheet.

Nama-nama di atas merupakan mantan pemain Olympique Lyon yang berkiprah di EPL 2025/2026. Bukan hal yang mudah bagi mereka untuk bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Pasalnya, Ligue 1 Prancis dan Premier League memiliki gaya permainan yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team