Elliott Anderson Datang, Lini Tengah ManCity Lebih Bertenaga

- Elliott Anderson memberi energi baru di lini tengah Manchester City, dengan kemampuan berlari, penguasaan bola, dan permainan tanpa bola yang dinilai kuat oleh Mateo Kovacic.
- Kovacic menilai gelandang Timnas Inggris berusia 23 tahun itu masih memiliki ruang berkembang besar, sehingga perekrutannya dianggap menguntungkan bagi Manchester City.
- Manchester City membayar 116 juta poundsterling untuk Anderson dari Nottingham demi meningkatkan intensitas lini tengah, setelah musim lalu kalah bersaing dengan Arsenal dan kesulitan menekan lawan.
Jakarta, IDN Times - Kehadiran Elliott Anderson di Manchester City musim 2026/27 menjadi tenaga baru. Dia membuat persaingan di lini tengah ManCity jadi makin ketat.
Pengaruh kuat Anderson ini dirasakan oleh pemain ManCity, Mateo Kovacic. Menurutnya, Anderson memperkaya dimensi dan kualitas di skuad The Citizens.
1. Anderson perkaya opsi
Kovacic mengungkapkan, banyak keuntungan yang dihadirkan Anderson di lini tengah ManCity. Sebab, dia memiliki banyak atribut positif yang memberi pengaruh pada permainan ManCity.
"Dia menghadirkan kualitas besar, ada keuntungan fisik karena rajin berlari, bagus dalam penguasaan, juga saat bergerak tanpa bola," ujar Kovacic, dilansir BBC.
2. Anderson masih bisa berkembang
Kovacic mengungkapkan, yang menakutkan dari Anderson adalah usianya masih muda. Potensinya untuk berkembang terbuka lebar, dan hal itu jadi sesuatu yang menguntungkan bagi ManCity.
"Dia masih muda, jadi masih bisa berkembang di ManCity. Menurut saya, ini perekrutan yang bagus," ujar Kovacic.
3. Solusi bagi lini tengah ManCity yang kurang trengginas
ManCity merekrut Anderson dari Nottingham Forest pada musim panas 2026 seharga 116 juta poundsterling atau setara Rp2,7 triliun. Mereka berinvestasi besar pada gelandang 23 tahun tersebut demi bersaing untuk menjadi juara Premier League.
Musim lalu mereka kalah saing dari Arsenal yang tampil stabil sepanjang musim. Salah satu hal yang disorot dari ManCity pada musim lalu adalah menurunnya intensitas permainan, khususnya di lini tengah. Mereka tak seagresif sebelumnya, saat tanpa bola dan kurang trengginas dalam pertarungan lini tengah.

















