Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Erick Thohir Dukung Presiden FIFA Soal Penjualan Saham Piala Dunia
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Dok. PSSI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendukung rencana kontroversial Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjual sebagian saham Piala Dunia. Sikap Erick berbeda arus dengan kebanyakan pihak yang justru mengecam proyek tersebut.

Sebelumnya, FIFA menggandeng bank raksasa Amerika Serikat, JP Morgan, untuk merealisasikan penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia. Mereka akan membentuk sebuah entitas bisnis baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) guna mengelola aset-aset tersebut.

Valuasi dari usaha komersial baru bentukan FIFA ini dikabarkan menyentuh angka yang fantastis, mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp361,5 triliun. Pemasukan tersebut nantinya akan didistribusikan kembali kepada 211 asosiasi sepak bola anggota FIFA.

1. Apa kata Erick Thohir?

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Dok. PSSI)

Dana tahunan masing-masing asosiasi akan ditingkatkan menjadi 20 juta dolar AS, dari yang sebelumnya cuma 8 juta dolar AS. Erick menyambut baik rencana ini, karena mendongkrak kualitas sepak bola suatu negara membutuhkan pendanaan yang besar.

"Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Sepak bola kita sudah dibenahi. Peringkat tim nasional naik dari 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, tentu dibutuhkan pendanaan," kata Erick dikutip dari Sky Sports.

2. Erick percaya dengan keputusan FIFA

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Proyek ini sebenarnya banjir kecaman. Salah satunya UEFA, yang merasa FIFA telah menjual jiwa sepak bola. Para investor dikhawatirkan membuat FIFA semakin kehilangan daya tawar, bahkan memunculkan kontroversi yang lebih besar.

Namun, Erick memiliki pandangan lain. Langkah tersebut diklaim bukan sebagai hal baru, karena banyak asosiasi anggota FIFA telah lebih dulu menerapkan skema komersialisasi serupa dalam pengelolaan liga maupun kompetisi domestik.

Erick memilih untuk mempercayai keputusan FIFA. Jika mayoritas federasi memberikan persetujuan, hal itu membuktikan kalau memang ada kebutuhan terhadap kesepakatan tersebut demi mendukung pengembangan sepak bola di masa depan.

"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu menunjukkan memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana," ujar Erick.

3. AFC minta FIFA kaji lebih mendalam

Logo AFC (doc. AFC)

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) justru mengambil sikap lebih hati-hati. AFC tidak secara terang-terangan menolak maupun mendukung pembentukan FFE. Mereka meminta FIFA untuk melakukan kajian lebih dalam sebelum proposal itu diputuskan.

"AFC meyakini bahwa harus tersedia waktu yang memadai untuk melakukan penilaian secara menyeluruh, termasuk uji tuntas dari sisi hukum dan tata kelola, konsultasi yang bermakna, serta pertimbangan matang mengenai implikasi jangka panjang dari inisiatif ini," bunyi pernyataan AFC.

Editorial Team

Related Article