Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Fakta Kemenangan Bayern Munich vs Atalanta pada Leg Pertama UCL
ilustrasi bola LIga Champions Eropa (unsplash.com/abject)
  • Bayern Munich menang telak 6-1 atas Atalanta di leg pertama 16 besar UCL 2025/2026, menunjukkan dominasi penuh meski bermain tandang di New Balance Arena.
  • Michael Olise tampil gemilang dengan dua gol dan satu assist, menjadi Man of the Match sekaligus motor serangan utama Bayern dalam pesta gol tersebut.
  • Tanpa Harry Kane yang cedera, Bayern tetap tajam dan kini hampir pasti melangkah ke perempat final berkat keunggulan agregat besar jelang leg kedua di Allianz Arena.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bayern Munich tampil fantastis saat berkunjung ke markas Atalanta pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa 2025/2026. Tak tanggung-tanggung, skuad asuhan Vincent Kompany sukses melumat tuan rumah 6-1 di New Balance Arena pada Rabu (11/3/2026) dini hari WIB. Michael Olise menjadi pembeda setelah mencatatkan brace dalam laga tersebut.

Efek kemenangan besar yang diraih klub berjuluk Die Roten menghasilkan sejumlah catatan menarik usai laga. Salah satunya kala tim asal Munich itu tampil tajam meski tak diperkuat striker utama mereka, Harry Kane, yang menepi akibat cedera. Lebih lengkapnya, berikut enam fakta kemenangan fantastis Bayern Munich atas Atalanta pada leg pertama UCL.

1. Pembantaian Bayern Munich pada pertemuan perdana di Bergamo

New Balance Arena menjadi saksi keperkasaan Bayern Munich saat menang 6-1. Skor tersebut bukan sekadar kemenangan biasa, tetapi menjadi salah satu kekalahan telak yang diberikan Die Roten kepada Atalanta sepanjang kiprahnya di Liga Champions. Bayern Munich seakan-akan membuktikan bahwa tim tamu kesulitan di Bergamo tak berlaku bagi Joshua Kimmich dan kawan-kawan.

Sejak pertama kali mereka debut di UCL 2019/2020, Atalanta jarang menerima kekalahan di kandang dengan skor besar. Kekalahan memalukan terakhir kali mereka rasakan saat ditekuk Liverpool 0-5 pada fase grup 2020/2021. Namun, kemenangan 6-1 ini terasa lebih menyakitkan bagi publik Bergamo. Jika kekalahan Liverpool terjadi pada fase grup, amukan Bayern Munich ini terjadi pada fase knockout yang memperkecil peluang La Dea untuk melenggang lebih jauh di UCL musim ini.

2. Michael Olise menjadi bintang utama dengan mencatatkan 2 gol dan 1 assist

Michael Olise mendapat panggung untuk menunjukkan aksinya di depan gawang lawan. Pemain asal Prancis tersebut mencetak brace untuk membantu Bayern Munich pesta gol di markas Atalanta. Gol pertama tercipta setelah melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit 22 dan membawa Bayern Munich unggul 2-0.

Sebelum mencetak gol keduanya, winger bernomor punggung 17 itu juga memberikan assist kepada Serge Gnabry untuk menambah keunggulan Bayern Munich menjadi 3-0 pada babak pertama. Olise mencetak gol keduanya pada menit 64 berkat tendangan kaki kirinya yang melengkung ke arah sisi kiri atas gawang sehingga membawa Die Roten unggul 5-0. Torehan 2 gol dan 1 assist tersebut membuatnya terpilih sebagai Man of the Match di New Balance Arena.


3. Bayern Munich tampil tajam meski tanpa Harry Kane di lini depan

Keenam gol kemenangan Bayern Munich atas Atalanta tanpa nama Harry Kane di papan skor. Penyerang asal Inggris tersebut harus menepi karena cedera ringan dan diistirahatkan. Pemain berusia 32 tahun itu bisa jadi akan memperkuat Die Roten saat mereka mendapat giliran bermain di Allianz Arena pada leg kedua babak 16 besar UCL 2025/2026. Sejauh ini, Kane sudah mencatatkan 8 gol dari 8 laga fase liga UCL musim ini.


4. Dominasi dan efektivitas peluang menjadi kunci kemenangan

Sepanjang laga, Bayern Munich tampil mendominasi sejak peluit awal babak pertama dibunyikan. Menariknya, 3 gol yang tercipta dalam 45 menit pertama terjadi hanya dalam rentang 13 menit. Torehan tersebut memperlihatkan penguasaan bola Die Roten yang dibarengi efektivitas peluang yang dihasilkan. Bayern Munich seolah bermain di kandang sendiri dengan mencatatkan 13 tembakan ke arah gawang dari 25 percobaan.


5. Pertemuan pertama Atalanta menjamu Bayern Munich perdana di Liga Champions berujung pahit

Laga Bayern Munich menghadapi Atalanta pada leg pertama fase knockout UCL 2025/2026 menjadi pertemuan perdana kedua tim di kompetisi Eropa. Alih-alih memberikan perlawanan layaknya tim kuda hitam, La Dea justru mendapat pelajaran dari tim yang sudah enam kali menjuarai Liga Champions. Perbedaan kelas dan pengalaman sangat terasa di lapangan, tergambar dari hasil yang membuat Die Roten membungkam ambisi tuan rumah sejak awal laga.

6. Bayern Munich memastikan satu kaki di perempat final

Bayern Munich kemungkinan besar akan lolos ke babak perempat final meski leg kedua belum dimainkan. Sebab, Die Roten sudah unggul telak atas Atalanta dengan margin lima gol. Bagi Bayern Munich, keunggulan ini bisa saja bertambah karena pertemuan kedua digelar di Allianz Arena. Vincent Kompany sebagai juru taktik berpotensi untuk merotasi skuadnya demi menjaga kebugaran pemain. Di sisi lain, kecil kemungkinan Atalanta membalikkan keadaan dengan mencetak lebih dari 5 gol dalam 1 laga pada leg kedua. Gol penghibur Atalanta di New Balance Arena bahkan baru tercipta pada menit 90+3 melalui Mario Pasalic.

Kemenangan telak Bayern Munich atas Atalanta memastikan satu kaki di perempat final. Meski masih menyisakan pertemuan kedua di Allianz Arena, Atalanta tampaknya sulit untuk membalikkan keadaan. Apalagi, mereka harus bermain di kandang raksasa Liga Jerman tersebut. Patut ditunggu apakah Die Roten membulatkan kemenangan mereka di Munich, atau La Dea sanggup membalikkan keadaan dengan berharap keajaiban pada leg kedua nanti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team