Dilansir ESPN, Sabah FK menorehkan sejarah unik sebagai klub pertama yang mengusung warna merah muda pada jersei utama yang berhasil menembus babak Liga Champions Eropa. Kendati dalam 4 musim terakhir mereka memilih jersei yang didominasi warna hitam dengan sentuhan aksen merah muda, elemen visual klub tetap mempertahankan porsi warna hitam dan merah muda pada logo resmi mereka. Perpaduan warna yang mencolok ini membuat mereka mendapat julukan Qara-cahrayilar, yang berarti Si Merah Muda-Hitam.
Sebelum mengadopsi kombinasi warna tersebut, Sabah FK sempat menggunakan warna biru dan putih sebagai identitas mereka sebelum resmi berganti warna pada 2023/2024. Pemilihan warna merah muda menyimpan makna yang terikat kuat dengan identitas kota asal mereka, Masazir. Daerah tersebut dikenal berkat keberadaan Danau Masazir, sebuah destinasi alam ikonis akan keunikan airnya yang berwarna merah muda alami.
Selain itu, Sabah FK mencatatkan rekor fenomenal sebagai satu-satunya tim dari 28 kontestan babak kualifikasi pertama yang berhasil menembus fase liga. Langkah pantang menyerah itu menuntut para pemain melewati empat putaran kualifikasi yang menguras tenaga. Ketangguhan tim teruji kala menyingkirkan wakil Wales, The New Saints, KuPS dari Finlandia, serta AGF Aarhus asal Denmark.
Partai penentu babak play-off menyajikan drama sewaktu Sabah FK menjamu Hapoel Be'er Sheva. Gol spektakuler Tellur Mutallimov pada menit ke-94 menyelamatkan asa tim dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Kemenangan 5-2 pada laga kedua memastikan kelolosan bersejarah berkat keunggulan agregat 6-4 atas sang lawan.
Perjalanan luar biasa sang pelatih dari studio kuis televisi hingga panggung Liga Champions membuktikan, tidak ada hal yang mustahil di dalam dunia sepak bola. Sabah FK bersama Valdas Dambrauskas kini siap mengukir tinta emas baru sewaktu berhadapan dengan klub-klub raksasa papan atas benua Eropa.