4 Fakta Menarik Usai Arsenal Kalahkan Tottenham di EPL 2025/2026

- Arsenal menang telak 4-1 atas Tottenham di Derbi London Utara, memperpanjang rekor lima kemenangan beruntun dan menjaga jarak lima poin dari Manchester City di puncak klasemen EPL 2025/2026.
- Kemenangan ini menjadikan Mikel Arteta sebagai manajer dengan persentase kemenangan tertinggi dalam Derbi London di EPL, mencapai sekitar 61 persen dari total 69 laga yang dijalaninya.
- Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres sama-sama mencetak brace; Eze kini total mencetak lima gol ke gawang Tottenham musim ini, sementara Gyokeres sudah berkontribusi dalam sepuluh gol untuk Arsenal sepanjang 2026.
Arsenal berhasil menjadi pemenang dalam duel London Utara melawan Tottenham Hotspur pada Minggu (22/2/2026) malam WIB. Tampil sebagai tamu, The Gunners meremukkan The Lilywhites dengan skor 4-1. Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres menjadi pahlawan Arsenal setelah keduanya sama-sama mencetak brace.
Hasil tersebut membuat Arsenal kembali menjauh dari kejaran Manchester City dalam persaingan menuju tangga juara English Premier League (EPL) 2025/2026. The Gunners masih berada di puncak klasemen dan sekarang berselisih lima poin. Tidak cuma itu, ada beberapa fakta menarik setelah The Gunners menelan klub sekitarnya.
1. Arsenal menang lima laga beruntun melawan Tottenham Hotspur
Kemenangan 4-1 semalam merupakan kemenangan kelima beruntun Arsenal atas Tottenham di EPL. Terakhir kali The Gunners meraih rekor serupa saat era First Division 1986/1987 hingga 1988/1989. Rekor itu terhenti pada First Division 1989/1990 ketika Tottenham menang dengan skor tipis 2-1.
Berdasarkan data Transfermarkt, sebelum menang 4-1, Arsenal mencatatkan kemenangan dengan skor serupa saat kedua tim bertemu pada pekan ke-12 EPL 2025/2026. Arsenal juga membukukan dua kemenangan atas Tottenham pada 2024/2025. Sementara itu, pada 2023/2024, Arsenal menang di kandang lawan, tetapi kalah di markas sendiri.
2. Mikel Arteta menjadi manajer dengan persentase kemenangan tertinggi di Derbi London
Kemenangan 4-1 Arsenal atas Tottenham membuat Mikel Arteta menjadi manajer dengan persentase kemenangan tertinggi saat melakoni Derbi London di EPL. Manajer asal Spanyol itu membukukan 42 kemenangan dari 69 laga atau sekitar 61 persen. Ia mengungguli Jose Mourinho dengan 42 kemenangan dari 70 laga (60 persen) dan Arsene Wenger dengan 106 kemenangan dari 194 laga atau 55 persen.
Namun, soal trofi sebagai juru taktik, Arteta masih harus mengakui dua seniornya tersebut. Selama menukangi Arsenal, ia baru menjuarai FA Cup 2019/2020. Mantan gelandang Arsenal itu masih memburu trofi EPL pertamanya untuk The Gunners.
3. Eberechi Eze mencetak lima gol melawan Tottenham Hotspur musim ini
Dengan brace kontra Tottenham, Eberechi Eze telah mencetak enam gol sepanjang EPL 2025/2026. Menarik, dari 6 gol yang ia buat, 5 gol di antaranya dicetak saat melawan Tottenham. Pada pertemuan pertama lalu di kandang Arsenal, Eze bikin trigol ke gawang The Lilywhites.
Tidak hanya itu, Eze juga masuk daftar elite pencetak gol terbanyak Arsenal saat melawan Tottenham. Pesepak bola asal Inggris itu sekarang bersanding dengan Thierry Henry dan Robin van Persie. Eze cuma kalah dari Emanuel Adebayor yang bikin 6 gol dan Robert Pires yang mencetak 7 gol ke gawang Tottenham.
4. Viktor Gyokeres berkontribusi dalam sepuluh gol untuk Arsenal pada 2026
Selain Eberechi Eze, Viktor Gyokeres juga tampil oke ketika Arsenal menggulung Tottenham. Penyerang berpaspor Swedia itu turut menyumbang brace. Dengan dwigolnya, ia telah memberikan kontribusi sepuluh gol untuk Arsenal di semua kompetisi sepanjang 2026.
Di UEFA Champions League (UEL), Gyokeres membuat 1 gol melawan Inter Milan serta masing-masing 1 gol dan 1 assist kontra Kairat Almaty. Sementara itu, di EPL, ia membuat 1 gol ke gawang Leeds United serta masing-masing 2 gol kontra Sunderland dan Tottenham. Gyokeres juga menciptakan 1 gol dan 1 assist ketika menyingkirkan Chelsea di semifinal EFL Cup.
Selepas laga melawan Tottenham, Arsenal kembal akan menghadapi Derbi London lainnya saat bersua Chelsea pada Minggu (1/3/2026) mendatang. The Gunners tentu ingin terus melaju kencang. Pasalnya, terpeleset sedikit saja, posisi mereka di puncak klasemen rawan direbut Manchester City yang memainkan satu pertandingan lebih sedikit.

















