Yatagarasu muncul di beberapa anime, manga, dan game. Contohnya, di anime sepak bola populer, Blue Lock. Yatagarasu di sana diceritakan membimbing karakter bernama Ego saat bermain sepak bola dalam beberapa saat. Ketika dibimbing Yatagarasu, kemampuan Ego memasuki kondisi lebih dari sekadar flow. Ia juga sangat relevan hingga saat ini karena melambangkan petunjuk, kebijaksanaan, persatuan, dan semangat pantang menyerah, sehingga masih digunakan sebagai simbol dalam budaya, olahraga, serta berbagai karya populer Jepang. Yatagarasu berkontribusi terhadap popularitas budaya Jepang karena menjadi simbol ikonis yang terus diperkenalkan kepada dunia melalui mitologi, olahraga, anime, manga, video game, dan berbagai karya budaya populer.
Di balik sosok gagak berkaki tiga yang menghiasi logo Timnas Jepang, ternyata tersimpan sejarah, mitologi, dan filosofi yang sudah diwariskan selama ratusan tahun. Tidak heran Yatagarasu masih terus dihormati dan dijadikan simbol penting. Ia bukan hanya dianggap sebagai pembawa petunjuk, melainkan juga melambangkan persatuan, keberanian, serta semangat untuk terus melangkah ke arah yang benar.
Menariknya, popularitas Yatagarasu tidak berhenti dalam cerita-cerita kuno. Hingga sekarang, sosoknya masih sering muncul dalam anime, manga, video game, bahkan menjadi bagian dari identitas sepak bola Jepang yang dikenal di seluruh dunia. Jadi, tiap kali melihat logo Timnas Jepang, kamu kini tahu bahwa gagak berkaki tiga itu adalah simbol yang menyimpan kisah dan makna yang begitu dalam.