Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fede Valverde, Senjata Rahasia Real Madrid

Fede Valverde, Senjata Rahasia Real Madrid
Hattrick Valverde vs Manchester City. (Dok. LaLiga via Footballicious)

Jakarta, IDN Times - Performa Fede Valverde tengah menanjak bersama Real Madrid. Dalam beberapa momen, Valverde menjadi ujung tombak Madrid dengan gol-golnya yang krusial.

Secara statistik, Valverde mampu mencetak lima gol dalam tiga laga terakhir Madrid. Ini termasuk hattrick yang diciptakannya ke gawang Manchester City dalam leg 1 babak 16 besar Liga Champions.

1. Dimulai dari laga kontra Celta Vigo, terus berlanjut

Ketajaman Valverde dimulai dari laga kontra Celta Vigo di jornada 27 LaLiga, 7 Maret 2026 lalu. Saat itu, dia mencetak satu gol demi membantu Madrid menang dengan skor 2-1.

Produktivitasnya berlanjut ketika Madrid bersua ManCity di leg 1 babak 16 besar Liga Champions. Tanpa diduga, Valverde malah menjadi juru gedor utama dengan hattricknya, ketika Madrid kekurangan striker lantaran Kylian Mbappe cedera.

Kemudian, Valverde kembali mencetak gol saat Madrid membantai Elche. Sepakannya yang indah membantu Madrid menang dengan skor 4-1.

2. Pemimpin Madrid yang sebenarnya

Tak cuma menjadi juru gedor, Valverde juga punya jiwa kepemimpinan tinggi. Sebagai salah satu pemain senior Los Blancos, Valverde bisa memberikan pengaruh besar di ruang ganti.

Maka dari itu, dalam beberapa kesempatan, dia mengemban jabatan sebagai kapten. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, pun menyejajarkannya dengan sang legenda, Juanito

"Dia adalah Juanito abad 21. Dia adalah pemain yang mencerminkan jati diri Madrid. Dia salah satu pemimpin tim dan akan tetap demikian untuk waktu yang lama. Jika ada pemain yang merepresentasikan para penggemar, maka itu adalah Valverde," ujar Arbeloa dalam rilis resmi LaLiga.

3. Tapi, bukan berarti tak tersentuh

Meski spesial, Valverde bukan berarti punya garansi untuk main di setiap laga. Arbeloa menyatakan pemain seperti Valverde, Vinicius Junior, dan Aurelien Tchouameni, secara reguler jadi starter karena kualitasnya, bukan lantaran favoritisme.

"Selama dua bulan di sini, saya tak merasa ada pemain yang spesial. Pemain seperti Valverde, Vinicius, Tchouameni, yang selalu main, bukanlah sapi keramat," ujar Arbeloa dikutip Football Espana.

Share
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Persija Belum Kibarkan Bendera Putih Demi Gelar Super League

17 Mar 2026, 18:51 WIBSport