Gagal Bersinar, 5 Pemain Ini Pilih Kembali ke Klub Lamanya

Bagi suatu klub, merekrut pemain baru diasumsikan untuk memperbaiki atau memperkuat komposisi skuadnya agar siap bersaing dengan klub lain. Namun, tak sedikit pula transfer pemain yang berujung kegagalan lantaran tampil flop di tim barunya.
Alih-alih bisa berkontribusi, mereka justru kesulitan tampil reguler. Hal tersebut setidaknya memberikan dua opsi, hengkang atau menjadi penghangat bangku cadangan.
Seperti kelima pemain ini yang memilih pulang ke klub lamanya karena gagal bersinar. Siapa saja mereka?
1. Tanguy Ndombele

Tanguy Ndombele memecahkan rekor transfer Tottenham Hotspur. Ia dibeli seharga 60 juta euro atau sekitar Rp916 miliar dari Olympique Lyon pada musim panas 2019.
Namun, kariernya bersama The Lilywhites justru tak bertahan lama. Performa Ndombele dinilai tak sesuai dengan harga mahal yang rela dikeluarkan Spurs. Situasi makin sulit baginya, terlebih kehadiran Antonio Conte sebagai juru taktik anyar The Lilywhites.
Alhasil, Ndombele dilepas kembali ke klub lamanya, Olympique Lyon, dengan status pinjaman pada musim dingin 2022. Tak sia-sia, ia kembali rutin bermain sejauh ini dengan catatan 23 penampilan di berbagai ajang.
2. Luka Jovic

Real Madrid berbenah demi memperkuat variasi lini serangnya dengan menggaet sejumlah nama anyar pada musim panas 2019. Tak hanya Eden Hazard, Los Blancos juga memboyong Luka Jovic ke Santiago Bernabeu.
Demi merekrutnya dari Eintracht Frankfurt, Madrid merogoh kocek 63 juta euro atau sekitar Rp962 miliar. Alih-alih bisa menjadi pesaing sepadan bagi Karim Benzema, performa Jovic justru menurun drastis.
Ia kurang mendapatkan kesempatan bermain dan koleksi golnya juga anjlok. Real Madrid akhirnya memulangkan Jovic ke Eintracht Frankfurt melalui kesepakatan pinjaman selama paruh musim kedua 2020/2021 lalu.
3. Tiemoue Bakayoko

Karier Tiemoue Bakayoko melesat tajam selama tiga musim membela AS Monaco. Hal itulah yang menjadi dasar ketertarikan Chelsea untuk merekrutnya ke Stamford Bridge. Kesepakatan di antara kedua klub tercapai dengan biaya yang cukup mahal, yaitu 40 juta euro atau setara Rp611 miliar pada awal musim 2017/2018.
Bakayoko diharapkan mampu memperkuat barisan gelandang The Blues. Namun, ia gagal memenuhi ekspektasi tersebut dan hanya bertahan selama musim debutnya. Sempat dilepas ke AC Milan, pemain Prancis itu dipulangkan ke AS Monaco dengan status pinjaman pada musim panas 2019 lalu.
4. Leonardo Bonucci

Keputusan kontroversial dibuat oleh Leonardo Bonucci dengan meninggalkan Juventus pada akhir musim 2016/2017. Ia memilih AC Milan sebagai klub barunya dan ditebus seharga 42 juta euro atau setara Rp641 miliar. Kehadiran Bonucci jelas menguntungkan bagi Rossoneri karena pengalaman dan mental juaranya.
Akan tetapi, Bonucci gagal mengangkat performa Milan yang inkonsisten. Terlebih, isu mengenai dirinya yang tak betah bersama klub sekota Inter Milan itu terus merebak.
Bonucci hanya bertahan semusim dengan AC Milan dan memilih kembali pulang ke Juventus. Hingga kini, ia masih diandalkan Si Nyonya Tua.
5. Antoine Griezmann

Memasuki bursa transfer musim panas 2019, Barcelona kembali membuat manuver mengejutkan dengan memboyong Antoine Griezmann. Kepindahan sang pemain dari Atletico Madrid tak luput dari pro dan kontra lantaran memakan biaya yang fantastis, yaitu 120 juta euro atau sekitar Rp1,8 triliun.
Hadirnya Griezmann diharapkan bisa menjadi pendobrak lini depan La Blaugrana bersama nama-nama lain, seperti Lionel Messi dan Luis Suarez. Namun, ia justru kesulitan menyesuaikan gaya permainan dengan klub Catalan tersebut. Usai dua musim bersama, Griezmann akhirnya dipinjamkan ke Atletico Madrid pada awal musim 2021/2022 lalu.
Transfer pemain menuju klub barunya sering kali tak berjalan sesuai harapan. Banyak kasus mengenai transfer gagal yang menimpa dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di liga-liga top Eropa.


















